Kiriman dibuat oleh Dwi Harianti 2213053295

Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 2 F
Prodi : PGSD

1.Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?

Jawab : Setelah membaca artikel yang membahas tentang isu hak asasi manusia, kita dapat memahami bahwa masih banyak tantangan dan hambatan dalam penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Beberapa tantangan yang dihadapi termasuk ketidakadilan, diskriminasi, penggunaan kekerasan, dan kurangnya perlindungan bagi kelompok minoritas atau masyarakat yang rentan. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk memperjuangkan hak-hak tersebut dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hak asasi manusia.
Namun, di sisi lain, kita juga dapat melihat beberapa hal positif dalam upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah adanya lembaga-lembaga yang bertugas untuk melindungi dan memperjuangkan hak asasi manusia, seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang aktif dalam mengawasi pelanggaran hak asasi manusia. Selain itu, kita juga dapat melihat adanya perubahan dalam sikap dan kesadaran masyarakat terhadap hak asasi manusia, yang semakin meningkat seiring dengan semakin mudahnya akses informasi dan penyebaran gagasan tentang hak asasi manusia melalui media sosial dan internet.
Dalam kesimpulannya, penegakan hak asasi manusia adalah suatu hal yang sangat penting dalam pembangunan sebuah negara. Kita harus terus memperjuangkan dan menegakkan hak asasi manusia, dan mengatasi tantangan dan hambatan yang dihadapi. Hal ini harus dilakukan secara terus-menerus agar hak asasi manusia dapat diperjuangkan dan dipenuhi untuk semua orang tanpa terkecuali.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?

Jawaban: Demokrasi Indonesia memiliki akar dari nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia yang kaya dan beragam. Nilai-nilai seperti musyawarah untuk mufakat, gotong royong, toleransi, dan kebersamaan yang telah ada dalam masyarakat Indonesia sejak dahulu kala, sekarang menjadi ciri khas demokrasi Indonesia. Nilai-nilai ini memungkinkan masyarakat Indonesia untuk saling bekerja sama, membangun konsensus, dan mencapai keputusan yang terbaik untuk kepentingan bersama. Prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa merupakan perwujudan dari keyakinan mayoritas masyarakat Indonesia dalam kepercayaan terhadap Tuhan. Hal ini tercermin dalam pembukaan UUD 1945 yang mengakui keberadaan Tuhan sebagai dasar negara. Prinsip ini sebenarnya bukan hanya bersifat agama tetapi juga mengandung nilai-nilai moral dan etika yang mencerminkan rasa hormat dan penghormatan terhadap kehidupan dan kesatuan bangsa Indonesia.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?

Jawaban: Demokrasi yang ada di Indonesia dianggap liberal dan kebablasan. Mekanisme demokrasi di Indonesia dipertanyakan banyak kalangan karena dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Praktik demokrasi menjadi perdebatan seru di Indonesia karena selama ini demokrasi memang menjadi isu yang fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Demokrasi dianggap sebagai sistem yang paling baik di antara sistem yang ada. Demokrasi tanpa kebijaksanaan pasti mendatangkan bencana bagi rakyatnya. Kebijaksanaan dalam ini lebih mengedepankan prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan. Pemimpin kebijaksanaan tidak lain adalah asas trias politica dengan puncaknya Pancasila. Akibatnya, tanpa kebijaksanaan akan menimbulkan anarkisme atas demokrasi yang dipaksakan. Demokrasi yang terjadi bukan hanya untuk `menang-menang`-an atau suara terbanyak. Namun, ada hal lain yang lebih fundamental yakni kesejahteraan dan keadilan sosial.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

Jawaban: Apabila anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat akan menyebabkan masyarakat krisis kepercayaan terhadap parlemen pemerintah. Menurut saya masyarakat jangan hanya berdiam diri, krisis kepercayaan tersebut harus di sertai dengan tindakan menyuarakan pendapat terkait ketidakpuasan terhadap pemerintahan tersebut. Oleh karena itu masyarakat harus bersikap aktif untuk mendorong transparansi, akuntabilitas, dan responsivitas dalam proses politik.

5. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

Jawaban: Menurut saya tindakan tersebut adalah tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Tindakan yang dilakukan sudah melanggar HAM, karena penguasa bertindak tidak sesuai dengan kepentingan rakyat melainkan demi kepentingan pribadi dengan mengandalkan jabatan yang dimiliki.
Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 2 F

Laporan Progres minggu ke-1
Sejak tugas diberikan, kelompok kami sudah membuat surat tugas untuk observasi dan sedang menunggu untuk di tandatangani. Sembari menunggu surat ditandatangani, kami mengumpulkan beberapa pertanyaan tambahan untuk wawancara nantinya.