Kiriman dibuat oleh Yuda Kristian Lumban Raja

PKn SD 4J -> TUGAS

oleh Yuda Kristian Lumban Raja -

Nama: Yuda Kristian Lumban Raja

NPM: 2213053260


Menurut Bruner (dalam Degeng, 1989) mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah preskriptif dan teori belajar adalah deskriptif. Preskriptif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menerapkan metode pembelajaran yang optimal, sedangkan deskriptif karena tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses belajar. Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan diantara variabel-variabel yang menentukan hasil belajar. Sedangkan teori pembelajaran sebaliknya, teori ini menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi upaya mengontrol variabel-variabel yang dispesifikasi dalam teori belajar agar dapat memudahkan belajar


Contoh Teori Belajar: 

Teori belajar behavioristik adalah teori belajar yang menitikberatkan pada perubahan tingkah laku dari peserta didik yang terjadi akibat dari interaksi antara dorongan dan respons.

Teori belajar behavioristik menganggap tingkah laku manusia berhubungan erat dengan rangkaian stimulus-respons atau interaksi antara dorongan dan respons.

Contoh Teori Pembelajaran: Salah satu contoh teori pembelajaran adalah Teori elaborasi yang dihasilkan dari pengujian keefektifan strategi pengorganisasian pengajaran

PKn SD 4J -> Forum Diskusi

oleh Yuda Kristian Lumban Raja -
Nama: Yuda Kristian Lumban Raja
NPM: 2213053260

Civic participation adalah partisipasi kewarganegaraan yang merupakan tujuan dari PPKn dalam mewujudkan generasi yang demokratis. Hakikat dari PPKn adalah memantapkan pengembangan peserta didik dalam dimensi kesadaran sebagai warga negara (civic literacy), komunikasi sosial kultural kewarganegaraan (civic engagement), kemampuan berpartisipasi sebagai warga negara (civic skill and participation), penalaran kewarganegaraan (civic knowledge), dan partisipasi kewarganegaraan secara bertanggung jawab (civic participation and civic responsibility). 

Strategi guru menanamkan civic partisipan 
pada pembelajaran PKn adalah dengan 
menggunakan metode pembelajaran yang 
membuat siswa aktif serta turut serta 
berusaha untuk mencari langsung jawaban 
dari soal atau pertanyaan yang diberikan 
oleh guru. Cara yang biasa digunakan guru 
untuk melatih agar siswa memiliki civic 
partisipan tersebut yakni dengan memberikan 
tugas-tugas yang mengharapkan siswa 
untuk mencari dan menganalisis secara 
mendalam pertanyaan yang diberikan oleh 
guru, biasanya tugas tersebut diselesaikan 
secara berkelompok, kemudian akan 
dipresentasikan oleh masing-masing secara 
bergantian. Kemudian, dampak dari cara 
mengajar yang tidak hanya sekedar 
ceramah seperti ini berefek pada civic partisipan
yang dimiliki oleh siswa, seperti dalam 
kelas siswa lebih terlibat aktif dalam proses 
pembelajaran, selanjutnya siswa juga lebih 
mampu bertanggungjawab untuk 
menciptakan suasana kelas yang kondusif, 
dan siswa juga semakin terlatih untuk 
memiliki wawasan yang luas ketika 
menyampaikan pendapat tentang tugas 
yang diberikan oleh guru. Tujuannya untuk 
membiasakan siswa bertanggungjawab 
dalam memahami, mencari informasi serta 
mengemukakan pendapat di kelas. 
Tentunya dalam strategi pembelajaran ini 
dilakukan dengan langkah-langkah yang 
tersistematis, dan biasanya diselesaikan 
secara berkelompok.

PKn SD 4J -> Tugas 2

oleh Yuda Kristian Lumban Raja -
Nama: Yuda Kristian Lumban Raja
NPM: 2213053260

Analisis Materi PKN
Pkn merupakan mata pelajaran yang bersifat multidimensial karena merupakan pendidikan nilai, moral, sosial, serta pendidikan politik tetapi yang paling menonjol adalah pendidikan nilai dan moral. Dengan memberikan pelajaran Pkn akan menumbuhkan kesadaran diri siswa tentang berperilaku yang layak untuk dilakukan. Dengan memahami Pkn siswa akan memiliki kepedulian, moral, dan norma yang diterima oleh masyarakat.
Pkn sangat mempengaruhi dalam proses kehidupan setiap siswa, sehingga harus mengunakan media dan metode yang efesien dan afektif yang akan diberikan oleh pendidik. Dengan hal tersebut materi yang disampaikan dapat dengan baik diterima oleh siswa.
Tak hanya memberikan materi saja, namun harus memberikan contoh yang relevan bagi peserta didik, yaitu guru sebagai teladan dan video edukasi yang sesuai dengan materi yang diajarkan, sehingga bisa ditiru oleh siswa dalam kehidupannya sehari-hari dengan bijak
Siswa juga harus mampu menyesuaikan perilakunya sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 yang dimana berbudi pekerti, cerdas, bermoral tinggi, terampil dan inspiratif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Materi untuk kelas rendah:
1. Hidup Rukun dalam rumah dan sekolah. Dengan memberikan materi ini siswa akan memahami betapa pentingnya hidup rukun terhadap orang sekitar
2. Nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan sejak dini, sehingga setiap perilaku dan tingkah laku mereka dapat dikontrol dengan baik
3. Pembelajaran tentang hak dan kewajiban mereka. dengan memberikan materi ini, siswa akan memahami setiap hal apa saja yang didapat dan diterima dari perilaku yang mereka lakukan
4. Memberikan materi tentang lingkungan sekitarnya, Siswa harus tahu perilaku seperti apa yang seharusnya mereka lakukan di dalam masyarakat dan dapat diterima oleh masyarakat,  baik itu tentang menghargai, saling menghormati, saling menjaga, gotong royong dan saling tolong menolong yang membutuhkan

Materi Kelas Tinggi
1. Pengenalan Budaya yang ada disekitarnya dan di Indonesia, dengan menanamkan budaya yang baik bagi peserta didik akan menciptakan perilaku yang berbudi luhur serta budayanya tidak luntur oleh masa
2. Pemahaman tentang Negara Indonesia serta Aturan-aturannya, biak UUD serta Hukum yang berlaku. Dengan memberikan materi ini, siswa akan melakukan perilaku yang sesuai dengan aturan-aturan di Indonesia, serta mereka tahu apa akibat dari perilaku yang tidak sesuai dengan aturan di negaranya
3. Materi tentang sejarah Indonesia, dengan mengetahui sejarah serta perjuangan pahlawan Indonesia akan menumbuhkan sikap nasionalisme yang tinggi bagi generasi yang akan mendatang
4. Pemahaman mengenai Hak Asasi Manusia. Dengan mempelajari materi ini, siswa mampu menjaga dan melindungi serta membatasi perilaku yang mampu mengambil hak orang lain. Contohnya seperti, siswa tidak akan melakukan korupsi dan pembullyan yang dapat berakibat fatal bagi sekitar dan negaranya

Kesimpulan: Siswa harus diajarkan materi PKN sejak dini, sehingga memiliki perilaku dan tinggah laku yang baik. PKN sangat berpengaruh bagi perilaku peserta didik, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan benar oleh peserta didik. Dengan memberikan Materi PKN ini, siswa akan memahami serta menambah wawasan serta perilaku yang baik untuk kedepannya