Posts made by Nura Assyifa 2213053134

Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video 1
"Pendidikan Moral Tanggungjawab Diri Dalam Keluarga"

Dalam video tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi tanggung jawab kita sebagai anak dalam keluarga:
1. Mendengarkan nasihat ayah, karena ayah memiliki pengalaman hidup lebih lama sehingga mengerti mana yang terbaik untuk kita.
2. Membantu ibu, sebagai seorang anak kita harus menjadi orang yang bertanggung jawab contohnya membantu ibu mencuci piring, mengelap kaca, menyajikan makanan, dan sebagainya.
3. Ditemani oleh kakak, Sebagai seorang adik harus sering dekat dengan kakaknya agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan seperti penculikan.
4. Menjaga keselamatan adik, jika kita memiliki seorang adik sebagai seorang kakak harus menemani adik ketika ia bermain, menjaga adik, dan memperhatikannya.

Pentingnya tanggung jawab sebagai anggota keluarga karena dapat membuat hubungan keluarga menjadi erat, lebih harmonis, dan lebih bahagia bersama keluarga. Dengan melaksanakan tanggung jawab kita dapat meringankan tugas keluarga, dapat menyenangkan hati orang tua, dan dapat lebih disayang oleh orang tua.
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Jurnal 2
"Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini"
Oleh: Lia Yuliana, M.Pd.

Pendahuluan
Pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini agar karakter anak dapat berkembang dengan potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak. Pendidikan moral menyangkut sikap dan kepribadian, sehingga di dalam pembelajarannya tidak hanya terbatas pada pengembangan kemampuan intelektualnya saja tetapi lebih kepada pengembangan karakter, sikap, dan perilaku peserta didik.

Pengertian Moral
Menurut Sjarkawi, (2006: 28), mengemukakan bahwa moral merupakanpandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Selain itu moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatumasyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Menurut Jamie (2003; 15) menyatakan bahwa moral adalahajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan kelakuan (akhlak). Sedangkan pengertian akhlak itu sendiri oleh Al-Ghazali sebagai padanan kata moral, sebagai perangai (watak, tabiat) yang menetap kuat dalam jiwa manusia dan merupakan sumber timbulnya perbuatan tertentu dari dirinya secara mudah dan ringan, tanpa perlu dipikirkan clan direncanakan sebelumnya.

Nilai-Nilai Moral
di dalam moral yang menjadi tolak ukur suatu perbuatan itu bernilai baik atau buruk adalah adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan, tanggung jawab dan lain-lain. Adapun nilai-nilai moral yang bersifat relativistic dikategorikan sebagai moral kesopanan, seperti berbicara secara sopan, hormat kepada orang yang lebih tua, tidak bertamu pada jam istirahat dan sebagainya. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000: 52-55) nilai moral memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Berkaitan dengan tanggung jawab kita
b. Berkaitan dengan hati nurani
c. Mewajibkan
d. Bersifat formal

Pengertian Anak Usia Dini
Menurut Isjoni, 2009: 19-24, Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Anak usia dini merupakan anak yang berusia 0-6 tahun. Bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan. Karena itulah, maka usia dini dikatakan sebagai usia emas, yaitu usia yang sangat berharga disbanding usia-usia selanjutnya. Anak usia dini dikenal sebagai manusia yang unik, kadang-kadang melebihi dari orang-orang dewasa yang sulit diterka, diduga, bila dilihat dari bicara, tingkah laku maupun pikirannya.

Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Hamid Darmadi, (2007: 56-57) Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu :
1. Metode Bermain, melalui metode bermain karena dengan bermain anak-anak untuk mampu bersosialisasi dengan orang lain.
2. Metode Bercerita, melalui cerita dapat menyampaikan pesan-pesan atau informasi moral yang dapat menambah pengetahuan anak tentang nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat.
3. Metode Pemberian Tugas, melalui metode pemberian tugas dapat melatih kesabaran seorang anak, mengajari untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah menjadi tugasnya.
4. Metode Bercakap-cakap, mempunyai makna penting bagi perkembangan anak, sebab dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dengan orang lain.

Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Pada jalur pendidikan formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini bisa dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dengan jadwal tatap muka yang ditentukan yaitu meliputi :
1. Persiapan Kegiatan Pembelajaran,
Persiapan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang dipergunakan dalam penanaman nilai-nilai moral terdiri dari media pembelajaran sederhana dan media pembelajaran tradisional dan alat permainan edukatif (APE).
2. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
a. Penataan lingkungan bermain, lingkungan main disiapkan tergantung dari rencana pembelajaran yang akan dilakukan.
b. Kegiatan Inti Pembelajaran, guru memberi dukungan kepada anak didik, membantu anak didik yang membutuhkan bantuan, serta mendorong anak didik untuk mencobacara lain agar anak dapat berkreasi.
c. Kegiatan Penutup, setelah kegiatan inti usai, guru menanyakan kembali kegiatan yang baru saja mereka lakukan. Tujuannya untuk melatih daya ingat anak-anak dan memperluas perbendaharaan kata.

Penutup
Di dalam penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat menggunakan berbagai metode yaitu metode bermain, bercerita, pemberian tugas dan bercakap- cakap, penggunaan metode tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan karakter anak yang menjadi sumber pertimbangan utama. Sebab metode akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini.
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Jurnal 1
"PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT"

ABSTRAK
Berdasarkan hasil analisis data, temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa dengan cara menyisipkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan ke semua mata pelajaran yang diajarkan. Kedua, siswa kebanyakan tidak berbohong kepada guru karena menanamkan nilai kejujuran. Ketiga, hubungan siswa dengan teman-temannya pun baik, keempat, untuk memperdalam ilmu agama siswa selain agama disekolah juga belajar di tempat pengajian dan TPA.

A. PENDAHULUAN
Ada beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya moral anak, diantaranya yaitu: “a) Penyalahgunaan sebagian ajaran moral, b) Penyalahgunaan Konsep- Konsep Moral, c) Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan), d) Perkembangan Teknologi, e) Lemahnya Mental Generasi Bangsa, dan f) Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti” (dalam Anggun,2013:5).

B.METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Lampeuneurut. Subjek penelitian ini adalah orang, tempat, atau benda yang diamati dalam rangka pembuntutan sebagai sasaran. Subjek penelitian sebanyak 10 orang guru dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara.

C.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa guru di SD Negeri Lampeuneurut sudah menanaman nilai-nilai moral kepada siswanya, nilai-nilai yang ditanamakan adalah “1). Nilai Religius, 2). Nilai Sosialitas, 3). Nilai Gender, 4). Nilai Keadilan, 5). Nilai Demokrasi, 6). Nilai Kejujuran, 7). Nilai Kemandirian, 8). Nilai Daya juang, 9). Nilai Tanggung jawab, dan 10). Nilai Penghargaan terhadap lingkungan”. Akan tetapi ada juga terdapat beberapa guru yang tidak menanamkan nilai-nilai moral. Hal ini dikarenakan sebagian guru kurang mengetahui nilai-nilai moral apa sajakah yang harus ditanamkan kepada siswa.

D.KESIMPULAN
Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Disamping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Video 2
"Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai Agama dan Moral Pada Pendidikan Anak Usia Dini"

Setiap guru PAUD bertugas dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melakukan penilaian. Penilaian ini dilakukan untuk mendeskripsikan sampai mana pencapaian perkembangan masing-masing peserta didik, termasuk pada perkembangan moral dan agama. Melalui penilaian tersebut, guru dapat mengetahui perkembangan yang mungkin belum dapat dicapai atau mungkin yang sudah tercapai. Penilaian ini memiliki manfaat sebagai berikut:

- Bagi anak, dapat memelihara pertumbuhan anak menjadi lebih konsisten dan optimal, anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat perkembangannya, dan juga anak mendapatkan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya.


- Bagi orang tua akan memperoleh informasi tentang pertumbuhan perkembangan dan minat anak, dapat memudahkan orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai ketika di rumah, membuat keputusan bersama antara orang tua dengan pihak sekolah, dan dapat memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan anak selanjutnya.

- Bagi guru untuk mengetahui perkembangan sikap pengetahuan dan keterampilan anak, mendapatkan informasi awal tentang hambatan dalam tumbuh kembang setiap anak, mengetahui kesesuaian stimulasi layanan dengan kebutuhan perkembangannya, dapat memberikan dukungan yang tepat kepada setiap anak, dan memiliki data informasi tentang perkembangan anak sebagai acuan pembuatan rencana pembelajaran selanjutnya.

terdapat prinsip-prinsip penilaian, yaitu:
1. Mendidik,
2. Berkesinambungan,
3. Objektif,
4. Akuntable,
5. Transparan,
6. Sistematis,
7. Menyeluruh, dan
8. Bermakna.

Teknik-teknik dalam penilaian tersebut diantaranya :
- BB atau belum berkembang. Dinilai BB apabila dalam kegiatan, anak masih perlu dibimbing dan dicontohkan.
- MB atau mulai berkembang. Ketika anak melakukan kegiatan tetapi harus diingatkan dan dibantu oleh guru.
- BSH atau berkembang sesuai harapan. Ketika anak sudah bisa melakukan kegiatannya secara mandiri konsisten tanpa harus diingatkan.
- BSB atau berkembang sangat baik. Ketika anak sudah dapat melakukan kegiatannya secara mandiri bahkan sudah dapat membantu temannya.

Terdapat bentuk-bentuk penilaian diantaranya, penilaian harian, penilaian mingguan, penilaian bulanan, penilaian semester, portofolio anak, dan dokumen lain yang diperlukan.
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 3G

Hasil Analisis Jurnal 2
MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL
(Ahmad Yani Nasution & Moh Jazuli)

ABSTRAK
Saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu anak-anak remaja harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akademis tapi juga mempunyai kemampuan softskill yang baik, terutama baik anak-anak remaja yang sedang mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan pada setiap jenjang pendidikan.

PENDAHULUAN
Para Dosen Agama Islam Universitas Pamulang melihat adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan milenial. Degradasi berarti kemunduran , kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Sedangkan moral adalah akhlak atau budi pekerti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jika kita interpretasikan keduanya maka degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang sesuai dalam konteks Bangsa Indonesia.

METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan cara memberikan presentasi dan diskusi antara pemateri dan peserta

HASIL DAN PEMBAHASAN
Di dalam sesi pelatihan atau sesi inti ini terlihat peserta sangat antusias sekali di mana terbukti banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta, diantaranya
pertanyaan “Apakah globalisasi berpengaruh terhadap degradasi moral suatu bangsa? Pertanyaan ini dijawab oleh Ahmad Yani Nasution sebagai berikut: “Globalisasi memudahkan kita mengakses segala sesuatu dari mana saja, termasuk dari kiblat Barat yang tentu saja memiliki standar moral yang berbeda dengan Indonesia; sehingga saat kalangan millennial meniru gaya hidup tersebut dianggap telah melakukan degradasi moral; moral yang baik adalah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan standar Al-Qur’an dan hadits.

KESIMPULAN DAN SARAN
Saran dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan PKM ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akdemis tapi juga mempunyai kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen untuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi aksi dari keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Dari kegiatan ini, masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya. Masyarakat juga nantinya akan memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan.