གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Theresia Helen Simarmata

Theories of governance atau yang sering disebut dengan teori tata Kelola adalah kajian tentang cara-cara yang digunakan dalam mengelola kekuasaan dan sumber daya public oleh pemerintah atau Lembaga pemerintah. Teori tata Kelola ini meliputi berbagai konsep, prinsip dan metode yang bertujuan untuk menciptakan sistem pemerintahan yang lebih efektif, transparan serta akuntabel. Tujuan dari theories of governance mewujudkan good governance dengan menerapkan 4 prinsip yaitu transparasi, akuntabilitas, partipasi dan aturan hukum
Adapun actor yang terlibat dalam theories of governance actor adalah
1. Negara(the state), artinya sebagai oembuat kebijakan, pengendalian dan pengawasan kebijakan, seperti pegawai negeri sipil, TNI/POLRI dan P3K
2. Sektor swasta (the private sector), sebagai penggerak aktivitas bidang ekonomi, mencakup masyarakat sipil.
3. Masyarakat (civil socity), sebagai subyek dan obyek dari sektor pemerintah dan swasta, mencakup media, intansi non pemerintah
Rational Choice Theory (Teori pilihan Rasional) menekankan pada tindakan perseorangan yang memiliki tujuan serta ditentukan oleh nilai dan gagasan dasarnya bahwa Tindakan perseorangan mengarah pada suatu tujuan dna tujuan tersebut adalah Tindakan yang ditentukan oleh nilai atau preferensi(pilihan). teori ini mendapatkan pengaruh dari teori pertukuran, bahwa individu dalam menentukan pilihan tindakan, telah mempertimbangkan cost dan reward yang diperoleh dari tindakan tersebut

Dalam teori pilihan rasional ada 2 unsur yaitu actor dan sumber daya. sumber daya sendiri adalah potensi yang ada atau bahkan dimiliki dalam diri seseorang sedangkan actor ialah seseorang yang melakukan sebuah Tindakan.kedua al ini berkorelasi dengan biaya, pemaksa utama, dan yang kedua adalah Tindakan actor individual disini adalah Lembaga sosial. institusi yang terlibat dalam perilaku rational choice theory adalah pemerintah dan Lembaga keuangan.

Perilaku irasional tidak sepenuhnya mengikuti prinsip-prinsip yang ada dalam teori pilihan rasional. Namun, perilaku irasional dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang kompleks, seperti bias kognitif, emosi, pengaruh sosial, atau pertimbangan non-ekonomi. Institusi yang terlibat dalam perilaku irasional adalah kelompok sosial, keluarga, dan lembaga kesehatan jiwa.