Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199
Kelas: 3G
Analisis Vidio 2
Pendekatan Petahelix Pendidikan Nilai dan Moral
Dalam pendidikan nilai dan moral, terdapat beberapa pendekatan yang melibatkan berbagai pihak:
1. Pemerintah: Pemerintah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai melalui regulasi, seperti undang-undang pendidikan yang menetapkan keharusan pendidikan agama, Pancasila, dan kewarganegaraan dalam kurikulum.
2. Masyarakat atau Komunitas: Kebiasaan dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat dapat membantu menyampaikan dan menginternalisasikan nilai-nilai moral.
3. Akademisi: Guru dan dosen, sebagai akademisi, berperan dalam mentransfer pengetahuan dan nilai-nilai melalui pendidikan.
4. Pengusaha atau Pemilik Modal: Pengusaha memiliki keterkaitan erat dengan penerapan nilai dalam lingkup bisnis dan ekonomi.
5. Media Elektronik dan Sosial: Media, baik elektronik maupun sosial, juga dapat digunakan sebagai alat untuk menanamkan nilai.
Apakah pendidikan nilai harus diajarkan? Menurut Herman (1972), nilai tidak diajarkan atau dipaksakan, melainkan dipelajari. Pendekatan dalam pengajaran nilai dapat dibagi menjadi dua aliran:
1. Relativisme: Aliran ini menganggap nilai bersifat relatif, subjektif, dan situasional sehingga sulit diajarkan secara mutlak.
2. Kebebasan (Value-Free): Aliran ini berpendapat bahwa nilai tidak perlu atau tidak boleh diajarkan, karena setiap individu memiliki hak untuk menentukan nilai-nilai mereka sendiri secara bebas.
Jadi, nilai-nilai moral sering lebih baik diterapkan dan dipelajari melalui pengalaman dan pemahaman individu daripada melalui pengajaran formal.
Npm: 2213053199
Kelas: 3G
Analisis Vidio 2
Pendekatan Petahelix Pendidikan Nilai dan Moral
Dalam pendidikan nilai dan moral, terdapat beberapa pendekatan yang melibatkan berbagai pihak:
1. Pemerintah: Pemerintah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai melalui regulasi, seperti undang-undang pendidikan yang menetapkan keharusan pendidikan agama, Pancasila, dan kewarganegaraan dalam kurikulum.
2. Masyarakat atau Komunitas: Kebiasaan dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat dapat membantu menyampaikan dan menginternalisasikan nilai-nilai moral.
3. Akademisi: Guru dan dosen, sebagai akademisi, berperan dalam mentransfer pengetahuan dan nilai-nilai melalui pendidikan.
4. Pengusaha atau Pemilik Modal: Pengusaha memiliki keterkaitan erat dengan penerapan nilai dalam lingkup bisnis dan ekonomi.
5. Media Elektronik dan Sosial: Media, baik elektronik maupun sosial, juga dapat digunakan sebagai alat untuk menanamkan nilai.
Apakah pendidikan nilai harus diajarkan? Menurut Herman (1972), nilai tidak diajarkan atau dipaksakan, melainkan dipelajari. Pendekatan dalam pengajaran nilai dapat dibagi menjadi dua aliran:
1. Relativisme: Aliran ini menganggap nilai bersifat relatif, subjektif, dan situasional sehingga sulit diajarkan secara mutlak.
2. Kebebasan (Value-Free): Aliran ini berpendapat bahwa nilai tidak perlu atau tidak boleh diajarkan, karena setiap individu memiliki hak untuk menentukan nilai-nilai mereka sendiri secara bebas.
Jadi, nilai-nilai moral sering lebih baik diterapkan dan dipelajari melalui pengalaman dan pemahaman individu daripada melalui pengajaran formal.