Kiriman dibuat oleh Nura Assyifa 2213053134

Nama: Nura Assyifa
NPM: 2213053134
Kelas: 2G

Izin menjawab pertanyaan dari,
Safira Sita Salsabilla

Cara memberikan umpan balik agar peserta didik kelas satu tersebut berani memberikan umpan balik kepada pendidik:

- Dorong siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang disampaikan,
- Buatlah waktu yang teratur untuk mendiskusikan tugas dengan siswa secara individu atau kelompok kecil,
- Berikan kesempatan pada siswa mengajukan pertanyaan tentang penilaian mereka,
- Berikan umpan balik yang spesifik dan eksplisit, jika perlu berikan contoh,
- Pendidik dapat pula memberikan feedback seperti apresiasi, nilai yang memuaskan, dan hadiah kecil.

Contohnya:

Salah satu cara yang tepat dalam memberikan feedback kepada siswa adalah dengan memberikan pujian dan apresiasi pada hasil tugas/pekerjaan siswa sekalipun hasilnya masih belum sesuai atau perlu perbaikan. Selanjutnya pendidik dapat memberikan masukan dan catatan agar siswa lebih termotivasi untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil pekerjaan mereka.
Nama: Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 2G

Hasil Anilisis Jurnal
"INTEGRASI NASIONAL
SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA"

A. Pendahuluan
Ketika Era Reformasi mulai membuka kran demokrasi dan peluang besar daerah mengembangkan sistem desentralisasi, maka sejumlah daerah diberi kebebasan untuk membangun dan mengatur dirinya sendiri. Kebebasan yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan mengatasnamakan demokrasi ternyata justru memberi gambaran buram terhadap kondisi bangsa ini. Era Reformasi yang tidak memiliki platform secara jelas, justru menimbulkan ketidakmenentuan dan kekacauan.

B. Identitas dan Integrasi Nasional
Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial budaya. Dengan demikian, di satu sisi identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan kita sendiri, sedangkan di sisi lain identitas akan sangat tergantung dari kekuatan-kekuatan objektif yang terjadi disekitar yang mengharuskan kita untuk meresponsnya.

Pada suatu sisi integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Singkat kata, integrasipada dasarnya menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama.

C. Intergrasi Nasional Versus Otonomi
Daerah
Maka pada dasarnya pluralitas bagi bangsa Indonesia adalah takdir. kendati sudah merupakan takdir, namun akhir akhir ini justru semakin memicu pertentangan di antara sejumlah anggota masyarakat. Bahkan, muncul adagium yang memicu konflik: “Kami versus kalian, aku versus kamu”, dan seterusnya. kemudian melahirkan misalnya, etnosentrisme, religisentrisme, politksentrisme, dan seterusnya.

Mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi di antara sejumlah kepentingan dan identitas masing masing anggota masyarakat berlatar belakang kebudayaan yang kompleks.

D. Penutup
Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan.
Nama: Nura Assyifa
NPM: 2213053134
Kelas: 2G

Hasil Anilisis Video
"Kewarganegaraan 1-Identitas dan
Integrasi Nasional"

Identitas nasional adalah suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh dan berkembang di berbagai aspek kehidupan dengan bermacam-macam suku dan dihimpun dalam satu kesatuan. Hakikat identitas nasional didalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila. Karena, Pancasila merupakan akualisasi yang tercermin dalam penataan kehidupan kita. Unsur Identitas nasional yaitu, suku, agama, budaya, dan bahasa. Berdasarkan unsur identitas nasional diatas dapat dibagi menjadi tiga yaitu, Identitas fundamental ( Pancasila), Identitas instrumental (UUD 1945), dan Identitas alamiah (meliputi kepulauan serta plularisme dalam suku, budaya, bahasa, agama dan kepercayaan)

Integrasi Nasional ialah kesempurnaan atau penyeseluruhan proses penyesuaian diantara unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi. Faktor pendorong Intergrasi Nasional yaitu, Sejarah (sumpah pemuda), Adanya keinginan untuk bersatu, cinta tanah air, rela berkorban, dan konsesus nasional. Faktor penghabat Intergrasi Nasional antara lain, hetrogen, etnosentrisme, ketimpangan, dan gangguan luar. Bentuk intergrasi nasional diantaranya asimilasi dan akulturasi. Lima definisi integrasi menurut Myron Weiner (1971) yaitu,
1. Integrasi adalah bagaimana caranya menyatukan kelompok budaya masyarakat,
2. Pembentukan wewenang kekuasaan,
3. Menghubungkan pemerintah dan yang di perintah,
4. Konsesus terhadap nilai seperti kesepakatan bersama yaitu Pancasila dan UUD 1945,
5. Prilaku yang terintegrasi.