Nama : Meldayanti Putri
NPM : 2213053088
TUGAS ANALISIS JURNAL 2
Pendidikan Generasi Muda Yang
Memiliki Jati Diri Indonesia Yang
Berkadar Modern
Pembinaan generasi muda
(SDM) melalui pendidikan berbeda
dari zaman ke zaman, intinya dalam
membina kepribadian, sebagai upaya
membentuk jati diri remaja tidak bisa
lepas dari filsafat hidup atau
pandangan
hidup
seseorang
,masyarakat atau bangsa dimana
mereka menjalani kehidupan. Jati diri
generasi muda dapat dibentuk oleh
tradisi kehidupan masyarakat atau
oleh
usaha
yang
terprogram,
direncanakan dengan baik, dan
sistematis/modern (Jalaluddin, dan
Abdullah Idi, 2007, 184-185). Namun
demikian
sesederhana
apapun
pembentukan jati diri generasi muda
tidak bisa dilepaskan dari peran
pendidikan.
Diperlukan Pendidik Dalam Arti
Seluas-luasnya (Orang Tua, Guru,
Dosen,
Tokoh
Masayarakat
Formal/Non Formal)
Dalam hal pendidik dalam arti
luas kaitannya dengan pembentukan
jatidiri yang terlihat pada penampilan
kepribadian seseorang, Nursid S.
(2008, 31-33) menjelaskan bahwa
sepanjang
hidupnya
manusia
dipengaruhi oleh pendidik dalam arti
luas ini (orang tua, guru, dan tokoh
masyarakat). Hal ini sejalan dengan
pemikiran Krech, Kruchfield dan
ballachey (1975, 308, dalam Nursid.
Di lembaga pendidikan formal
dan
non
formal
(masyarakat),
pendidik yang bertugas membentuk
nilai moral untuk membangun jatidiri
generasi muda adalah guru dan tokoh
masyarakat (Uyoh Sadulloh dkk, 6-
12),
dilakukan
dengan
upaya
mendidik, mengajar dan melatih.
Mendidik berisi muatan tidak hanya
pengetahuan tetapi juga nilai-nilai
moral Pancasila. Sementara dalam
kegiatan mengajar tekanannya lebih
pada aspek kognitif (transfer of
knowledge); sementara itu melatih
dititik beratkan pada aspek motorik
atau ketrampilan anak yang sesuai
dengan minat peserta didik, misalnya
menjadi ahli perbengkelan motor dan
mobil. Seyogyanya antara penguasaan
pengetahuan
,nilai
moral
dan
ketrampilan
seseorang
dalam
membentuk jati diri perlu dijaga
keseimbangan dalam masyarakat
yang terus berubah, agar manusia
akan tetap menjadi manusia dan
bukan menjadi makhluk non human
being yang tidak bermoral.
NPM : 2213053088
TUGAS ANALISIS JURNAL 2
Pendidikan Generasi Muda Yang
Memiliki Jati Diri Indonesia Yang
Berkadar Modern
Pembinaan generasi muda
(SDM) melalui pendidikan berbeda
dari zaman ke zaman, intinya dalam
membina kepribadian, sebagai upaya
membentuk jati diri remaja tidak bisa
lepas dari filsafat hidup atau
pandangan
hidup
seseorang
,masyarakat atau bangsa dimana
mereka menjalani kehidupan. Jati diri
generasi muda dapat dibentuk oleh
tradisi kehidupan masyarakat atau
oleh
usaha
yang
terprogram,
direncanakan dengan baik, dan
sistematis/modern (Jalaluddin, dan
Abdullah Idi, 2007, 184-185). Namun
demikian
sesederhana
apapun
pembentukan jati diri generasi muda
tidak bisa dilepaskan dari peran
pendidikan.
Diperlukan Pendidik Dalam Arti
Seluas-luasnya (Orang Tua, Guru,
Dosen,
Tokoh
Masayarakat
Formal/Non Formal)
Dalam hal pendidik dalam arti
luas kaitannya dengan pembentukan
jatidiri yang terlihat pada penampilan
kepribadian seseorang, Nursid S.
(2008, 31-33) menjelaskan bahwa
sepanjang
hidupnya
manusia
dipengaruhi oleh pendidik dalam arti
luas ini (orang tua, guru, dan tokoh
masyarakat). Hal ini sejalan dengan
pemikiran Krech, Kruchfield dan
ballachey (1975, 308, dalam Nursid.
Di lembaga pendidikan formal
dan
non
formal
(masyarakat),
pendidik yang bertugas membentuk
nilai moral untuk membangun jatidiri
generasi muda adalah guru dan tokoh
masyarakat (Uyoh Sadulloh dkk, 6-
12),
dilakukan
dengan
upaya
mendidik, mengajar dan melatih.
Mendidik berisi muatan tidak hanya
pengetahuan tetapi juga nilai-nilai
moral Pancasila. Sementara dalam
kegiatan mengajar tekanannya lebih
pada aspek kognitif (transfer of
knowledge); sementara itu melatih
dititik beratkan pada aspek motorik
atau ketrampilan anak yang sesuai
dengan minat peserta didik, misalnya
menjadi ahli perbengkelan motor dan
mobil. Seyogyanya antara penguasaan
pengetahuan
,nilai
moral
dan
ketrampilan
seseorang
dalam
membentuk jati diri perlu dijaga
keseimbangan dalam masyarakat
yang terus berubah, agar manusia
akan tetap menjadi manusia dan
bukan menjadi makhluk non human
being yang tidak bermoral.