Trimakasih
Posts made by M. Zia Ul Islam Zia
Selamat Sore Miss
ijin menyampaikan UTS manajemn Strategis
M. Zia Ul Islam
NPM. 2226061003
ijin menyampaikan UTS manajemn Strategis
M. Zia Ul Islam
NPM. 2226061003
M. Zia Ul Islam
NPM. 2226061003
Organisation Health Audits (OHA) adalah analisa cermat terhadap kesehatan organisasi sendiri, baik terhadap kelemahan maupun kekuatan organisasi
Di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, OHA terhadap aspek kekuatan diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Tupoksi yang jelas, terukur dan terbagi habis kepada seluruh ASN Kantor Kementerian Agama Kab. Pesawaran.
2. Koordinasi dan Komunikasi diantara struktur Organisasi yang berjalan baik, efektif, baik secara formal dan informal.
3. Pendidikan dan pelatihan bagi ASN Kantor Kementerian Agama Kab. Pesawaran, yang dilaksanakan secara terukur, periodik dan berkala.
4. Sarana dan Prasarana Kantor Kementerian Agama Kab. Pesawaran, yang memadai dan mendukung pelaksanaan tugas.
5. Kebijakan pimpinan yang selaras dengan Visi dan Misi Kantor Kementerian Agama Kab. Pesawaran, maupun dengan kebijakan lembaga diatasnya.
NPM. 2226061003
Organisation Health Audits (OHA) adalah analisa cermat terhadap kesehatan organisasi sendiri, baik terhadap kelemahan maupun kekuatan organisasi
Di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, OHA terhadap aspek kekuatan diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Tupoksi yang jelas, terukur dan terbagi habis kepada seluruh ASN Kantor Kementerian Agama Kab. Pesawaran.
2. Koordinasi dan Komunikasi diantara struktur Organisasi yang berjalan baik, efektif, baik secara formal dan informal.
3. Pendidikan dan pelatihan bagi ASN Kantor Kementerian Agama Kab. Pesawaran, yang dilaksanakan secara terukur, periodik dan berkala.
4. Sarana dan Prasarana Kantor Kementerian Agama Kab. Pesawaran, yang memadai dan mendukung pelaksanaan tugas.
5. Kebijakan pimpinan yang selaras dengan Visi dan Misi Kantor Kementerian Agama Kab. Pesawaran, maupun dengan kebijakan lembaga diatasnya.
TAP S2 MIA -> PRESENSI -> PRESENSI! -> Re: PRESENSI!
by M. Zia Ul Islam Zia -
Teori pengambilan keputusan merupakan ilmu yang menelaah mengenai cara memilih alternatif yang tepat untuk dijadikan sebagai sebuah keputusan. Biasanya berkaitan dengan perilaku seseorang dalam memutuskan sesuatu.
Point penting dari teori ini adalah bahwa seseorang memiliki keterbatasan pengetahuan dan bertindak hanya berdasarkan persepsinya terhadap situasi yang sedang dihadapinya. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki pengetahuan yang berbeda. Sehingga, akan berpengaruh pada pengambilan keputusannya.
Aktor dan institusi dalam teori ini adalah individu, organisasi maupun lembaga, ataupun entitas lainnya. Dimana pengambilan keputusan yang dilakukan oleh aktor dan institusi ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari dalam diri ataupun faktor lingkungan.
Proses kerja dalam teori ini secara umum bersandarkan pada keyakinan bahwa seseorang yang memiliki wewenang untuk mengambil keputusan tidak akan menggunakan pikiran rasional jika telah merasa bahwa keputusan yang diambil sangat erat kaitannya dengan kepentingan pribadinya. Begitupun halnya dengan organisasi maupun entitas lainnya. Sehingga, keputusan yang diambil biasanya adalah keputusan yang saling berkaitan dengan masalah yang ada. Atau dengan kata lain, pengambilan keputusan dapat dipahami sebagai pemilihan alternatif terbaik dari beberapa pilihan alternatif yang tersedia.
Point penting dari teori ini adalah bahwa seseorang memiliki keterbatasan pengetahuan dan bertindak hanya berdasarkan persepsinya terhadap situasi yang sedang dihadapinya. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki pengetahuan yang berbeda. Sehingga, akan berpengaruh pada pengambilan keputusannya.
Aktor dan institusi dalam teori ini adalah individu, organisasi maupun lembaga, ataupun entitas lainnya. Dimana pengambilan keputusan yang dilakukan oleh aktor dan institusi ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari dalam diri ataupun faktor lingkungan.
Proses kerja dalam teori ini secara umum bersandarkan pada keyakinan bahwa seseorang yang memiliki wewenang untuk mengambil keputusan tidak akan menggunakan pikiran rasional jika telah merasa bahwa keputusan yang diambil sangat erat kaitannya dengan kepentingan pribadinya. Begitupun halnya dengan organisasi maupun entitas lainnya. Sehingga, keputusan yang diambil biasanya adalah keputusan yang saling berkaitan dengan masalah yang ada. Atau dengan kata lain, pengambilan keputusan dapat dipahami sebagai pemilihan alternatif terbaik dari beberapa pilihan alternatif yang tersedia.