Nama: Yuda Kristian Lumban Raja
NPM: 2213053260
Identitas Jurnal
Nama Jurnal:Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim
Judul Jurnal:PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Nama Penulis: Fahrudin
Tahun Terbit: 2014
Vol, No: Vol. 12 No. 1
Abstrak Jurnal: Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran
moral, maka perlu adanya pembinaan nilai moral sejak dini kepada anak-anak dalam
keluarga. Lingkungan keluarga merupakan tempat di mana anak-anak dibesarkan dan
merupakan lingkungan yang pertama kali dijalanai oleh seorang anak di dalam mengarungi
hidupnya, sehingga apa yang dilihat dan dirasakan oleh anak-anak dalam keluarga akan
dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak.
Pendahuluan: Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena
anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum
mengenal masyarakat yang lebih luas. Di samping itu keluarga dikatakan sebagai
peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya
Landasan teori: Pendidikan yang diterima anak dalam
keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti
pendidikan selanjutnya di sekolah (MI.Soelaeman, 1978:23)
Tujuan Jurnal: tujuan yang diharapkan
diperoleh dari pembahasan makalah ini yaitu untuk mengetahui proses pendidikan
nilai moral di lingkungan keluarga agar anak-anak terhindar dari penyimpangan
moral.
Metode Jurnal: -
Pembahasan:
PERANAN KELUARGA BAGI ANAK-ANAK
Keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama, pertama karena keluarga
merupakan lingkungan awal sebelum anak itu mengenal luar dan utama karena
keluarga menjadi lingkungan sosial dan emosional dimana hal itu sangat
memberikan kualitas pengalaman sehingga menjadi faktor determinan untuk
pembentukan kepribadian seorang anak.
Menurut M.I Silaeman (1978: 84), fungsi keluarga itu ada delapan jenis, yaitu:
(1) fungsi edukasi, (2) fungsi sosialisasi, (3) fungsi proteksi, (4) fungsi afeksi, (5)
fungsi religius, (6) fungsi ekonomi, (7) fungsi rekreasi, (8) fungsi biologis.
Berdasarkan kepada beberapa fungsi keluarga di atas terlihat bahwa salah satu
fungsi keluarga ialah fungsi pendidikan. Hal ini berarti bahwa orangtua sebagai
pendidik pertama dan utama mempunyai kewajiban dalam memberikan pendidikan
kepada anak-anaknya termasuk pendidikan nilai moral.
PERANAN NILAI MORAL BAGI ANAK-ANAK
Dengan demikian pengertian moral dapat dipahami dengan
mengklasifikasikannya sebagai berikut:
1. Moral sebagai ajaran kesusilaan, berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan
tuntutan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan meningalkan perbuatan
jelek yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dalam suatu masyarakat.
2. Moral sebagai aturan, berarti ketentuan yang digunakan oleh masyarakat untuk
menilai perbuatan seseorang apakah termasuk baik atau sebaliknya buruk.
3. Moral sebagai gejala kejiwaan yang timbul dalam bentuk perbuatan, seperti
berani, jujur, sabar, gairah dan sebagainya Sofya Sauri, 2010: 34).
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEMEROSOTAN
MORAL
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat
3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah
tangga, sekolah maupun masyarakat.
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik.
5. Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti
hamil.
6. Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-
kesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral.
7. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang (leisure time) dengan
cara yang baik, dan yang membawa kepada pembinaan moral.
8. Tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi
anak-anak dan pemuda-pemuda.
9. Pengaruh westernisasi, yaitu berupa yahudinisasi dan kristenisasi.
PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL UNTUK MENGATASI
KENAKALAN REMAJA DALAM KELUARGA
Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan nilai moral
bagi anak-anaknya, termasuk nilai dan moral dalam beragama. Seperti yang telah
dijelaskan di atas, bahwa keluarga mempunyai fungsi religious, artinya keluarga
berkewajiban memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lainnya
kepada kehidupan beragama. Untuk melaksanakannya, orang tua sebagai tokoh-
tokoh inti dalam keluarga itu terlebih dulu harus menciptakan iklim religius dalam
keluarga itu, yang dapat dihayati seluruh anggotanya, terutama anak-anaknya.
Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran moral
dalam kehidupannya sehari-hari, maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini
dalam keluarga.
Kesimpulan:
Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pendidikan nilai moral
keagamaan, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima
pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada
anak, di antaranya:
(1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak,
(2)
lingkungan masyarakat yang kurang baik,
(3) Pendidikan moral tidak berjalan
menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat,
(4) Suasana rumah
tangga yag kurang baik,
(5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat-
alat anti hamil,
(6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak
sejalan dengan nilai-nilai moral,
(7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu
luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral,
(8)
Kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak.