གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Annida Dwi Kirasti 2213053220

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 3

Annida Dwi Kirasti 2213053220 གིས-
Nama : Annida Dwi Kirasti
Npm : 2213053220
Kelas : 3F

Penanaman dan penerapan nilai-nilai moral melalui 8 fungsi keluarga
1. fungsi agama, nilai moral : keimanan, ketakwaan, kejujuran bersyukur, kepedulian, tanggung jawab, kerajinan, kesalehan, ketaatan, suka menolong, disiplin, kesabaran, dan tanggung jawab
2. fungsi sosial budaya, nilai moral: gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, dan kebanggaan
3. fungsi cinta kasih, nilai moral: empati, keakraban, keadilan pemaaf, kesetiaan, pengorbanan, suka menolong, dan bertanggung jawab
4. fungsi perlindungan, nilai moral: pemaaf, tanggap dan ketabahan
5. fungsi reproduksi, nilai moral: bertanggung jawab, kesehatan, dan keteguhan
6. fungsi sosialisasi dan pendidikan, nilai moral: percaya diri, keluwesan, kebanggaan, kerajinan, kreativitas, bertanggung jawab dan bekerja sama
7. fungsi ekonomi, nilai moral: hemat, ketelitian, disiplin, kepedulian, dan keuletan
8. fungsi pemeliharaan lingkungan, nilai moral: kebersihan dan kedisiplinan

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Annida Dwi Kirasti 2213053220 གིས-
Nama : Annida Dwi Kirasti
Npm : 2213053220
Kelas : 3F

Pendidikan moral dalam pendidikan Pancasila merupakan upaya penting untuk mengembangkan kesadaran nilai, norma, dan etika dalam diri anak. Melalui pembelajaran ini, anak diajarkan tentang prinsip-prinsip dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk toleransi, gotong royong, keadilan, demokrasi, dan rasa cinta tanah air. Pendidikan moral dalam konteks Pancasila bertujuan untuk membentuk karakter anak yang berintegritas, bertanggung jawab, dan menghargai keragaman untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan harmonis. Dengan demikian, pendidikan moral Pancasila memainkan peran penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan mampu berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

Annida Dwi Kirasti 2213053220 གིས-
Nama : Annida Dwi Kirasti
Npm : 2213053220
Kelas : 3F
Pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karena membantu membentuk nilai-nilai etika, tanggung jawab, dan sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendidikan moral, anak-anak dapat memahami pentingnya mematuhi aturan, menghormati orang lain, dan mengembangkan sikap empati yang mendasar dalam interaksi sosial mereka. Dengan demikian, pendidikan moral berperan penting dalam membentuk karakter yang baik dan membimbing anak-anak untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab.

Pendidikan moral mengenai tanggung jawab diri dalam keluarga merupakan upaya untuk membentuk kesadaran individu terhadap peran pentingnya dalam keluarga. Hal ini melibatkan kesadaran akan tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan dan kesejahteraan keluarga, serta menghormati anggota keluarga lainnya. Melalui nilai-nilai seperti empati, kerjasama, komunikasi yang baik, dan kesadaran akan nilai-nilai kebaikan, individu diajarkan untuk menjadi anggota keluarga yang bertanggung jawab dan terlibat aktif dalam membangun hubungan yang sehat dan positif.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Annida Dwi Kirasti 2213053220 གིས-
Nama : Annida Dwi Kirasti
Npm : 2213053220

Pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini agar karakter anak dapat berkembang dengan potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak.

Pengertian Moral

Moral sebagai tingkah laku hidup manusia yang mendasarkan pada kesadaran bahwa ia terikat oleh keharusan untuk mencapai yang baik, sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam lingkungannya. Pendidikan moral perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini, sebab usia dini merupakan saat yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak. Dari pendapat di atas, moral dimaksudkan masih sebagai seperangkat ide, nilai, ajaran, prinsip, atau norma. Akan tetapi lebih konkret dari itu, moral juga sering dimaksudkan sudah berupa tingkah laku, perbuatan, sikap atau karakter yang didasarkan pada ajaran nilai, prinsip atau norma.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa pendidikan moral bukan sesuatu yang dapat ditambahkan atau boleh dikaitkan pada pendidikan begitu saja, melainkan sesuatu yang hakiki dan bahkan menduduki tempat yang amat sentral dan strategis dalam pendidikan sehingga perlu dirancang secara khusus agar dapat mentransferkan makna pendidikan nilai moral yang hakiki menuju peradaban bangsa.

Nilai-Nilai Moral

Menurut Henry Hazlitt mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang.

Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini

Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat diselenggarakan melalui Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan sebelum jenjang Sekolah Dasar. Media pembelajaran yang dipergunakan dalam penanaman nilai-nilai moral terdiri dari media pembelajaran sederhana dan media pembelajaran tradisional dan alat permainan edukatif . Menggunakan buku pegangan sebagai acuan untuk mengajarkan pendidikan moral, menggunakan segala macam buku yang berkaitan dengan pendidikan moral untuk anak usia dini. Salah satu buku yang digunakan adalah buku tentang metode pengembangan moral dan nilai agama.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Annida Dwi Kirasti 2213053220 གིས-
Nama : Annida Dwi Kirasti
Npm : 2213053220

Dalam konteks persoalan nilai-nilai moral, yang dapat dilakukan oleh guru adalah penanaman nilai-nilai moral. Penelitian ini berupaya mengungkapkan penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Dalam melakukan observasi, peneliti bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat dalam penanaman nilai-nilai moral pada siswa.

Pertama, guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa dengan cara menyisipkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan ke semua mata pelajaran yang diajarkan. Kedua, siswa kebanyakan tidak berbohong kepada guru karena menanamkan nilai kejujuran.

Sehingga bangsa ini butuh kembali menanamkan nilai-nilai moral yang dimiliki bangsa ini. Kemerosotan moral generasi muda, perlu penanganan yang lebih intensif dimana kita perlu menanamkan nilai moral sedini mungkin. Pendidikan moral merupakan salah satu pendekatan yang dianggap sebagai gerakan utama dalam penanaman nilai moral pada anak.

Sedangkan nilai menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah «sifat-sifat yang penting atau berguna bagi kemanusiaan». Jadi penanaman nilai adalah menanamkan sifatsifat yang penting atau berguna bagi kemanusiaan«. Baik, buruk, bagus, jelek, pantas, wajar, sopan, kurang ajar, berguna, mubazir, seharusnya begini atau begitu, ataupun terlarang, itu semua merupakan nilai-nilai yang ditanamkan kepada seseorang oleh lingkungannya, hal ini yang membentuk cara pandang dan sikap hidup. Kebiasaannya dengan nilai-nilai itu menumbuhkan suatu tabiat, kemudian tabiat itu memancarkan tindakan laku dan perbuatan melalui kemauan.

Demikianlah kebudayaan berasaskan pandangan atau sikap nilai. Kebudayaan dikendalikan oleh tata nilai yang hidup dalam masyarakat.

Masuknya Budaya Westernisasi

Peneliti mengumpulkan data mengenai penanaman nilai-nilai moral pada siswa melalui observasi dan wawancara. Karena dengan belajar di tempat-tempat seperti diatas, maka akan berkesinambungan ilmu yang di dapat, nilia-nilai moral yang ditanamkan melalui pelajaran agama sangatlah banyak. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru menanaman nilai-nilai moral dilakukan dengan cara menanamkan disetiap mata pelajaran yang diajarkan, baik berupa nasehat, teguran ataupun tingkah laku guru yang menjadi contoh panutan mereka. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak berbohong kepada guru dikarenakan sudah menanamkan nilai-nilai kejujuran dan mengetahui konsekuensinya apabila hal tersebut dilakukan.

Dan hasil wawancara dan observasi guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa Karena secara keseluruhan dari observasi menunjukkan 64% adalah ya. Sedangkan yang tidak menanamkan nilai-nilai moral 36%. Untuk memudahkan peneliti dalam menyimpulkan maka pengamatan di atas dibuat kedalam nilai-nilai moral yang banyak ditanamkan dan nilai-nilai moral yang tidak banyak ditanamkan. Nilai moral yang banyak ditanamkan yaitu kebiasaan berdoa sebelum memulai pelajaran, tidak membedakan siswa yang pintar dan kurang pintar, mengajarkan saling menghargai perbedaan pendapat, mengajarkan melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya, mengajarkan sikap berani dan sportif, dan mengajarkan pentingnya pembagian tugas piket secara bergiliran.

Sedangkan untuk nilai-nilai moral yang tidak banyak ditanamkan yaitu mengajarkan sikap baris-berbaris yang tertib, tidak membedakan perlakuan antara siswa laki-laki dan perempuan saat pembelajaran, mengajarkan mengoreksi hasil ulangan/soal secara jujur, dan mengajarkan menjaga lingkungan hidup. Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa melalui semua mata pelajaran, dengan cara menyisispkan nilainilai moral tertentu, ataupun guru itu sendiri yang menjadi contoh panutan karena jika guru memberikan contoh yang konkret kepada siswa maka akan lebih cepat untuk diterima. SD Negeri Lampeuneurut sudah menanaman nilai-nilai moral kepada siswanya, nilai-nilai yang ditanamakan adalah nilai agama .

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Guru di SD

Negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan. Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya. Pembelajaran Nilai-karakter.

Tantangan pendidikan di Era Globalisasi, ,. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Metode Penelitian. Dasar Konsep Pendidikan Moral.