Posts made by Mesri Rahayu 2213053250

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS VIDEO 2

Potret Pendidikan di Dusun Terpencil

Para peserta didik di SD Negri Glak memerlukan perhatian lebih dari pemerintah, pasalnya para peserta didik harus belajar di teras kelas, dikarenakan ketiadaan nya ruang kelas yang memadai. Sekolah ini hanya memiliki 6 ruang kelas, dimana 5 diantaranya digunakan sebagai ruang kelas dan 1 ruang digunakan untuk ruang guru. Disamping itu juga, sekolah ini juga tidak memiliki perpustakaan. Namun di balik itu, semangat peserta didik wajib di acungi jempol. Para peserta didik harus menempuh perjalanan sejauh 2 Km guna bisa belajar di SD Negeri Glak ini. 

Pada masa pandemi, sekolah ini pun tidak mampu melaksanakan pembelajaran secara daring, dikarenakan keterbatasan dalam sistem telekomunikasi. Oleh sebab itu, pihak sekolah terpaksa tetap melaksanakan pembelajaran dengan bertatap muka. Pihak sekolah berharap pemerintah dapat membuka mata melihat keadaan sekolah mereka dan menyediakan fasilitas yang memadai.

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS JURNAL 2

IDENTITAS JURNAL 

Judul : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat

Volume: 03

Nomor : 03

Halaman : 17-27

Tahun Terbit : 2021

Nama Penulis : Kanesa Putri, Muhammad Eko Maryana

Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Yang terpenting agar peranan tetap berjalan dengan baik yaitu dengan bagaimana caranya kita memahami teorinya dan menerapkannya dengan baik di kehidupan bermasyarakat. Etika dan moral lahir dari kebiasaan mayarakat yang sesuai dengan ajaran biasanya hukum adat dan hukum agama yang di anut. Sehingga menghasilkan etika kebiasaan yang sesuai dan moral yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan keharmonisan dalam masyarakat. Moral adalah prinsip yang membantu individu dalam kehidupan ber masyarakat. Meski moral dapat berubah seiring waktu, moral menjadi standar perilaku yang digunakan untuk menilai benar dan salah. 

Aristoteles membagi pengertian etika menjadi dua,yaitu Terminus Technikus dan Manner And Custom. Terminus Technikus merupakan etika yang mempelajari suatu problema tindakan atau perbuatan manusia sedangkan Manner and Custom merupakan suatu pembahasan etika yang berhubungan atau berkaitan dengan tata cara dan adat kebiasaan yang melekat dalam kodrat manusia atau in herent in human nature yang sangat terkait dengan arti baik dan buruk suatu perilaku, tingkah laku atau perbuatan manusia. Pelanggaran adalah perbuatan yang melawan hukum yang hanya dapat ditentukan setelah ada hukum atau undang undang yang mengaturnya. Penyebab yang menimbulkan masyarakat melakukan pelanggaran etika adalah kurangnya sanksi yang tegas, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk, dan lingkungan tidak etis. Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang etika dalam bermasyarakat. Dalam penegakkan hukum terdapat etika dan moral masyarakat harus melihat dari beberapa hal. Yakni ada 3 unsur yang harus kita ketahui sebelum melakukan penegakkan hukum yaitu:

  1. Kepastian Hukum (Rechtssicherheit)
  2. Keadilan (gerechtigkeit)
  3. Kemanfaatan (Zweckmassigkeit)

Upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa saat ini

Hukum Indonesia bertujuan untuk menghendaki adanya hubungan harmonis dan serasi antara pemerintah dan masyarakatnya dengan memprioritaskan kerukunan yang terkandung dalam pancasila. Dalam bermasyarakat manusia dituntut harus mempunyai etika, agar dapat dihormati oleh sesamanya. Namun, dalam perkembangannya di era globalisasi ini tidak sedikit manusia yang kehilangan etikanya dengan berbagai alasan dan tujuan yang ada.

Ada tiga upaya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa, yaitu

  1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral. 
  2. Menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat.
  3. Membatasi teknologi yang ada.

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS JURNAL 1

Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan

Arti dan Isi Filsafat

Secara etimologis, istilah filsafat berakar dari bahasa Yunani “philo sophia”, tersusun dari kata - kata ‘philein’ atau ‘philia’ yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kearifan (Suhartono, 2005). Jadi, istilah filsafat berarti cinta kearifan. Cinta kearifan adalah suatu bentuk perilaku yang bersubstansi nilai -nilai aksiologis keindahan, kebenaran dan kebaikan. Oleh sebab itu, secara etimologis, dalam istilah filsafat sendiri memang terkandung persoalan tentang sistem perilaku (morality) atau etika.

Arti Moral dan Etika

Menurut Franz Magnis Suseno (1991), “aja ran moral memuat pandangan-pandangan nilai- nilai dan norma-norma moral yang terdapat di antara sekelompok manusia. Norma moral adalah aturan tentang bagaimana manusia harus hidup supaya menjadi baik sebagai manusia”. Sedangkan, de Vos (1987), mengatakan bahwa “etika adalah ilmu pengetahuan tentang kesusilaan dan moral. Sedangkan moral adalah hal-hal yang mendorong orang untuk melakukan tindakan - tindakan yang baik sebagai kewajiban untuk norma”. Dari bentuk hubungan antara moral dan etika dapat dirumuskan bahwa moral lebih bersifat abstrak universal, sedangkan etika lebih bersifat konkret khusus (obyektif). 

Pemikiran Filosofis tentang Manusia dan Masyarakat

Mengenai pemikiran filosofis tentang manusia, pada umumnya pandangan “Timur” menitikberatkan sifat hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Ki Ageng Suryomentaram (1974) misalnya, berpendapat bahwa: “manusia termasuk jenis yang cara hidupnya berkelompok, jadi serupa dengan jenis lebah. Dalam kelompok, orang saling memberi dan mengambil kefaedahan masing-masing. Sifat hakikat manusia adalah sebagai makhluk individu yang memasyarakat dan makhluk sosial yang mengindividu. Perbedaan setiap potensi individual mengendap di dalam keutuhan masyarakat; dan sebaliknya keutuhan masyarakat tergantung pada sistem harmonisasi hubungan antar individu dengan keragaman potensi masing - masing. Jadi dapat dipahami bahwa pada satu sisi, kesempurnaan dunia hidup bersama tergantung pada optimalisasi pengembangan kepribadian individu. Kehidupan bermasyarakat adalah suatu sistem manajemen untuk mengorganisir kemampuan individual menjadi sebuah kekuatan sosial, agar kemudian tujuan bersama seluruh individu anggotanya dapat terwujud.

Kesadaran Moral, dasar Etika Bermasyarakat

Kesadaran moral juga berfungsi sebagai pengendali perilaku, sedemikian rupa sehingga seseorang mampu berperilaku jujur menurut moralitas bersyukur (ketika memperoleh sesuatu), bersabar (ketika mendapat ujian hidup) dan berikhlas (ketika harus kehilangan). Sistem nilai adalah suasana moralitas manusia yang harus dipertanggung - jawabkan secara etis di sepanjang kehidupan. Di dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang harus berpedoman pada norma -norma etika, menurut kesadaran moral, karena mereka akan selalu diperhadapkan dengan masalah hak dan kewajiban. Jadi, kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan memfungsikan segala potensi individual untuk “social eforcement”, sedangkan masyarakat difungsikan sebagai sistem proses mencapai kesejahteraan umum.

Moral dan Etika Bermasyarakat Dalam Pendidikan

Dalam kehidupan bermasyarakat terkandung sistem interaksi menyatukan dalam bentuk saling didik mendidik antara pihak yang satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bersama. Di balik fakta itu, ada keberagaman potensi individual. Di dalam pendidikan terkandung benih moral, berupa dorongan sosial setiap orang untuk saling berbuat baik. Dengan sistem hubungan ko-eksistensial saling mendidik, berarti nilai kebenaran menyebar dan berkembang sehingga kehidupan bermasyarakat menjadi dinamis ke arah kemajuan. Hal itu berarti di balik dorongan moral saling mendidik juga menunjukkan adanya keadilan sosial. Kemudian, nilai keadilan sosial itu di dalam pendidikan dikembangkan menjadi suatu sistem filsafat perilaku yaitu etika. Jadi, kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkeadilan. Oleh sebab itu, tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat.

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS VIDEO 2

Pendidikan Moral Anak Sekolah (Pendidikan Pancasila)

Dalam video ke dua ini, terdapat tindakan tidak terpuji seorang siswa terhadap gurunya. Siswa tersebut bersikap tidak sopan dengan melempar kertas kepada temannya, dan kemudian di lempar ke arah samping gurunya yang sedang menulis di papan tulis. Kemudian guru tersebut memberikan hukuman terhadap siswa tersebut, dengan menyuruh siswa tersebut untuk keluar dari kelas. Hal ini bertujuan agar siswa jera dan tidak mengulangi tindakan yang sama.

Ketika pulang dari sekolah, siswa tersebut kembali melakukan hal yang tidak terpuji lagi. Ia merokok dan minum-minum keras bersama teman-temannya. Hal tersebut diketahui oleh gurunya dan langsung dinasehati kembali.

Dari kejadian diatas, maka dapat disimpulkan bahwasanya. Pendidikan nilai dan moral amat sangat penting untuk di ajarkan kepada anak, karena nilai dan moral membentuk etika, karakter, dan moral bagi peserta didik. Pendidikan Pancasila juga membantu peserta didik dalam memahami dan menjalankan tanggung jawab sesuai dengan etika yang ada

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

HARDSKILL

Faizal (2012:27) mengemukakan bahwa: ”Hard skill adalah pengetahuan dan kemampuan teknis yang dimiliki seseorang. Pengetahuan teknis merupakan pengetahuan yang meliputi pemahaman terkait desain, keistimewaan suatu produk, mengembangkan suatu teknologi, mampu mengatasi masalah-masalah yang terjadi, serta menganalisis kegunaan produk dalam usaha untuk mengidentifikasi ide-ide baru mengenai produk maupun pelayanan tersebut”. Sehingga mengartikan bahwa hard skill merupakan penguasaan ilmu mengenai pengetahuan terhadap teknologi, dan merupakan keterampilan teknis lainnya yang berhubungan dengan bidang ilmu pengetahuannya.

Suhardjono (2014:49) mengemukakan bahwa: “Hard skill berhubungan dengan technical skill yang diterjemahkan dalam dua hal yaitu:

  1. Pure technical knowledge or functional skill, yang artinya pengetahuan teknis murni atau keterampilan fungsional.
  2. Skill to improve the efficiency of technology, that is improvement or problem solving skill”, yang artinya keterampilan untuk meningkatkan efisiensi teknologi, yaitu peningkatan keterampilan atau keterampilan dalam memecahkan masalah”

Maka dapat disimpulkan hard skill adalah sebuah pengetahuan yang seringkali digunakan sebagai penetapan untuk mengukur individu dalam hal kemampuan teknis yang bisa dilihat dari hal-hal yang dilakukannya dalam memecahkan suatu masalah. Kemampuan teknis tersebut dapat dilihat dari keahlian yang dimilikinya seperti bakat yang biasa disebut pengetahuan teknis murni dan keahlian yang dipelajari menggunakan teknologi atau dikembangkan dengan belajar dari seseorang yang sudah ahli terlebih dahulu.

SOFTSKILL

Elfindri, dkk (2011: 10) mendefinisikan soft skill sebagai keterampilan hidup yang sangat menentukan keberhasilan seseorang, yang wujudnya antara lain berupa kerja keras, eksekutor, jujur, visioner, dan disiplin. Untuk lebih lanjutnya yaitu bahwa soft skill merupakan keterampilan dan kecakapan hidup yang harus dimiliki baik untuk sendiri, berkelompok, atau bermasyarakat, serta berhubungan dengan Sang Pencipta. Soft skill sangat diperlukan untuk kecakapan hidup seseorang. Aribowo dan Sailah (2008:17) mengemukakan bahwa: “Soft skill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri). Dari definisi yang telah disebutkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa soft skill pada dasarnya merupakan kemampuan yang sudah melekat pada diri seseorang,namun hal itu dapat dikembangkan dengan maksimal dan digunakan untuk kebutuhan dalam dunia pekerjaan sebagai pelengkap dari kemampuan hard skill.