INTISARI MATERI FILSAFAT ILMU (26 NOVEMBER 2022)
Riset
Riset adalah rangkaian proses investigasi yang terorganisasi, sistematis, didukung oleh data, dan ilmiah, untuk menjawab suatu permasalahan.
Karena bersifat ilmiah, maka suatu riset haruslah obyektif dan orisinil, bukan hasil plagiat, atau sudah pernah dilakukan oleh orang lain, kalaupun sudah dilakukan oleh orang lain, suatu riset yang sama mesti ada Novelty atau pembaharuan dari riset sebelum nya.
Suatu riset juga harus memberikan manfaat bagi ilmu pengetahuan (Aksiologis) yang dilakukan secara Epistomologis, terhadap wujud hakiki dari obyek yang akan diteliti (Ontologis).
Suatu riset dalam jenjang perguruan tinggi, umumnya berpola semakin tinggi jenjang pendidikan perguruan tingginya, makin besar pengembangan (development) suatu ilmu, daripada penerapannya/aplikasinya, begitu juga sebaliknya, semakin rendah jenjang pendidikan perguruan tingginya, maka semakin kecil pengembangan ilmunya daripada penerapannya/aplikasinya.
Dalam riset juga harus memiliki Fokus, yaitu cara ilmiah untuk menjawab permasalahan, atau dengan kalimat sederhana, fokus adalah kajian utama dari suatu penelitian.
Riset juga harus memiliki Lokus, yaitu tempat dimana kajian utama dari suatu penelitian digunakan/diterapkan.
Riset dilakukan dengan menerapkan metode Ilmiah yang merupakan suatu prosedur dalam melakukan penelitian untuk memperoleh pengetahuan yang dialkukan secara sistematis, dengan langkah-langkah metode ilmiah sebagai berikut :
1. Merumuskan masalah, berdasarkan kondisi nyata yang ada.
2. Membuat kerangka pikir .
3. Melakukan perumusan hipotesa berdasarkan asumsi sementara yang
akan dibuktikan.
4. Membuktikan hipotesa penelitian.
5. Membuat kesimpulan dari hasil pembuktian.
Hasil akhir dari suatu riset adalah pembuktian suatu kebenaran, yakni kebenaran dari sudut pandang manusia yang telah dibuktikan kebenaran tersebut melalui proses ilmiah.