Nama: Yuda Kristian Lumban Raja
NPM: 2213053260
1. Pengalaman sila kesatu, Ketuhanan Yang Maha Esa
a. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
b. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup.
c. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
d. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
2. Pengalaman sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradap
a. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban anatar sesama manusia.
b. Saling mencintai sesama manusia.
c. Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa-selira.
d. Tidak semena-mena terhadap orang lain.e. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
f. Berani membela kebenaran dan keadilan.
3. Pengalaman sila ketiga peraturan Indonesia.
a. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
b. Cinta tanah air dan bangsa .
c. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia.
d. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang Bhineka tunggal .
4. Pengalaman sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
a. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
b. Tidak memaksakan kehendak pada orang lain.
c. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
d. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
e. Dengan itikat baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
f. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
g. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
5. Pengalaman sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
a. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan.
b. Bersikap adil.
c. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d. Menghormati hak-hak orang lain .
e. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
f. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
g. Tidak bersifat boros.
h. Tidak bergaya hidup mewah. Witarsa (2021:7)
Rajasa:2007 menyatakan bahwa generasi muda harus mengambangkan karakter nasionalisme melalui tiga proses yaitu yang pertama dengan pembangun karakter atau character builder generasi muda berperan membangun karakter positif bangsa melalui kemauan keras, untuk menjunjung nilai-nilai moral serta menginternalisasikannya pada kehidupan nyata. Kedua adalah pemberdaya karakter atau character enabler generasi muda menjadi role model dari pengembangan karakter bangsa yang positif, dengan berinisiatif membangun kesadaran kolektif dengan kohesivitas tinggi, misalnya menyerukan penyelesaian konflik. Dan yang terakhir adalah perekayasa karakter atau charcter engineer yaitu generasi muda berperan dan berprestasi dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan, serta terlibat dalam proses pembelajaran dalam pengembangan karakter positif bangsa sesuai dengan perkembangan zaman (Ginting, 2017).
Adapun upaya-upaya untuk menanamkan nilai pancasila:
a. Mempunyai satu agama dan tekun terhadap agama tersebut, serta tidak memaksa orang lain untuk masuk ke agamanya.
b. Harus menanamkan jiwa menghargai perbedaan yang ada dari banyaknya suku,ras,agama. Dan menjaga adab, kesopanan.
c. Mencintai tanah air dan turut serta menjaga kesatuan bangsa.
d. Mengandalkan musyawarah mufakat untuk mencapai tujuan bersama.
e. Selalu membantu orang lain yang sedang susah, mengormati hasil musyawarah, serta memperjuangkan adanya keadilan.
Memang seiring berjalannya waktu nilai pancasila tidak ada yang berubah tetapi mulai luntur karena sikap yang kurang mencintai bangsanya diiringi dengan perkembangan IPTEK. Tetapi sebagai generasi penerus harusnya tetap memfilter serta menyaring semua hal dari luar yang masuk ke dalam bangsanya.