Posts made by Nadia Ayu Nurjanah 2213053119

Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119
Kelas : 3 / i

Hardskill adalah keterampilan yang dapat diukur dengan jelas, spesifik, dan dapat diajarkan melalui pendidikan formal maupun pelatihan. Kriteria untuk menilai hardskill umumnya mencakup faktor-faktor seperti keahlian teknis, pengetahuan khusus, pengalaman kerja yang terukur, serta sertifikasi atau kualifikasi formal. Contoh kriteria hardskill adalah penguasaan bahasa asing, kemampuan komputer, keahlian dalam pemrograman, atau pengetahuan dalam bidang ilmu tertentu.

Sementara itu, softskill adalah keterampilan yang lebih berkaitan dengan aspek interpersonal, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi dalam situasi sosial. Kriteria untuk menilai softskill melibatkan faktor-faktor seperti kemampuan komunikasi verbal dan non-verbal, kepemimpinan, kerjasama tim, empati, serta kemampuan untuk mengatasi konflik. Softskill juga melibatkan karakteristik kepribadian seperti motivasi, etika kerja, dan kreativitas. Evaluasi softskill sering kali lebih subjektif dan sulit diukur secara kuantitatif dibandingkan dengan hardskill.
Judul Jurnal : Proses Pendidikan Moral di Lingkungan Keluarga sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Vol dan No : (12) dan (1)
Halaman : 41 - 54
Tahun Terbit : 2014
Penulis : Fahrudin

ANALISIS :
Dari jurnal tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa Proses pendidikan moral di lingkungan keluarga adalah upaya krusial dalam mengatasi kenakalan remaja. Keluarga berperan sebagai lembaga pertama di mana individu belajar tentang nilai-nilai, etika, dan moralitas. Dalam keluarga, anak-anak diajarkan tentang pentingnya nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kerjasama. Orang tua dan anggota keluarga lainnya memberikan contoh dan bimbingan yang penting dalam membentuk karakter anak-anak. Proses ini juga mencakup dialog terbuka yang memungkinkan remaja untuk mengemukakan pertanyaan dan dilema moral mereka, sehingga mereka dapat memahami konsep moral secara lebih mendalam. Dengan pendekatan yang kuat dalam pendidikan moral keluarga, remaja cenderung lebih mampu menginternalisasi nilai-nilai ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, membantu mengurangi perilaku kenakalan remaja dan menciptakan generasi yang lebih bertanggung jawab dan bermoral.
Judul Jurnal : Pendidikan Moral di Sekolah
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Vol dan No : (-) dan (1)
Halaman : 1 - 11
Tahun Terbit : Maret 2017
Penulis : Rukiyati

ANALISIS :
Dari jurnal tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan moral di lingkungan sekolah perlu dilaksanakan secara kolaboratif oleh seluruh anggota komunitas pendidikan, terutama guru. Hal ini bertujuan untuk mencapai pendidikan moral yang menyeluruh. Selain itu, elemen-elemen lain yang tak kalah penting dalam pendidikan moral di sekolah mencakup isi materi yang disampaikan, berbagai metode pengajaran yang digunakan, serta evaluasi yang mendalam untuk mengukur efektivitas pendidikan moral tersebut. Dengan mempertimbangkan elemen-elemen tersebut, lembaga pendidikan dengan peran sentral guru dapat merancang pendidikan moral secara lebih menyeluruh, sehingga tujuan optimalnya adalah perkembangan nilai-nilai moral dalam diri peserta didik, yang pada gilirannya akan menghasilkan generasi muda yang bermutu.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119
Kelas : 3 / i

Dalam video yang berjudul “Etika Dan Moral Dalam Keluarga Dan Pembelajaran Daring” dapat disimpulkan bahwa Etika dan moral memiliki peran yang sangat penting dalam konteks keluarga dan pembelajaran daring. Dalam keluarga, etika dan moral membentuk dasar penting bagi perkembangan karakter anak. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan anak-anak nilai-nilai moral seperti jujur, toleransi, empati, dan tanggung jawab. Ini membantu menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, di mana anggota keluarga saling menghormati dan mendukung satu sama lain. Di sisi lain, pembelajaran daring juga memerlukan etika dan moral yang kuat. Pendidik dan peserta didik harus mematuhi etika dalam menggunakan teknologi, seperti menjaga keamanan data pribadi dan menghindari plagiarisme. Selain itu, pembelajaran daring juga memungkinkan pengembangan karakter yang kuat, dengan menekankan aspek-aspek moral seperti disiplin diri, kejujuran, dan rasa tanggung jawab. Dengan demikian, etika dan moral di keluarga dan pembelajaran daring berperan krusial dalam membentuk individu yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan dunia modern.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119
Kelas : 3 / i

Dalam video yang berjudul “Menerapkan Dan Menanamkan Nilai Nilai Moral Dalam Keluarga” dapat disimpulkan bahwa terdapat 8 fungsi keluarga dalam penanaman dan penerapan nilai-nilai moral yaitu fungsi agama (didalam fungsi agama terdapat nilai moral yaitu keimanan, ketakwaan, kejujuran, bersyukur, kepedulian dll). Fungsi sosial budaya (didalam fungsi sosial budaya terdapat nilai moral yaitu gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kerja sama dll). Fungsi cinta kasih (didalam fungsi cinta kasih terdapat nilai moral yaitu empati, keakraban, keadilan, pemaar dll). Fungsi perlindungan (didalam fungsi sosial budaya terdapat nilai moral yaitu pemaaf, tanggap, ketabahan, dll). Fungsi reproduksi (didalam fungsi sosial budaya terdapat nilai moral yaitu bertanggung jawab, kebersihan, keteguhan). Fungsi sosialisasi dan pendidikan (didalam fungsi sosial budaya terdapat nilai moral yaitu percaya diri, keluwesan, kerajinan, dll). Fungsi ekonomi (didalam fungsi sosial budaya terdapat nilai moral yaitu hemat, ketelitian, disiplin, dll). Fungsi pemeliharaan lingkungan (didalam fungsi sosial budaya terdapat nilai moral yaitu kebersihan dankedisiplinan).