གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nida Rahmaniya Hakim 2213053222

Nama : Nida RahmaniyaHakim
NPM : 2213053222
Kelas : 3F

Analisi Jurnal 2
Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja


Dari jurnal tersebut, dapat diambil kesimpuan bahwa keluarga sebagai lingkungan sosial pertama anak memegang peran penting atas tumbuh kembang moral mereka. Adapun proses pendidikan nilai moral di tahap keluarga mencakup penanaman keimanan sejak anak bayi misalnya dengan diazankan ketika bayi baru lahir dalam islam, lalu juga aktif dalam tumbuh kembang anak yaitu tidak absen dan melepa tanggung jawab atas penanaman moral anak selama masa tumbuh kembangnya, menciptakan suasana rumah yang harmonis, aman, dan nyaman dapat dilakukan dengan menghindari pertengkaran dan penggunaan bahasa kasar di depan anak-anak serta mencontohkan perilaku terpuji kepada mereka.

Nama     :           Nida Rahmaniya Hakim
NPM      :           2213053222
Kelas      :           3F

Analisis Jurnal 1
Pendidikan Moral di Sekolah

Berdasarkan jurnal tersebut yang mana ada kalimat di dalamnya yang mengambil dari kutipan Aristoteles, dikatakan bahwa rancangan pendidikan di sekolah harus dipoles secara komprehensif dengan memerhatikan aspek-aspek seperti pendidik, materi, metode, serta hasil yang diharapkan menggunakan evaluasi yang digunakannya. Dalam pendidikan moral sendiri, orang tua tentu memiliki tanggung jawab paling besar disusul dengan guru. Meski begitu, sekolah dan masyarakat sendiri juga seharusnya ikut berperan serta dalam pembentukan moral anak bangsa di mana nantinya moral mereka akan menjadi tampilan atas kualitas generasi bangsa masa depan.

Pendidikan moral terhadap diri sendiri yang penting diberikan kepada peserta didik berkaitan dengan nilai-nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab, dan peduli. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, hemat, dan mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan Sang Khalik penting dilaksanakan terlebih Indonesia adalah negara yang berketuhanan Yang Maha Esa (pasal 29 UUD 1945).

Dalam penggunaan metode di dalam pendidikan moral, pada zaman sekarang dengan kecanggihan teknologi yang memadai menciptakan anak-anak dengan cara pandang dan cara berpikir yang berbeda sehingga dengan ini indoktrinasi dipandang para ahli sebagai metode yang sudah usang dan tidak sejalan dengan semangat modern tersebut. Maka, ada metode lain yang lebih sesuai yaitu inkulkasi atau penanaman nilai. Cara inkulkasi nilai, di antaranya adalah identifikasi nilai[1]nilai target, membaca buku-buku sastra dan non-fiksi, bercerita. Sedangkan, klarifikasi nilai adalah salah satu contoh yang memberikan kebebasan untuk anak menentukan nilai-nilainya. Dengan ini, dapat disimpulkan bahwa seberapa jauh moral yang diajarkan nantinya akan diterima oleh anak tergantung oleh si anak sendiri.

Terkait dengan evaluasi pendidikan moral, dalam teori pendidikan Islam juga menitikberatkan pada evaluasi sikap dan perilaku. Evaluasi pendidikan Islam secara keseluruhan lebih ditujukan untuk mengetahui penguasaan sikap dan perilaku dari pada penguasaan aspek kognitif. Penekanan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan subjek didik yang meliputi empat hal, yaitu sikap dan pengalaman peserta didik terhadap hubungan pribadinya dengan Tuhannya, sikap dan pengalaman peserta didik terhadap arti hubungan dirinya dengan masyarakat, sikap dan pengalaman peserta didik terhadap arti hubungan kehidupannya dengan alam sekitarnya, sikap dan pandangan peserta didik terhadap diri sendiri selaku hamba Allah, anggota masyarakat, serta khalifah Allah SWT.


Nama : Nida Rahmaniya Hakim
NPM : 2213053222
Kelas : 3F

Analisis Video 4
Etika dan Moral dalam Keluarga dan Pembelajaran Daring


Video terlampir memberikan penjelasan bahwa dengan melesatnya perkembangan zaman, manusia diberi kesempatan untuk melihat berbagai sudut pandang lain tentang kehidupan. Baik dan buruk atas kenyataan yang ada di dunia tidak lagi bisa disembunyikan dengan maraknya sosial media dan menipisnya rasa malu sehingga hal-hal yang dulu dianggap tak bermoral kini banyak tersebar di internet disertai rasa bangga. Terkadang juga, hal-hal seperti ini nantinya memberi pengaruh kepada si penonton yang menyebabkan mereka berpikir bahwa hal-hal tersebut wajar saja dilakukan, padahal tentu saja tidak.

Oleh karena itu, untuk memahami salah dan benar dalam sudut pandang luas di tengah kemajuan IPTEK, anak perlu dibekali dasar-dasar etika dan moral. Pengertian mengenai keduanya sendiri itu adalah bahwa mereka adalah alat ukur dan pembatas bagaimana manusia bersikap di lingkungan atau di masyarakat. Persamaan mengenai ketiganya sepeti yang diungkapkan oleh si pembicara yaitu bahwa masing-masing etika dan moral mengacu pada perbuatan ataupun tingkah laku seseorang di mana dalam kata lain etika dan moral ii merupakan prinsip bagaimana individu memilih untuk menjalani hidup yang mana ini tidak sama sekali dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Baik di keluarga maupun sekolah ada banyak sekali etika dan moral yang saban hari mulai terkikis layaknya batu yang kerap ditetesi air. Adapun etika tersebut seperti berpamitan dan mencium tangan kedua orang tua ketika akan pergi, perkataan ‘maaf, tolong, dan terima kasih’ di lingkungan keluarga yang sepertinya mulai jarang terdengar, nasihat dari kedua orang tua yang kerap diabaikan, intonasi bicara yang tidak lagi dipedulikan ketika berhadapan dengan yang lebih tua. Hal-hal tersebut, meskipun kecil namun tentu menunjukan bagaimana tingkatan moral dan etika anak zaman sekarang. Belum lagi, dengan adanya pandemi dan diadakannya pembelajaran jarak jauh, tentunya ada etika dan aturan sopan santun baru terkait bagaimana seorang siswa perlu bersikap kepada guru mereka. Misalnya, bagaimana dan kapan harusnya mereka menghubungi guru, tak lupa juga ucapan terima kasih kepada guru, dan lagi penggunaan sopan santun pada pesan yang dikirimkan.
Nama : Nida Rahmaniya Hakim
NPM : 2213053222
Kelas : 3F

Analisis Video 3
Materi 8 Fungsi Keluarga – Menerapkan dan Menanamkan Nilai-nilai Moral dalam Keluarga


Keluarga sebagai ranah pertama kehidupan social anak memiliki fungsi penting dalam tumbuh kembang moral anak sebagai individu di masyarakat. Dalam fungsi yang memiliki perannya masing-masing itu, pada tiap tahapannya telah mengandung beragam nilai mora yang dapat diajarkan kepada anak. Adapaun masing-masing fungsi keluarga itu ada 8 dengan masing-masing nilai yang dikansungnya, hal tersebut di antaranya:

 Fungsi agama. Nilai moral yng terkandung di dalamnya beragam, hal ini mencakup poin-poin seperti keimanan, ketakwaan, rasa syukur, kejujuran, tenggang rasa, kepedulian, ketaatan, disiplin, dan kasih sayang. Kasih sayanglah yang menjadi salah satu pilar utama di dalam keluarga.
 Fungsi sosial budaya. Nilai moral dalam fungsi ini di antaranya mencakup nilai-nilai seperti gotong-royong, sopan santun, kepedulian, kerukunan, toleransi, dan kebersamaan.
 Fungsi cinta kasih. Pada fungsi ini, nilai moral yang terkandung mencakup empati, keakraban, pemaaf, keadilan, kesetiaan, dan pengorbanan.
 Fungsi perlindungan. Ada tiga nilai moral yang terkandung di dalam fungsi ini yaitu nilai pemaaf, tanggap, dan ketahahan.
 Fungsi reproduksi. Fungsi ini mengandung nilai-nilai tanggung jawab, keteguhan, dan kesehatan.
 Fungsi sosialisasi dan pendidikan. Pada fungsi sosialisasi dan pendidikan, nilai moral yang terkandung adalah nilai-nilai yang nantinya dipercaya akan membentuk pribadi anak sebagai individu sosial serta generasi penerus bangsa seperti percaya diri, keluwesan, kerajinan, kebanggaan, kreatifitas, dan bertanggung jawab.
 Fungsi ekonomi. Dalam fungsi ekonomi hemat, ketelitian, kepedulian, disiplin, dan keuletan adalah nilai-nilai yang tercakup di mana itu nantinya akan membentuk anak menjadi sosok yang tau prioritas dengan keadaan ekonominya, menghindari anak menjadi sosok boros yang tak peka dengan kebutuhannya sendiri.
 Fungsi pemeliharaan lingkungan. Untuk fungsi terakhir ini, nilai moral yang terkandung umumnya berkaitan dengan hal-hal seperti kebersihan dan kedisiplinan. Sebab, pada dasarnya pemeliharaan lingkungan sendiri membutuhkan kesadaran individu atas kebersihan sekitarnya serta rasa mawas diri dan disiplin aktif terkait perilaku yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan sekitar.
Nama : Nida Rahmaniya Hakim
NPM : 2213053222
Kelas : 3F

Analisis Video 2
Pendidikan Moral Anak Sekolah (Pendidikan Pancasila)


Dalam video terlampir dibuktikan mengenai adanya penurunan moral dalam generasi sekarang, dapat dilihat bagaimana seorang peserta didik bersikap kepada gurunya yang mana tidak seharusnya seorang peserta didik berlaku seperti itu. Hal ini membuktikan bagaimana pentingnya peran dari eksistensi pembelajaran terkait nilai moral yang diadakan oleh pemerintah yang tujuan dan fungsi utamanya ialah untuk memperbaiki mental moral anak sekarang yang sudah mulai membengkok dari ketentuan yang berlaku. Selain itu, bagaimana lingkungan sekitar terutama tempat anak tumbuh dan berkembang juga memegang peran penting mengenai bagaimana moral mereka nantinya akan memandang. Jika mereka sudah terbiasa di lingkungan yang memandang remeh kepentingan nilai moral, maka nantinya mereka pun akan ikut menyepelekan nilai moral yang ada. Oleh karena itu, guru serta orang tua diharapkan menjalankan peran mereka dengan tegas atas pendidikan moral anak.