Posts made by Dwi Harianti 2213053295

Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 3 F

Analisis Video 1

Pentingnya Pendidikan Moral Untuk Anak Sekolah Dasar

Pendidikan moral merupakan sebuah proses yang dilakukan guna membentuk atau menanamkan nilai baik kepada seseorang untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral ini penting dilakukan atau diberikan kepada anak sekolah dasar karena dengan pendidikan moral tersebut, anak - anak akan dapat berperilaku sesuai dengan aturan yang berlaku.

Penyebab menurunnya moral pada anak:
1. Perundungan di sekolah
perundungan yang dimaksud dalam konteks ini adalah segala jenis perundungan baik secara mental ataupun fisik.
2. Kekerasan secara fisik di keluarga
kekerasan yang dialami anak dirumah juga berpengaruh terhadap moral anak karna pasti anak merasa benci dan tidak mau menuruti perintah orang tuanya.

Peran orangtua dan guru
Orangtua : memiliki peranan penting untuk terbentuknya moral yang baik,orangtua juga merupakan model dalam perkembangan moral anak karena anak meniru tingkah laku orangtuanya.
Guru : berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 3

by Dwi Harianti 2213053295 -
Nama : Dwi Harianti 
NPM   : 2213053295
Kelas   : 3 F


Setiap negara pasti mempunyai kondisi yang berbeda seperti kebudayaan, ekonomi, penduduk, sampai watak para masyarakatnya pasti berbeda. Oleh karena itu, sistem pendidikan di setiap negara itu berbeda. Dengan negara Jepang menjadi negara dengan pendidikan yang terbaik. Berikut perbedaan pendidikan dasar Jepang dan Indonesia:

1. Diajarkan kebersihan sejak dini
Di dalam kurikulum Jepang, peserta didik diajarkan untuk menjaga kebersihan, bahkan sekolah di Jepang tidak mempunyai petugas kebersihan, karena tanggung jawab tersebut sudah di bebankan ke peserta didik. Berbeda dengan kesadaran akan kebersihan di Indonesia yang masih minim, hal itu karena arahan mengenai menjaga kebersihan sejak dini di sekolah masihlah minim.

2. Makan Bersama
Semua sekolah di Indonesia memiliki kantin, pada sekolah Jepang anak anak disiapkan makanan dan cara mereka makan, kegiatan makanan dilakukan secara bersama sama sebagai bentuk untuk mempererat huhungan kerja sama anatara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru.

3. Mata Pelajaran sedikit
Indonesia terkenal dengan mata pelajaran yang banyak dan berulang disetiap minggunya, sedangkan di Jepang mata pelajarannya hanya sedikit dan tidak ada mata pelajaran yang diulang setiap minggunya.

4. Pendidikan karakter
Pendidikan di Indonesia diwarnai dengan berbagai ujian. Sedangkan pendidikan dasar jepang tidak melibatkan ujian dalam 3 tahun pertama. Para siswa akan difokuskan pada pendidikan karakter.

5. Membaca buku
Indonesia memiliki minat baca yang rendah, yang disebabkan karena kurang dibiasakan untuk membaca buku di sekolah. Sedangkan jepang, membiasakan para siswa untuk membiasakan membaca selama 10 menit, itu sebabnya mereka memiliki minat baca yang tinggi.

6. Perlengkapan sekolah
Di indonesia, tidak terlalu memperhatikan perlengkapan sekolah siswa. Siswa mengenakan perlengkapan yang berbeda. Sedangkan di jepang, perlengkapan sekolah sangat diperhatikan, siswa mengenakan perlengkapan yang sama agar tidak menimbulkan kesenjangan.

7. Seragam Sekolah
Di indonesia memiliki banyak seragam sekolah. Sedangkan di Jepang, siswa hanya memakai satu seragam sekolah.
Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 3 F

Analisis Video 2

"Potret Pendidikan di Dusun Terpencil."

Dalam video tersebut menjelaskan mengenai Siswa SD Negeri Glak, Kabupaten Sikka yang memerlukan perhatian dari pemerintah. Sekolah yang terletak di Dusun tersebut terpaksa melakukan Kegiatan Belajar mengajar di teras kelas. Teras terpaksa dipakai karena keterbatasan ruang kelas. Bahkan ruang perpustakaan pun sekolah tersebut tidak ada.

Meski dengan keterbatasan tersebut, siswa tetap bersemangat untuk sekolah. Setiap hari mereka harus berjalan kaki hingga 2 km guna bisa belajar di sekolah. Saat masa pandemi covid-19, pemerintah aktif mengkampanyekan pembelajaran daring, sekolah ini tidak mampu melaksanakannya. Karena di wilayah ini masih belum terdapat telekomunikasi sama sekali. Pihak sekolah terpaksa melakukan kegiatan di sekolah. Pihak sekolah berharap pemerintah bisa melihat keadaan sekolah dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.
Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 3 F

Analisis Video 1

“Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan”

Relawan bernama Materncis Veronika Siregar adalah seorang relawan dari gerakan Indonesia mengajar yang ditugaskan untuk mengajar dipelosok Kalimantan Utara. Potret pemuda yg bisa dibanggakan, ia pengajar muda yg meberikan kontribusi nyata dengn meninggalkan kenyamanan yg ada untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Cita cita beliau yaitu mencerdaskan anak anak yang ada disana agar menggapai cita-cita yang mereka inginkan. Fasilitas dipelosok tersebut sangat minim, tak sedikit siswa memakai pakaian adat karena tidak ada seragam yang memenuhi. 

Pernikahan dini pada anak perempuan
Kurangnya perhatian orangtua bagi pendidikan anak. Anak-anak Tanjung Matol masih sedikit yang melanjutkan pendidikan setelah tamat Sekolah Dasar dikarenakan orangtua masih belum sadar akan pentingnya pendidikan. Anak perempuan banyak yang menikah muda di usia 12 tahun bahkan ada yang lulus SD sudah ada yang melamar.

Martencis Veronica Siregar menunjukkan kepedulian pada dunia pendidikan, terlibat dalam misi di sekolah dasar negeri di Kalimantan Utara, wilayah yang dapat dianggap terpencil. Meskipun berada di daerah terpencil, pendidikan sangat penting untuk bekal menghadapi masa depan. Ia berkata pendidikan bisa diibaratkan sebagai cahaya. Tanpa adanya cahaya memungkinkan kita untuk tersesat dalam mencari jalan. Pendidikan diibaratkan sebagai cahaya karena bisa menuntun kita ke jalan yang benar.

Dengan pendidikan yang baik diharapkan mampu membuat masyarakat di daerah tersebut agar memiliki bekal yang baik untuk masa depannya. Pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan tetapi juga sikap dan keterampilan. Cara yang dapat dilakukan untuk memotivasi belajar adalah dengan membuka wawasan masyarakat sekitar.