Posts made by MAE LISA INDRIYANI 2253053014

Nama: Mae Lisa Indriyani
NPM: 2253052014

Judul video: Etika dan moral dalam keluarga dan pembelajaran daring oleh SMAN 1 Pandeglang

Era globalisasi sekarang ini kita mengalami perubahan yang sangat signifikan di mana kita bisa melihat negara lain ataupun kita bisa melihat orang lain tanpa bertemu sehingga dapat memunculkan dampak negatif dan positif bagi kita sebagai generasi muda kita harus dapat menerapkan perilaku yang baik dalam lingkungan sosial Pentingnya pendidikan untuk anak sekolah dasar, pendidikan untuk mengembangkan perilaku dan menambahkan pengetahuan, pendidikan moral bertujaun untuk perilaku yang baik adat istiadat dan aturan dalam bertingkah laku dan mengambil keputusan yang baik. Tiga persamaan etika nilai dan moral mengatur perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang kedua prinsip atau aturan hidup manusia ketiga bukan faktor keturunan keluarga sangat berperan penting untuk mengatur nilai dan moral dalam peserta didik bertingkah laku.

Contohnya seperti tidak pamit dan mencium tangan kepada orang tua sebelum pergi keluar rumah, tidak meminta maaf kepada orang tua bila melakukan kesalahan, tidak membantu ibu dalam melakukan pekerjaan rumah, tidak bertutur kata dengan lembut dan sopan kepada orang tua membantah perintah orang tua, tidak saling menghormati dan menghargai berbohong kepada orang tua, tidak Mendengarkan nasehat orang tua. Dalam pengembangan etika dan moral perlu adanya dukungan dari pendidikan salah satunya sekolah sekolah merupakan aspek terpenting dalam menanamkan etika dan moral karena ada tata tertib yang mengatur perilaku siswa di sekolah.

Tata cara berperilaku dalam Pembelajaran daring, seperti mengucapkan salam, menyapa guru dan teman-teman lainnya. Contoh etika yang baik dalam pembelajaran daring, pilih waktu yang tidak menganggu ibadah, istirahat dan tidak terlalu malam. menggunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomunikasi dengan guru. Memperkenalkan diri secara lengkap tanpa samaran. Sampaikan tujuan dengan jelas tanpa bertele+tele. Menggunakan identitas yang jelas saat menghubungi guru atau dosen. Menggunakan foto asli saat menghubungi dosen.
Nama : Mae Lisa Indriyani
NPM : 2253053014

Judul Artikel Jurnal: Pendidikan moral di sekolah
Penulis oleh: Rukiyati

Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Keluarga, sekolah, masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek yaitu pendidik materi metode dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.

Sekolah merupakan lingkungan mikrosistem. Karena mempunyai pengaruh yang kuat dan dapat dilihat secara langsung dalam direset subjek pendidik. Sekolah yang baik adalah sekolah yang lebih peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu. Pendidik berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang thief dalam masyarakat yang demokratis sesuai dengan tujuan dari undang-undang nomor 2 tahun 2003 tentang sistem didikan nasional guru bertugas untuk meningkatkan keimanan ketakwaan serta akhlak yang mulia dalam diri peserta didik.

Metode pendidikan moral yaitu inkulkasi atau penanaman nilai metode ini dapat dilaksanakan dalam pembelajaran moral di sekolah maupun di dalam keluarga dengan berbagai cara. Program pendidikan moral dengan cara inkulkasi dimulai dengan mengidentifikasi cara penilaian apa yang diharapkan akan tertanam dalam diri setiap peserta didik, seperti membaca buku sastra dan non fiksi dapat menjadi salah satu cara ampuh untuk menanamkan nilai-nilai dan moralitas dalam diri peserta didik.

Metode keteladanan merupakan bentuk mengasah kepekaan moral yang digunakan oleh masyarakat religius tradisional dan digunakan pula oleh masyarakat modern sekarang ini orang tua dan guru merupakan sosok yang harus memberikan kepadanya baik kepada peserta didik.
1. Metode klasifikasi nilai seberapa jauh suatu moral terima oleh anak sangat ditentukan oleh anak itu sendiri pendekatan klasifikasi nilai adalah satu contoh untuk memberikan kebebasan untuk anak menentukan lain-lainnya indonesia setinggi klasifikasi nilai telah diperkenalkan sejak tahun 1980 dan banyak para pendidik yang mengkritik dan menolaknya misalnya anak dibiarkan tidak mendirikan shalat sebelum anak sadar akan pentingnya sholat jika dibiarkan maka dikhawatirkan anak tidak akan makan salat sampai iya dewasa.
2. Metode fasilitasi nilai di mana pendidikan pihak sekolah memberikan berbagai fasilitas yang dapat digunakan siswa agar dapat merealisasikan nilai-nilai moral dalam jaringan baik secara individu maupun kelompok.
3. Metode keterampilan nilai dan moral diwujudkan dimulai dari dengan pembiasaan kantin kejujuran misalnya jika pembiasan itu ditingkatkan secara lama-kelamaan maka peserta didik dapat merancang dirinya berbagai tindakan moral yang akan diwujudkan sebagai suatu komitmen diri.
4. Evaluasi pendidikan moral untuk mengetahui ke tercapai yang tujuan tujuan pendidikan meliputi tiga kawasan yaitu penalaran perasaan dan perilaku.
Nama : Mae Lisa Indriyani
Npm : 2253053014

Judul Jurnal: Proses pendidikan nilai moral adi human penghargaan sebagai upaya mengatasi kenakalan anak remaja
Penulis oleh: Fahrudin

Anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran pelanggaran moral maka perlu adanya pembinaan nilai moral sejak dini kepada anak anak dalam keluarga. Dengan keluarga merupakan tempat dimana anak-anak dibesarkan agar anak-anak memiliki nilai moral yang baik. pertama harus ditanamkan kepada anak-anak adalah nilai-nilai keimanan supaya anak-anak memiliki iman yang kuat, proses pembinaan mewarnai keimanan yang harus ditanamkan kepada kanak-kanak bersamaan dengan itu anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral itu sendiri, seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, berkawan dengan baik, dab lainnya. Kepada anak-anak juga ditanamkan sifat yang baik seperti ini kejujuran, keadilan, hidup sederhana, sabar dan lain-lainnya.

Faktor-faktor yang menyebabkan kemerosotan moral, yaitu sebagai berikut:
1. Kurangnya tertanam nya dinilai kemana pada anak-anak.
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat.
3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut semestinya baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik.
5. Diperkenalkan nya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil.
6. Banyaknya tulisan-tulisan gambar-gambar sirait siaran siaran kasihan yang kesenian dan tidak mengindahkan dalam bahasa dan terkeren moral.
7. Kurang adanya pembinaan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan membawa kepada pembinaan moral.
8. Tidak ada atau kurangnya mereka markas pembinaan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda pemuda.
9. Pengaruh westernisasi yaitu berupa yahudinisa dan kristenisasi.

Lalu bagaimana proses pendidikan nilai fan moral untuk mengatasi kenakalan remaja dalam keluarga. Pembinaan agama yang dapat ditanamkan kepada anak-anak sebagai berikut, 1) Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak, 2) Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak. Orang tua harus memerhatikan pendidikan moral serta tingkah laku anak-anak. Karena, pendidikan yang diterima oleh anak dari orang tuanya, baik dalam pergaulan hidup maupun dalam cara mereka berbicara, bertindak, bersikap, dan lain sebagainya akan menjadi teladan atau pedoman yang akan ditiru oleh anak-anak, 3) Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis khususnya hubungan ibu dan bapak dan anggota lainnya, sehingga pergaulan dan kehidupan mereka dapat menjadi contoh bagi anak-anak, terutama anak yang belum berumur 6 tahun di mana mereka belum memahami kata-kata dan simbol yang abstrak.
Nama : Mae Lisa Indriyani
NPM : 2253053014

Menurut tanggapan saya perbedaan kriteria nilai hardskill dan softskill bergantung pada penggunaan atau kebutuhan nya, jika kita ingin melamar suatu pekerjaan maka akan dilihat dari segi hardskill sebagai acuan utama dan softskill sebagai pendamping, jika kita menempatkan hardskill pada kehidupan umum seperti bersekolah, jenjang kuliah dll nya maka sangat bagus tetapi penggunaan nya yang masih belum terlalu dibutuhkan. penggunaan softskill dalam jenjang pendidikan sangat diperlukan karena semua bentuk kegiatan membutuhkan public speaking yang memadai, manajemen waktu, networking dll dalam lingkung pertemanan sosial. Penggunaan hardskill diperlukan jika kita terjun langsung dalam bidangnya, misalnya mampu berbahasa asing, penggunaan alat komputer yang memadai dan lainnya.
Nama: Mae Lisa Indriyani
NPM: 2253052014

Judul: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Penulis Oleh: Lia Yuliana, M.Pd

Pendidikan moral diberikan di berbagai macam lembaga pendidikan, salah
satunya di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD atau usia pra sekolah adalah masa di mana anak belum memasuki pendidikan formal. PAUD merupakan basis pembentukan karakter moral manusia, sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar selanjutnya dapat menjadi warga negara yang baik. Moral merupakan pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Pendidikan moral perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini, sebab usia dini merupakan saat yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak.. Dari pendapat di atas, moral dimaksudkan masih sebagai seperangkat ide, nilai, ajaran, prinsip, atau norma. Pendidikan moral perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini, sebab usia dini merupakan saat yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak.. Dari pendapat di atas, moral dimaksudkan masih sebagai seperangkat ide, nilai, ajaran,
prinsip, atau norma.

Menurut Henry Hazlitt ( 2003: 32) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa di dalam moral yang
menjadi tolak ukur suatu perbuatan itu bernilai baik atau buruk adalah adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat. Menurut Isjoni, 2009: 19-24, Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Anak usia dini merupakan anak yang berusia 0-6 tahun.

Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini, Sebagai berikut;
1. Metode Bermain
Melalui metode bermain karena dengan bermain anak-anak untuk mampu bersosialisasi dengan orang lain. Bermain memberikan kesenangan kepada anak-anak, mereka dapat menuangkan imajinasi yang ada di pikiran secara bebas melalui bermain.
2. Metode Bercerita
Melalui cerita dapat menyampaikan pesan-pesan atau informasi moral yang dapat menambah pengetahuan anak tentang nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat.
3. Metode Pemberian tugas, dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Secara individu dapat melatih kesabaran seorang anak, mengajari untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah menjadi tugasnya, dan belajar untuk menaati aturan yang telah disepakati bersama. Secara kelompok mendorong anak untuk selalu bekerja sama, dan
Menumbuhkan kemauan anak untuk bersosialisasi dengan orang lain.
4. Metode Bercakap-cakap
Melalui bercakap-cakap pendidik mengajarkan aturan, nilai, dan norma yang berlaku di masyarakat, agar anak dapat menjalin hubungan dan dapat diterima oleh lingkungan sosial sekitar dengan baik.

Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini, dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu persiapan kegiaran pembelajaran dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Persiapan dengan media pembelajaran yang digunakan dalam penanaman nilai-nilai dan menggunakan buku pegangan sebagai acuan penanaman pendidikan moral. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang hanya terdiri pendahuluan, isi, dan penutup kegiatan.