Posts made by M. IQBAL Prayoga 2253053007

Nama : M. Iqbal Prayoga
NPM : 2253053007
Kelas : 2A

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban
Artikel ini melihat degradasi HAM di tahun 2019. Banyak persoalan yang terus berpangkal dari inkonsistensi HAM yang ada, seperti kesetaraan gender, diskriminasi, kebebasan beragama, kebebasan berekspresi, rasisme dan ketidakadilan. dan kurangnya tanggung jawab atas hak asasi manusia. Dalam latar belakang ini, langkah-langkah yang tepat harus diambil untuk memobilisasi atau menegakkan hak asasi manusia sesuai dengan hukum yang berlaku dan hukum yang ditentukan. Hal positif yang bisa saya ambil adalah saya mencari tahu apa itu isu HAM dan apa yang kurang dalam pembelaan HAM sehingga kita bisa menyadarinya dan berusaha lebih menegakkan hukum dalam peran kita. sebagai warga negara.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawaban
Nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi pancasila merupakan nilai adat dan budaya masyarakat indonesia pada umumnya. Nilai-nilai bersama mencakup begitu banyak nilai untuk membimbing kita dalam berdemokrasi, berbangsa dan bernegara. Demokrasi Indonesia dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya seperti gotong royong, solidaritas, pertimbangan dan mufakat, serta toleransi. Ini adalah aspek positif dari demokrasi yang layak adat/budaya. Namun, ada hal yang menjadi tantangan, misalnya negara Indonesia memiliki keragaman dan perbedaan budaya yang dapat menimbulkan perselisihan internal. Sebab, dalam praktiknya masih bergantung pada kepuasan beberapa pihak, atau hanya satu pihak pimpinan, untuk dipertimbangkan, yang lebih penting adalah pemisahan itu terjadi. Dogma Ketuhanan Yang Maha Esa dalam demokrasi Indonesia membuktikan bahwa Ketuhanan adalah landasan dan landasan moral penyelenggaraan negara. Dengan latar belakang tersebut, penyelenggaraan negara harus taat, konsisten dan sesuai dengan nilai dan prinsip dasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan cara ini, masyarakat diharapkan berpikir dan bertindak dengan cara yang sama sekali tidak tercela. Meminimalkan konflik pelanggaran hak asasi manusia.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawaban
Saat ini, praktik demokrasi Indonesia memasukkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Pancasila ke dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). Namun, masih terdapat tantangan dalam penerapan Pancasila dan praktik demokrasi yang sejalan dengan UUD 1945 serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawaban
Sikap saya tentu sangat mengecewakan dan saya merasa sangat miris dengan negara saya sendiri karena ini semacam pengkhianatan terhadap amanat pemilih dan dapat merusak keutuhan demokrasi. Ini juga bisa berbahaya bagi masyarakat secara umum karena kepentingannya tidak terwakili dengan baik dan pilihan politik yang dibuat tidak ada gunanya. Seorang pemimpin yang dipilih secara demokratis harus mampu menentukan kebijakan dan kegiatan yang sejalan dengan kepentingan masyarakat.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawaban
Pihak yang membangkitkan loyalitas dan emosi masyarakat dengan tujuan menjadikan masyarakat korban dari perilaku yang dipertanyakan adalah perilaku asusila. Karena mereka ingin bertindak atas nama sesuatu, ingin berakar pada tradisi atau agama, bahkan jika mereka tidak berhak mengorbankan orang untuk tujuan yang tidak jelas arahnya. Seolah-olah mereka adalah orang-orang yang baik hati dan berbudi luhur, padahal mereka hanyalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang hanya bisa bersumpah untuk melindungi rakyat. Dalam hal ini dapat dibaca bahwa konsep HAM tidak dilaksanakan dan tidak berjalan dengan baik karena masih banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang masih berkeliaran kemana hati mereka, tidak mau tahu bahwa rakyatnya mencari konsekuensi teriakan. . Hak asasi manusia: orang tidak baik-baik saja.
Nama : M. Iqbal Prayoga
NPM : 2253053007
Kelas: 2A

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Bagi saya karena kasus-kasus yang dimuat di dalamnya adalah tentang masalah serius yang mempengaruhi kedua negara. Konflik dapat berdampak negatif terhadap keamanan, stabilitas, dan hubungan bilateral negara-negara. Namun, harus ditemukan solusi yang dapat mengurangi ketegangan dan mendorong perdamaian di kawasan. Hal positif yang bisa diambil adalah bagian dari solusi.
Sisi baiknya, upaya penyelesaian konflik di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste dapat memperkuat kerja sama bilateral kedua negara. Setelah konflik berhasil diselesaikan, dimungkinkan untuk membangun hubungan yang lebih baik, meningkatkan perdagangan, pariwisata, dan kerja sama di banyak bidang lainnya. Ini dapat membawa manfaat ekonomi dan sosial bagi kedua negara dan berkontribusi pada stabilitas regional. Selain itu, keterlibatan masyarakat dan tokoh setempat dalam penyelesaian konflik juga penting. Dengan melibatkan pemangku kepentingan langsung dalam dialog, ikatan sosial dapat diperkuat, toleransi antar kelompok dapat ditingkatkan dan kepercayaan antar kelompok dapat dibangun. Kerja sama tersebut dapat melibatkan pembuatan forum atau mekanisme yang memungkinkan berbagai pihak untuk berbagi perspektif dan menemukan solusi bersama.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan Nusantara?
Menurut saya persepsi tentang nusantara sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Karena dengan terwujudnya konsep nusantara ini, kita sebagai generasi penerus bangsa dapat mengetahui keragaman dan kesatuan geografi, budaya dan politik, serta memahami pentingnya menjaga keutuhan wilayah Indonesia.
- Apa jadinya jika bangsa Indonesia tidak memiliki konsep picik, yaitu. H. kita menghadapi kehilangan kesadaran dan jati diri sebagai bangsa yang besar dan kehilangan keanekaragaman budaya? Selain itu, mungkin sulit bagi bangsa Indonesia untuk menjalin hubungan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, serta sangat sulit bagi bangsa kita untuk mempertahankan peran pentingnya di kawasan. Oleh karena itu, memahami konsep pemahaman nusantara merupakan landasan penting bagi bangsa Indonesia untuk melestarikan segala sesuatu yang ada di negara kita.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan Nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Konsep Wawasan Nusantara mencegah konflik berkepanjangan seperti Indonesia dan Timor Timur melalui konsep Wawasan Nusantara selalu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya melakukan kegiatan untuk meningkatkan persatuan dan rasa aman serta mempererat hubungan sosial. Secara tidak langsung, jika hal ini dilakukan terus menerus, persepsi kompetensi nusantara akan tumbuh dengan sendirinya dan dapat meminimalisir terjadinya konflik yang berlarut-larut.
Nama : M. Iqbal Prayoga
Npm: 2253053007
Kelas: 2A
Priodi: PGSD
Pretest

Supremasi hukum adalah upaya untuk menegakkan hukum dan menjadikannya tertinggi. Dengan membuat undang-undang, maka undang-undang dapat melindungi seluruh warga negara tanpa perlu ada pihak manapun, termasuk pemerintah, untuk campur tangan. Peran penegakan hukum berupa berbagai aturan tidak dapat diabaikan begitu saja.
Pembelaan kami adalah hukum dan ketertiban. Tujuan negara hukum adalah membuat undang-undang untuk melindungi dan menjaga stabilitas bangsa dan negara.
Dengan menempatkan hukum pada tempatnya, maka hukum dapat melindungi seluruh warga negara tanpa campur tangan pihak manapun atau pejabat pemerintah. Oleh karena itu, negara hukum tidak hanya bercirikan tersedianya aturan hukum yang mapan, tetapi harus berjalan seiring dengan kemampuan untuk mematuhi prinsip-prinsip negara hukum.
Nama : M. Iqbal Prayoga
Npm : 2253053007
Kelas : 2A

Pretest
Dalam terminologi Indonesia, ketahanan nasional dikenal dengan nama Asta Gatra, yang mencakup tiga aspek, yaitu strategi, kondisi, dan konsepsi. Ketahanan nasional merupakan cermin dari keselarasan dan keterpaduan segala aspek kehidupan nasional, termasuk ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Ketahanan nasional memiliki dimensi dan lapisan yang meliputi ketahanan ideologi, politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Hal ini tercermin dalam ketahanan individu, keluarga, wilayah, regional, dan nasional. Ketahanan nasional juga terkait erat dengan konsep bela negara, di mana setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan ketahanan nasional antara lain:
1. Aspek Ekonomi
Mencapai kesejahteraan yang merata dengan pembangunan yang berkelanjutan di seluruh wilayah.
2. Aspek Sosial Budaya
Mempertahankan nilai-nilai Pancasila dan menyaring pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia.
3. Aspek Pertahanan dan Keamanan
Menghadapi ancaman dari luar dengan ketangguhan dan kewaspadaan.
4. Aspek Ilmu Pengetahuan
Menguatkan sistem pendidikan dan teknologi.
5. Aspek Ideologi
Mengamalkan dan menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup.
6. Aspek Politik
Membangun politik yang adil dan menjalin komunikasi yang baik.

Singkatnya, ketahanan nasional merupakan kemampuan bangsa dalam segala aspek kehidupan untuk melindungi dan mempertahankan kedaulatan serta kesejahteraan bangsa.