Nama: Nola Diva Brilian
NPM: 2213053199
Kelas: 2G
Desain pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam menciptakan kualitas proses dan hasil pembelajaran di kelas. Desain pembelajaran mencerminkan keputusan guru tentang
materi pelajaran, aktivitas siswa, skenario pembelajaran, metode yang mendidik, dan media yang mempermudah siswa belajar untuk mencapai tujuan dan cara meng-evaluasinya (Brown, 2009; Beyer & Davis, 2009).Model kurikulum akan memberikan gambaran arah, proses, dan isi pembelajaran (Sukmadinata, 2007), Prinsip pembelajaran di SD dilandasi oleh teori belajar Gestalt. Teori ini mengutamakan keseluruhan dibandingkan dengan bagian bagian secara parsial. Pembelajaran tematik lahir dari kurikulum terpadu (integrated curriculum). Tiga ciri pembelajaran tematik: (1) menerobos batas-batas matapelajaran, (2) didasari oleh dorongan-dorongan sewajarnya pada siswa, dan (3) menghadapkan siswa pada situasi yang mengandung problema.guru dan siswa menjadi subkomponen kurikulum yang sama pentingnya sedangkan desain pembelajaran menjadi jembatan untuk mewujudkan tujuan keduanya, sehingga guru, desain pembelajaran, dan siswa berpartisipasi bersama-sama dalam suatu hubungan yang dinamis, dan kolaboratif (Brown, 2009; Remillard 2005). Guru
dan desain pembelajaran berupaya untuk memfasilitasi suasana bertemunya target,
materi, metoda, media, evaluasi untuk membangun pembelajaran yang bermakna bagi siswa (Brown 2009; Remillard 1999, 2005). Problem solving menurut metoda ilmiah (scientific method) adalah unsur utama dalam pembelajaran tematik.Problem solving menurut metoda ilmiah (scientific method) adalah unsur utama dalam pembelajaran tematik Rencana Pelaksanaan pembelajaran yang terpadu bukan hanya berisi satu skenario pembelajaran tetapi berdampak pada terintegrasinya hasil belajar aspek kognitif, afektif dan psikomotor dalam bentuk perilaku utuh (Anne, 2013). Model desain perencanaan pembelajaran memiliki komponen: Kompetensi Dasar, Indikator, dan
Materi pelajaran yang disusun secara paralel. Desain pembelajaran tematik berbasis core content membangun integrasi pengalaman karena ada keterhubungan
materi antar mata pelajaran, interaksi siswa dengan guru dan bahan ajar (Beane, 2005). Desain pembelajaran terpadu berbasis core content efektif menciptakan pembelajaran yang diwarnai aktivitas hubungan antar guru-siswa, siswa siswa, siswa-guru, siswa-guru-
materi yang berperan sebagai core content dengan seluruh mata pelajaran, sehingga tercipta keterpaduan pengalaman belajar siswa yang bermuatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara holistik.