གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nadia Ayu Nurjanah 2213053119

Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119

ANALISIS VIDEO
Lawrence Kohlberg adalah seorang psikolog perkembangan, mengembangkan teori perkembangan moral yang terdiri dari enam tahap. Teori ini didasarkan pada pengamatan terhadap bagaimana individu mengembangkan pemahaman moral mereka seiring bertambahnya usia. Kohlberg melakukan pengamatan di Amerika yang kemudian menjadi pondasinya untuk merumuskan tahapan moral. Berikut adalah enam tahap perkembangan moral menurut teori Kohlberg:

Tahap 1: Orientasi Hukuman dan Ketaatan
Pada tahap ini, individu menjalani pemahaman moral yang sangat terkait dengan hukuman fisik. Mereka cenderung taat pada aturan hanya untuk menghindari hukuman. Tindakan yang benar adalah tindakan yang tidak menyebabkan hukuman.

Tahap 2: Orientasi Kepentingan Pribadi dan Hubungan
Tahap ini masih berfokus pada kepentingan pribadi, tetapi individu mulai mempertimbangkan bagaimana tindakan mereka akan memengaruhi hubungan dengan orang lain. Tindakan yang benar adalah tindakan yang memenuhi kebutuhan pribadi dan dapat menguntungkan orang lain.

Tahap 3: Orientasi Persetujuan Orang Lain
Pada tahap ini, individu mulai memperhatikan pendapat dan persetujuan orang lain. Mereka ingin memenuhi harapan dan norma sosial yang ada. Tindakan yang benar adalah tindakan yang mendapat persetujuan dari orang lain.

Tahap 4: Orientasi Hukum dan Ketertiban Sosial
Individu pada tahap ini menghormati hukum dan aturan sosial. Mereka menganggap penting untuk mematuhi hukum-hukum dan menjaga ketertiban sosial. Tindakan yang benar adalah tindakan yang sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

Tahap 5: Orientasi Kontrak Sosial dan Hak Asasi Manusia
Pada tahap ini, individu mulai mempertimbangkan prinsip-prinsip moral yang lebih abstrak seperti keadilan, hak asasi manusia, dan prinsip-prinsip etis yang lebih mendalam. Mereka dapat mempertimbangkan mengabaikan hukum jika hukum tersebut melanggar prinsip-prinsip moral yang lebih tinggi.

Tahap 6: Orientasi Prinsip Etis Universal
Tahap ini merupakan tingkatan tertinggi perkembangan moral menurut teori Kohlberg. Individu pada tahap ini mengikuti prinsip moral yang universal dan etis tanpa mempertimbangkan hukum atau aturan sosial yang khusus. Mereka memiliki komitmen yang kuat terhadap prinsip-prinsip moral yang dianggap sebagai kebenaran moral yang mutlak.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119

Judul Jurnal : PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI DI ERA GLOBALISASI
No :  (2)
Halaman : 63 - 75
Tahun Terbit : 2008
Penulis : Hidayati

ANALISIS :
Pendidikan nilai memiliki peranan yang sangat penting di era globalisasi saat ini. Dalam dunia yang semakin terhubung dan kompleks ini, pendidikan nilai memainkan peran kunci dalam membentuk karakter individu, mempromosikan nilai-nilai universal seperti toleransi, kerjasama, dan etika yang dibutuhkan untuk berinteraksi dalam masyarakat global. Selain itu, pendidikan nilai juga membantu siswa dalam memahami dampak globalisasi terhadap budaya, lingkungan, dan masyarakat, serta memberikan landasan etis bagi pengambilan keputusan yang lebih bertanggung jawab di tengah perubahan yang cepat. Dengan mengintegrasikan pendidikan nilai yang kuat, kita dapat membantu menciptakan generasi yang tidak hanya kompeten dalam hal pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kesadaran moral yang kuat untuk menghadapi tantangan global yang kompleks. Dampak globalisasi telah mengakibatkan perubahan dalam nilai-nilai masyarakat. Kesadaran akan hak-hak individu semakin meningkat, kehidupan menjadi lebih individualistik, toleransi meningkat, dan nilai-nilai moral melemah. Tampaknya, pendidikan nilai selama ini lebih fokus pada pemaksaan, di mana nilai-nilai diajarkan secara paksa untuk dikuasai secara intelektual dan dilaksanakan, tetapi karena pendekatan yang memaksa ini, nilai-nilai tersebut tidak dapat mencapai kedalaman emosional. Akibatnya, sikap dan perilaku anak didik tidak tumbuh dari pengalaman nilai yang mendalam. Tidak mungkin untuk menghentikan pengaruh zaman atau mengalihkan perhatian mereka dari nilai-nilai yang sedang tren. Yang dapat kita lakukan adalah mendampingi dan mendorong mereka untuk menjalani kehidupan dengan menggunakan akal dan hati. Dengan memiliki akal dan hati yang berfungsi dengan baik, diharapkan mereka akan mampu mempertimbangkan setiap tindakan, perilaku, dan keputusan yang mereka ambil. Secara individual, setiap pendidik diharapkan untuk menjalankan tugasnya yaitu mengajar dan mendidik dengan tanggung jawab. Langkah yang mendesak dan harus diambil adalah mengajarkan anak didik agar dapat menggunakan akal dan hati mereka sebaik mungkin melalui berbagai aktivitas yang mendewasakan. Untuk melindungi anak didik dari pengaruh negatif globalisasi, mereka perlu diberi bekal akal dan hati yang kuat, norma dan agama yang kokoh, rasa nasionalisme yang kuat, serta penghargaan terhadap nilai-nilai budaya bangsa..

KELEBIHAN JURNAL : Dalam jurnal ini referensi, hasil dan informasi sangat lengkap sehingga mempermudah pembaca dalam memahaminya dan dari abstraknya penulis sudah menggunakan abstrak dengan format bahasa Indonesia dan bahasa Inggris hal ini yang mendukung jurnal ini berpotensi menjadi rujukan secara internasiona
KEKURANGAN JURNAL : Pada penelitian terdapat ketidak lengkapan bagian-bagian jurnal yang membuat pembaca harus mengklasifikasikan sendiri yaitu tidak tercantumnya Tujuan penelitian pada jurnal tersebut, kemudian tidak disediakannya diagram untuk mempermudah pembaca dalam membaca data-data penelitian.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119

Dari video yang telah saya simak dapat disimpulkan bahwa Kekerasan di lingkungan sekolah adalah masalah yang mendalam dan sangat memprihatinkan. Saat kekerasan menjadi bagian dari keseharian di sekolah, itu tidak hanya menciptakan ketidakamanan tetapi juga menghambat potensi siswa untuk belajar, tumbuh, dan berkembang. Jenis-jenis kekerasan yang terjadi di sekolah dapat beragam, termasuk perkelahian fisik yang terkadang menyakitkan secara fisik, pelecehan verbal yang bisa merusak psikologi seseorang, dan intimidasi yang dapat menghasilkan dampak emosional yang serius. Siswa yang menjadi korban kekerasan sering mengalami tekanan mental yang berat, tingkat kecemasan yang tinggi, dan penurunan harga diri yang dapat menghambat kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan meraih potensi terbaik mereka dalam pendidikan. Tidak hanya itu, kekerasan di sekolah juga memiliki efek merugikan terhadap reputasi sekolah, mengganggu hubungan antar siswa, dan bahkan dapat mengganggu hubungan siswa dengan guru dan staf sekolah. Oleh karena itu, tindakan tegas dalam mencegah dan mengatasi kekerasan di sekolah adalah suatu keharusan untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan positif semua siswa.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119

Dari video yang telah saya simak mengenai The Trolley Problem dapat disimpulkan bahwa The Trolley Problem digunakan untuk merangsang diskusi etika dan perdebatan tentang berbagai teori dan prinsip moral. Ini menggarisbawahi ketegangan antara kebaikan terbesar untuk jumlah terbesar dan deontologi bertindak sesuai dengan aturan atau kewajiban moral, serta gagasan tentang trade-off moral dan peran niat pribadi dalam pengambilan keputusan moral. The Trolley Problem adalah eksperimen pemikiran klasik dalam etika dan filsafat moral yang menggali dilema moral yang terkait dengan membuat pilihan sulit dalam situasi di mana tidak ada solusi yang sempurna. Eksperimen ini sering digunakan untuk menguji konsep-konsep utilitarianisme, deontologi, dan relativisme moral. Tidak ada solusi yang disepakati secara universal untuk The Trolley Problem, dan ia terus menjadi subjek perdebatan dan diskusi filosofis. Beberapa berpendapat bahwa tindakan yang tepat tergantung pada kerangka etika seseorang, sementara yang lain berpendapat bahwa mungkin tidak ada jawaban yang benar secara objektif. The Trolley Problem berfungsi sebagai alat berharga untuk memeriksa kompleksitas penalaran etika dan nuansa pengambilan keputusan moral.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119

ANALISIS
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Judul Jurnal : JURNAL PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Vol dan No : (9) dan (3)
Halaman : 710 - 724
Tahun Terbit : September 2021
Penulis : Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, Mohd Zailani Mohd Yusoff

ANALISIS :
Secara keseluruhan didalam pembahasan penulis sudah bisa memberikan data sesuai dengan tujuan penelitian yang dikemukakan yaitu Pemahaman mengenai penyelenggaraan pendidikan di Aceh sebagai provinsi yang memiliki otonomi khusus selian bidang agama, budaya danpolitik. Aceh juga diberikan khusus dalam bidang pendidikan, sehingga Aceh dalam proses penyelenggaraannya selain berpedoman dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pusat juga berpedoman pada qanun yangada di provinsi Aceh. Dasar qanun tersebut adalah pelaksanaan pendidikan Islam di sekolah di Provinsi Aceh,dapat terlaksana secara ideal. Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam. Dengan dasar tersebut satuan pendidikan yang ada di provinsi Aceh menyelenggarakan pendidikan berdasarkan ajaran islam. Proses pendidikan berdasarkan adanya kurikulum Aceh (kurikulum islami)sebagai landasan dalam menerapkan pendidikan di provinsi Aceh. Denganciri khas tersebut penerapan pendidikan Islam dalam rangka pembentukan generasi muda Aceh yang berakhlak mulia mengikuti budaya Aceh dan syariat Islam (Sulaimanetal.,2020). Penerapan kurikulum Islam berdasarkan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 44 ayat
2. Sistem pendidikan di seluruh satuan pendidikan di Aceh mengikuti ajaran Islam sebagai landasan. Implementasi pendidikan di sekolah-sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah mengedepankan nilai-nilai Islami, dengan indikator dalam manajemen madrasah yang menekankan transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya yang berorientasi pada Islam, dan penerapan kurikulum Islami sesuai dengan ketentuan dalam qanun pendidikan Aceh. Selain itu, pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh tetap mengikuti pedoman pendidikan nasional, namun juga memasukkan elemen-elemen kurikulum Islami sesuai dengan ketentuan dalam qanun pendidikan Aceh. Pendekatan ini mencerminkan komitmen kuat untuk mendukung pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam di provinsi Aceh.

KELEBIHAN JURNAL : Dalam jurnal ini referensi dari hasil analisis sangat lengkap dan data-data yang berupa diagram batang terlihat jelas sehingga mempermudah pembaca dalam memahaminya dan dari abstraknya penulis sudah menggunakan abstrak dengan format bahasa Indonesia dan bahasa Inggris hal ini yang mendukung jurnal ini berpotensi menjadi rujukan secara internasiona
KEKURANGAN JURNAL : Pada penelitian terdapat ketidak lengkapan bagian-bagian jurnal yang membuat pembaca harus mengklasifikasikan sendiri yaitu tidak tercantumnya Tujuan penelitian pada jurnal tersebut, kemudian tidak disediakannya diagram untuk mempermudah pembaca dalam membaca data-data penelitian.