གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nura Assyifa 2213053134

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Nura Assyifa 2213053134 གིས-
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Jurnal 1
REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL
(Ulil Hidayah)

- Abstract
This article seeks to review the evaluation of moral education on the subjects of Islamic Education and Civic Education. Both of these subjects are considered the most responsible for the ethics of thinking and behaving of educated human beings.

- Pendahuluan
Fenomena saling serang dan merasa kelompok yang dianutnya paling benar adalah indikasi dari kegagalan pendidikan melahirkan manusia bermoral dan berbudi pekerti. Salah satu penilaian menyebutkan bahwa system pendidikan nasional masih bersifat parsial, tidak utuh dan tidak sistematis. Implikasi dari system yang semacam ini menghasilkan out put pendidikan yang memiliki karakteristik labil.

- Tujuan Pendidikan Nasional
Maka peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik. Seorang ahli sosiologi Pierre Bourdieu mengatakan pendidikan adalah agen bagi reproduksi kultural (Piere Bourdieu). Artinya pendidikan berperan besar dalam memproduksi ulang dan terus menerus mendampingi kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat. Di sekolah anak-anak yang datang berangkat dari keluarga yang memiliki kultur berbeda-beda dalam bentuk relasi/pergaulan sosial, bahasa dan tradisi, serta gaya hidup lainnya. Sehingga disinilah peran sekolah untuk membongkar jurang pemisah antar kelas-kelas sosial yang berbeda melalui nilai-nilai akhlak di sekolah (Fauzi, 2015).

- Tantangan Materi Pelajaran di Sekolah
Penanaman dan penghayatan sikap-sikap budi pekerti di sekolah sejauh ini masih bersifat formatif belum menjadikan nilai-nilai yang diharapkan dalam indikator pencapaian belajar terwujud secara permanen dalam diri peserta didik di sekolah, terlebih lagi tantangan ketika peserta didik sudah tidak berada di lingkungan sekolah. Ketika kasus potensi kepribadian dan sosial yang dipertanyakan, maka materi pelajaran di sekolah yang dianggap paling bertanggung jawab atas kegelisahan ini adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

- Persiapan, Pelaksanaan dan Evaluasi PAI dan PKn di Sekolah
Pada tahap persiapan yang telah tersusun dalam perangkat pembelajaran SKL (Standard Kompetensi Lulusan) ditentukan terlebih dahulu melalui Permendikbud No. 54 Tahun 2013, kemudian menjadi turunan standar isi, kompetensi inti dan materi. Sedangkan pada tahap pelaksanaan pembelajaran, pada kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Pada tahap evaluasi penilaian dilakukan dengan memberikan skor pada kegiatan diskusi, pengayaan (pendalaman materi), refleksi akhlak mulia, ulangan dalam bentuk soal uraian dan pilihan ganda serta mencatat sikap-sikap karakter selama proses pembelajaran.

- Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral
Fokus pada tahapan evaluasi pembelajaran ini khususnya pada mata pelajaran PAI dan PKn perlu direkonstruksi guna memberi implikasi jangka panjang dan permanen pada peserta didik melalui: a) Rekonstruksi pertama harus dimulai dari kemampuan pendidik dalam membawa materi ajar pendidikan moral kepada peserta didik harus kompeten di bidangnya dan bisa mengintegrasikan dengan kasus-kasus yang banyak terjadi di lingkungan kehidupan, b) Sesekali peserta didik di hadapkan dengan permasalahan yang marak terjadi untuk menemukan penyebab dan solusinya, c) Pendidik tidak terpaku pada instrument penilaian formalitas tapi lebih luas cakupannya, d) Pendidik menyisipkan pembelajaran multicultural melalui kurikulum laten secara sporadic, e) Evaluasi tulis berupa ulangan harian bukan penilaian utama atas keberhasilan belajar peserta didik.

- Output Pendidikan yang Didambakan Menuju Masyarakat Ideal
Esesensi pendidikan moral bukan mengajarkan tentang akademik maupun non akademik lebih dari itu adalah usaha sadar untuk menyiapkan manusia seutuhnya menjadi manusia yang berwatak luhur dalam segenap peranannya di masa sekarang dan akan datang. Upaya pemberian pendidikan moral menurut Teuku Ramli dapat dilakukan dengan lima pendekatan, yaitu: Penanaman nilai (inculcation approach), perkembangan moral kognitif (cognitive moral development approach), analisis nilai (values clarification approach), pembelajaran berbuat (action learning approach) (Teuku Ramli Zakaria, 2011).

- Kesimpulan
Tantangan moral yang menjadi permasalahan identitas bangsa menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang memiliki peran signifikan dalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa yang unggul secara intelektual dan moralitas. Sehingga evaluasi pendidikan perlu kiranya melakukan perbaikan secara terus menerus dan serius dalam memenuhi kebutuhan kegelisahan moral generasi bangsa.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 1

Nura Assyifa 2213053134 གིས-
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video 1
"Etika, Nilai, dan Moral"

Etika, nilai, dan moral saling berkaitan karena saling mengarahkan seseorang agar memiliki pola pikir, sikap dan perilaku yang baik dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

- Etika adalah cara seseorang memperlakukan terhadap sesama dalam menjalani kehidupan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat. Nilai adalah suatu yang memberi makan hidup yang di junjung tinggi, mewarnai dan menjuwau perilaku seseorang.
- Nilai adalah sesuatu yang memberikan makna hidup yang di junjung tinggi, dalam mewarnai dan menjiwai perilaku seseorang. Nilai juga disebut sebagai suatu penghargaan, penghormatan, atau kualitas terhadap hal yang dapat bermanfaat atau sebagai sistem keyakinan seseorang.
- Moral merupakan suatu hal untuk mendorong seseorang berperilaku baik sebagai suatu kewajiban. Juga sebagai sarana untuk mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan manusia. Moral dapat disebut kepekaan dalam pikiran perasaan dan tindakan terhadap prinsip-prinsip dan aturan-aturan.

Manfaat mempelajari etika, nilai, dan moral diantaranya, dapat meningkatkan perilaku sopan dan santun, memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, dan dapat mendorong kita untuk melakukan hal baik sebagai suatu kewajiban.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 2

Nura Assyifa 2213053134 གིས-
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video 2,
"PENDEKATAN PENTAHELIX PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL"

Terdapat lima unsur pendekatan Pentahelix yaitu, pemerintah, masyarakat/komunitas, akademisi, pengusaha/pemilik modal, dan media. Dimana kelima unsur tersebut berkerjasama serta berkomitmen untuk mencapai tujuan yang sama. Herman (1972) mengemukaan bahwa "Value is neither taught nor cought, it is learned. maknanya adalah bahwa substansi nilai tidaklah semata-mata ditangkap dan diajarkan. Berikut ini jenis-jenis aliran dalam pengajaran nilai.
- Aliran Relativisme, yaitu nilai tidak bisa diajarkan karena hakikat nilai bersifat relatif, subjektif, temporer, dan situasional.
- Aliran Kebebasan (Value Free), yaitu nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan dasar manusia untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri.

Oleh karena itu, penanaman dan penerapan nilai sangatlah penting bagi kehidupan manusia untuk menjalani kehidupan sosialnya.