གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Tria Selvia

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053258

Analisis Video 2

Pada video tersebut terdapat siswa SMA yang memiliki perilaku tidak sopan dan tidak menghargai guru, lalu guru memberi hukuman dengan menyuruhnya untuk keluar kelas. Setelah pulang sekolah siswa tersebut bermain dengan temannya, mereka merokok dan meminum minuman, perilaku tersebut seharusnya tida dilakukan oleh siswa SMA. Guru yang mengetahui hal itu lalu memanggil kedua siswa tersebut, lalu mereka diberikan teguran dan nasehat agar sadar dan tidak mengulangi tersebut.

Dari video tersebut dapat kita lihat menurunnya moral anak. Dalam hal ini guru sangat berperan penting untuk membentuk moral anak dengan baik. Saat di lingkungan sekolah, guru menjadi tokoh utama dalam membantu membentuk moral anak. Namun dampak dari lingkungan yang tidak baik dapat menjadi faktor penyebab penurunan moral anak. Anak akan sering berperilaku menyimpang dan jauh dari moral yang berlaku. Moral yang terabaikan ini dapat digambarkan melalui contoh yakni ribut dan tidak mendengarkan saat guru menjelaskan materi pembelajaran, tidak sopan kepada guru, menghina atau membully temannya sendiri. Pendidikan Pancasila juga dianggap penting dalam membangun moral anak di sekolah. Kolaborasi antara guru dan siswa dalam hal ini sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pengajaran moral dengan efektif. Hal ini tidak hanya berdampak positif bagi siswa itu sendiri, tetapi juga bagi orang lain di sekitarnya. Sinergi antara guru dan siswa menjadi kunci keberhasilan dalam upaya menguatkan nilai moral di kalangan siswa.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
Npm : 2213053358

Analisis video 1
PENTINGNYA PENDIDIKAN MORAL UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR

Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. beberapa penyebab menurunnya moral pada anak :
• perundungan di sekolah kerap kali di lakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki seperti menyakiti korban secara fisik maupun sosial.
• kekerasan fisik dalam rumah tangga, seperti kekerasan secara fisik yang di lakukan oleh saudara kandung di rumah.
maka dari itu peran orang tua perlu karena anak meniru tingkah laku orang tuanya, sedangkan peran guru yaitu memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak serta membekali mereka dengan nilai-nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat serta keluarga. Peran yang harus dilaksanakan oleh guru yaitu dengan menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercaya dan berperilaku baik serta memberikan contoh yang baik kepada siswa agar tingkah lakunya sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungan sekolah. Misalnya hadir tepat waktu ketika mengajar. agar siswa tidak menyimpang terhadap moral anak diperlukan motivator untuk memberikan pembelajaran tentang kebaikan, peran guru seperti memberikan nasihat setiap harinya, agar siswa dapat mengingatnya

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053358

Analisis Jurnal 2
“Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini”

Jurnal tersebut menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan warga negara yang berkepribadian tinggi dan berakhlak mulia, sehingga dapat menciptakan SDM yang berkualitas tinggi. terlebih mengingat kekhawatiran saat ini tentang moral dan akhlak. Perlunya penanaman nilai-nilai moral, baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat secara keseluruhan. Pada masa usia dini dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai moral, untuk perkembangan serta kecerdasan moral anak. Pendidikan moral diartikan sebagai suatu konsep kebaikan yang diberikan atau diajarkan kepada peserta didik untuk membentuk budi pekerti luhur, berakhlak mulia dan berperilaku terpuji seperti terdapat dalam Pancasila dan UUD 1945, Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan, tanggung jawab dan lain-lain. Adapun nilai-nilai moral yang bersifat relativistic dikategorikan sebagai moral kesopanan, seperti berbicara secara sopan, hormat kepada orang yang lebih tua, tidak bertamu pada jam istirahat dan sebagainya. Di dalam nilai moral juga terdapat batasan-batasan berlakunya nilai tersebut. Batasan-batasan tersebut di antaranya :
- Nilai universal, berlaku bagi seluruh umat manusia bilamana dan dimanapun seperti hak asasi manusia.
- Nilai partikular yakni hanya berlaku bagi sekelompok manusia tertentu atau dalam kesempatan tertentu, misalnya nilai sebuah tutur kata.
- Nilai abadi, yakni berlaku kapanpun dan dimanapun seperti kebebasan beragama.

Pada masa usia dini dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai moral, untuk perkembangan serta kecerdasan moral anak. Di dalam penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat menggunakan berbagai metode yaitu metode bermain, bercerita, pemberian tugas dan bercakap- cakap, penggunaan metode tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan karakter anak yang menjadi sumber pertimbangan utama. Sebab metode akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini. Cara pelaksanaan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini, pada jalur pendidikan non formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat dilakukan melalui pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, pada jalur pendidikan formal dapat dilakukan melalui kegiatan pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan lingkungan bermain, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053358

Analisis Jurnal 1
PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT

Dalam jurnal tersebut membahas tentang penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lmpeuneurut , yaitu dari hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru di SD Negeri Lampeuneurut telah berhasil menanamkan sejumlah nilai moral pada siswa. Nilai-nilai moral ini mencakup nilai religius, sosialitas, gender, keadilan, demokrasi, kejujuran, kemandirian, daya juang, tanggungjawab, dan penghargaan terhadap lingkungan. Penelitian juga mencatat bahwa nilai-nilai ini ditanamkan dengan cara menyisipkannya ke dalam berbagai mata pelajaran yang diajarkan, menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung perkembangan moral, seperti berdoa sebelum memulai pelajaran, mengoreksi hasil ujian temenan dengan jujur, baris-berbaris dengan tertib sebelum masuk kelas, dan masih banyak lainnya, serta menjalin kerjasama dengan orang tua.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut sebagian besar sudah baik karena guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa walaupun ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengetahui nilai-nilai yang harus ditanamkan. Kemudian menanamkan nilai-nilai moral kesemua mata pelajaran, memberi nasehat setiap hari, guru menjadi panutan siswa, melalui lingkungan sekolah dan kerja sama dengan orang tua. Di samping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Tria Selvia གིས-
Nama : Tria Selvia
NPM : 2213053358

Analisis Video 2
“Pendidikan Moral di Sekolah Dasar”

Pendidikan moral adalah proses pendidikan untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan dan juga kelakuan yang dilakukan oleh peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan yang sesuai dengan nilai-nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat. Impikasi Perkembangan Sosial dan Pribadi Anak dalam KBM di Sekolah Dasar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Dasar antara lain: interaksi sosial, pengembangan pemampuan komunikasi, pengembangan identitas diri,pembentukan nilai dan moral, peningkatan diri dan penghargaan diri, pengembangan kemampuan kognitif,dan pengembangan keterampilan penyesuaian.

Tahap-Tahap Perkembangan Moral seperti berikut :
1. Usia 6 - 12 Bulan, orangtua mengendalikan anaknya.
2. Usia 12 - 18 Bulan, membuat komitmen dan patuh sesuai keadaan.
3. Usia 18 - 30 Bulan, anak menunjukkan rasa empati.
4. Usia 30 - 36 Bulan, aktivitas fisik berkurang lebih banyak melakukan aktivitas verbal.
5. Usia 3 - 4 Tahun, anak menunjukkan perilaku menolong dengan mengharapkan pujian
6. Usia 4 - Tahun, penalaran moral semakin fleksibel.
7. Usia 7 - 8 Tahun, empati dalam perilaku semakin meningkat.
8. Usia 9 - 11 tahun, penalaran moral semakin dipandu oleh rasa keadilan.
9. Usia 12 - 15 Tahun, penalaran moral mencerminkan rasa keadilan.
10. Usia 16 - 20 Tahun, relativisme penting dalam penalaran moral.
11. Dewasa Muda (Usia 20 - 40 Tahun)
12. Dewasa Tengah (Usia 40 - 65 Tahun)
13. Dewasa Tua (Usia 65 Tahun)

Permasalahan serta solusi perkembangan moral anak sekolah dasar
1. Hilangnya kejujuran
Anak yang terbiasa berbohong akan membuatnya menjadi pribadi yang mudah berbohong dan bahkan akan takut apabila berkata jujur.
2. Hilangnya rasa tanggung jawab guru
Seorang guru bertanggung jawab dalam membimbing anak untuk membiasakan tanggung jawab. Contoh kecilnya ketika peserta didik tidak mengerjakan pekerjaan rumah yang telah diberikan oleh guru, maka guru berhak menghukum atau menyuruh siswa untuk mengerjakan soal yang akan diberikan oleh gurunya. Hal ini mengajarkan siswa tentang konsekuensi apabila tidak bertanggung jawab.
3 rendahnya disiplin
Misalnya ketika ada peserta didik yang sering terlambat, maka sebaiknya seorang guru maupun kepala sekolah bersikap tegas, karena jika tidak ada ketegasan maka peserta didik akan terbiasa terlambat.
4. Kurang bisa bekerja sama
Contohnya pada saat kerja kelompok, solusinya adalah dengan membiasakan anak untuk terlibat dalam kerjasama bersama teman-temannya.
5. Mengambil hak orang lain
Contohnya mencuri, solusinya dengan mengajarkan anak untuk menerima apa yang dia miliki dan tidak boleh mengambil hak orang lain.