Nama : Nida Rahmaniya Hakim
NPM : 2213053222
Kelas : 3F
Analisis
Jurnal 1
Pendidikan Moral di Sekolah
Berdasarkan
jurnal tersebut yang mana ada kalimat di dalamnya yang mengambil dari kutipan Aristoteles, dikatakan bahwa
rancangan pendidikan di sekolah harus dipoles secara komprehensif dengan
memerhatikan aspek-aspek seperti pendidik, materi, metode, serta hasil yang
diharapkan menggunakan evaluasi yang digunakannya. Dalam pendidikan moral
sendiri, orang tua tentu memiliki tanggung jawab paling besar disusul dengan
guru. Meski begitu, sekolah dan masyarakat sendiri juga seharusnya ikut
berperan serta dalam pembentukan moral anak bangsa di mana nantinya moral
mereka akan menjadi tampilan atas kualitas generasi bangsa masa depan.
Pendidikan moral
terhadap diri sendiri yang penting diberikan kepada peserta didik berkaitan
dengan nilai-nilai kebersihan
diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pendidikan
moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama,
toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab, dan
peduli. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat
diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian
alam, tidak merusak alam, hemat, dan mendidik untuk menggunakan kembali
barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru. Pendidikan moral untuk
hubungan manusia dengan Sang Khalik penting dilaksanakan terlebih Indonesia
adalah negara yang berketuhanan Yang Maha Esa (pasal 29 UUD 1945).
Dalam penggunaan metode di dalam
pendidikan moral, pada zaman sekarang dengan kecanggihan teknologi yang memadai
menciptakan anak-anak dengan cara pandang dan cara berpikir yang berbeda
sehingga dengan ini indoktrinasi dipandang para ahli sebagai metode yang sudah
usang dan tidak sejalan dengan semangat modern tersebut. Maka, ada metode lain
yang lebih sesuai yaitu inkulkasi atau penanaman nilai. Cara inkulkasi nilai, di antaranya adalah identifikasi nilai[1]nilai target, membaca
buku-buku sastra dan non-fiksi, bercerita. Sedangkan, klarifikasi nilai adalah
salah satu contoh yang memberikan kebebasan untuk anak menentukan
nilai-nilainya. Dengan ini, dapat disimpulkan bahwa seberapa jauh moral yang
diajarkan nantinya akan diterima oleh anak tergantung oleh si anak sendiri.
Terkait dengan evaluasi pendidikan
moral, dalam teori pendidikan Islam juga menitikberatkan pada evaluasi sikap
dan perilaku. Evaluasi pendidikan Islam secara keseluruhan lebih ditujukan
untuk mengetahui penguasaan sikap dan perilaku dari pada penguasaan aspek
kognitif. Penekanan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan subjek didik yang
meliputi empat hal, yaitu sikap dan pengalaman peserta didik terhadap hubungan
pribadinya dengan Tuhannya, sikap dan pengalaman peserta didik terhadap arti
hubungan dirinya dengan masyarakat, sikap dan pengalaman peserta didik terhadap
arti hubungan kehidupannya dengan alam sekitarnya, sikap dan pandangan peserta
didik terhadap diri sendiri selaku hamba Allah, anggota masyarakat, serta
khalifah Allah SWT.