Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
Npm : 2213053271
Analisis jurnal
Identitas jurnal
Judul :KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Tahun terbit : Vol. 05 No. 01. Maret 2016/ISSN : 2088-2149
Nama penulis : Ida Bagus Brata
Halaman : 9-16
Abstrak
Didalam jurnal yang berjudul "Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa" ini abstrak dituliskan kedalam dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris .Didalam abstrak dijelaskan secara singkat bahwasanya perubahan pasca reformasi yang terjadi terus menerus hingga saat ini dapat menjadi ancaman dalam keutuhan bermasyarakat,berbangsa,dan bernegara. Kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus
digali, dikaji, dan direvitalisasikan karena esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jatidiri
bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.
Kata kunci: kearifan lokal, identitas bangsa
Pendahuluan
Melalui perjalanan sejarah yang panjang melahirkan keberagaman budaya di Indonesia . Nasikun (2001:4) dengan menyitir pandangan beberapa ahli ilmu kemasyarakatan bangsa asing yang menganggap semboyan “ Bhineka Tunggal Ika” sesungguhnya masih lebih merupakan suatu cita-cita yang masih harus diperjuangkan oleh segenap bangsa Indonesia daripada sebagai kenyataan yang benar-benar hidup di dalam masyarakat. Oleh karena itulah memahami kebudayaan Indonesia dari berbagai segi penting artinya dalam rangka menemukan integrasi sebagai unsur penting dalam usaha persatuan bangsa. Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan etnik (lokal) di Indonesia yang memiliki keragaman.Multikulturalisme dapat diartikan sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa berbagai kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip coexistence yang ditandai saling menghormati antar budaya. Tidak ada masyarakat dan kebudayaan yang bersifat statis karna kebudayaan telah bergerak secara dinamis.Dalam hal ini setiap individu atau masyarakat tentu tidak ingin kehilangan jati dirinya atau tercerabut dari akar budaya yang dimilikinya. Berbicara tentang jatidiri bangsa atau identitas suatu kelompok etnik tertentu tampaknya dapat ditelusuri dari tradisi yang dimiliki olehkelompok etnik bersangkutan (Giddens,
2003).
II. KERANGKA KONSEPSUAL DAN
TEORETIK
Akibat pengaruh dari modernisme globalisme,dan kapitalisme konflik antara budaya tradisional dan modern tidak dapat dihindari.Haryati
Subadio (1986:18-19) mengatakan kearifan
lokal (local genius) secara keseluruhan
meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat
diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa.Dalam pandangan Mundardjito
(1986:41) bahwa kearifan lokal terbina secara kumulatif, terbentuk secara evolusionerbersifat tidak abadi, dapat menyusut, dan tidak selamanya tampak jelas secara lahiriah.Poespowardojo (dalam Astra,2004:114) secara tegas menyebutkan bahwa
sifat-sifat hakiki kearifan lokal adalah:
1.mampu bertahan terhadap budaya luar
2.memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-
unsur budaya luar
3. mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam kebudayaan asli
4.mampu mengendalikan dan
5 mampu memberikan arah pada perkembangan budaya.
Maunati (2004:30) menjelaskan
bahwa penanda-penanda identitas budaya misalnya bisa berasal dari sebuah kekhasan yang diyakini ada pada agama, bahasa, dan adat pada budaya yang bersangkutan.
III. KEARIFAM LOKAL SEBAGAI
PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Indonesia sudah sejak lama memiliki masalah legitimasi kultural.Kesenjangan,
ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di
berbagai wilayah di tanah air dalam
kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia.Selain itu masyarakat Indonesia juga merupakan masyarakat majemuk yang menjadi kendala tercapainya integrasi secara horizontal.Koentjaraningrat (1980), mengemukakan, bahwa dalam rangka
menganalisis hubungan antara suku bangsa
atau antara golongan, maka beberapa hal yangharus diketahui adalah: 1.Sumber-sumber
konflik
2.Potensi untuk toleransi; 3.Sikap dan pandangan dari suku bangsa atau
golongan terhadap sesama suku bangsa atau
golongan
4.Tingkat masyarakat dimana hubungan dan pergaulan antara suku bangsaatau golongan tadi berlangsung.
Di tengah munculnya kecenderungan
kehidupan dunia yang makin bergerak ke arah bebas sekat, maka wawasan lokal makin terintegrasi ke dalam wawasan nasional dan global.Menjalankan diplomasi kebudayaan berarti dengan sengaja dan terarah ada upaya untuk menanamkan, mengembangkan, dan memelihara citra Indonesia di luar negeri sebagai negara dan bangsa yang berkebudayaan tinggi. Karena Indonesia memiliki beragam kearifan lokal hal tersebut dapat dijadikan sebagai perekat identitas bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan bersama sama sebagai warga negara Indonesia dengan menjunjung bhenika tunggal ika.
Kesimpulan
Indonesia merupakan negara yang sudah ditakdirkan terdiri atas beragam kebudayaan . kebudayaan bangsa dan kearifan lokal dapat
dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas atau jati diri bangsa.