Kiriman dibuat oleh Presti Saraswati 2213053038

Nama : Presti Saraswati
NPM : 2213053038
Kelas : 3F

“Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa Di Sd Negeri Lampeuneurut”
Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.

Pendidik di SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan. Penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut adalah sebagian besar sudah baik karena guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa walaupun ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengetahui nilai-nilai yang harus ditanamkan. Kemudian menanamkan nilai-nilai moral kesemua mata pelajaran, memberi nasehat setiap hari, guru menjadi panutan siswa, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Disamping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.

Penanaman nilai-nilai moral sejak dini kepada siswa sangat penting karena untuk membentuk perilaku yang baik di masa yang akan datang. Peran pendidik pun sangat penting karena menjadi role model bagi peserta didiknya dalam hal menanamkan nilai-nilai moral.
Nama : Presti Saraswati
NPM : 2213053038
Kelas : 3F

“Pendidikan Moral di Sekolah Dasar”
Pendidikan moral merupakan usaha untuk mengubah perilaku, sikap dan tindakan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakat yang sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan lingkungan masyarakat. Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar yaitu perkembangan pribadi dan sosial anak sangat diperlukan dalam pembelajaran. Implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar yaitu pendidik seharusnya mengajarkan identitas gender agar moral atau perilaku mereka sesuai dengan gendernya.

Permasalahan serta solusi perkembangan moral anak sekolah dasar:
1) Hilangnya kejujuran.
Cara mengatasinya dapat dilakukan dengan mengajarkan anak lebih percaya diri dan mengajarkan betapa pentingnya sikap jujur.
2) Hilangnya rasa tanggungjawab
Solusinya dengan mengajarkan pentingnya tanggungjawab dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan seperti memberikan PR, menjaga ketertiban kelas dan sebagainya.
3) Rendahnya disiplin
Cara mengatasinya yaitu sekolah harus meningkatkan kedisiplinan dan peraturan yang ada di sekolah.
4) Kurang bisa bekerjasama
Pendidik bisa mengatasinya dengan melaksanakan pembelajaran yang dapat meningkatkan kerjasama, seperti membentuk kelompok diskusi
5) Mengambil hak orang lain
Solusinya dengan membiasakan peserta didik agar bisa menerima apa yang dimilikinya dan tidak mengambil hak orang lain.
Nama : Presti Saraswati
NPM : 2213053038
Kelas : 3F

“Pendidikan Moral Tanggungjawab Diri dalam Keluarga”
Dari video tersebut tanggungjawab dalam keluarga yaitu: mendengarkan nasihat ayah artinya kita harus mendengarkan perintah ayah, membantu ibu misalnya dalam hal pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci piring dan sebagainya, menemani kakak, dan menjaga keselamatan adik.

Tanggungjawab penting dalam keluarga karena:
• Hubungan keluarga menjadi erat, apabila menjalankan tanggungjawab dalam keluarga maka akan membuat keluarga menjadi harmonis.
• Keselamatan keluarga terjamin, misalnya apabila kita berada di rumah sendirian maka kita sebagai anak memiliki tanggungjawab untuk menjaga rumah dengan aman. Caranya mengunci pintu dan pagar dengan cara ini, kitapun akan selamat dari hal-hal ynag tidak diinginkan.
• Meringankan tugas keluarga, dengan cara membantu kedua orang tua sehingga tidak terlalu menyusahkan mereka.
• Membanggakan keluarga dengan cara belajar sungguh-sungguh.
Nama : Presti Saraswati
NPM : 2213053038
Kelas : 3F

“Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini”

Melalui penilaian, guru dapat mengukur perkembangan dari masing-masing peserta didik serta dapat mengetahui dan menerapkan perkembangan yang mungkin belum dapat dicapai atau yang sudah dicapai. Instrumen penilaian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik. Terdapat 3 manfaat penilaian yaitu:
1) Bagi anak, yaitu untuk memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten, perkembangan anak menjadi lebih optimal, anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat, anak mendapatkan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya.
2) Bagi orang tua yaitu orang tua akan mendapatkan informasi, perkembangan dan minat anak, memudahkan orang tua memberikan stimulus yang sesuai serta keberlanjutan di rumah, membuat keputusan bersama antara orang tua dan pendidik, dan memberikan dukungan untuk kebutuhan anak.
3) Bagi guru/pendidik yaitu untuk mengetahui perkembangan sikap, keterampilan dan pengtahuan, mendapat informasi awal tentang hambatan dan gangguan dalam perkembangan anak.

Terdapat 8 prinsip penilaian yaitu mendidik, berkesinambungan, objektif, akuntabel, transparan, sistematis, menyeluruh, dan bermakna. Teknik penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian perkembangan anak meliputi instrumen penilaian proses, catatan Anekdot, rubrik atau instrumen penilaian hasil kemampuan anak. Kemudian teknik penilaan dibagi menjadi 4 yaitu: BB (belum berkembang) artinya anak-anak masih perlu dibantu, MB (mulai berkembang) artinya anak melakukan kegiatan tetapi masih perlu diingatkan, BSH (berkembang sesuai harapan) artinya anak melakukan kegiatannya secara mandiri tanpa harus diingatkan dan tanpa dibantu guru, BSB (berkembang sangat baik) artinya anak-anak dapat melakukan kegiatan secara mandiri dan dapat membantu anak yang lainnya.Bentuk penilaiannya dapat dilakukan dengan penilaian harian, penilaian mingguan, penilaian bulanan, penilaian semester.
Nama : Presti Saraswati
NPM : 2213053038
Kelas : 3F

“Menangkal Degradasi Moral Di Era Digital Bagi Kalangan Millenial”
Masa depan suatu bangsa sesungguhnya dipegang oleh para pemuda yang merupakan masyarakat yang berada pada usia remaja, maka dari itu penting sekali bangsa ini untuk meningkatkan kualitas para pemudanya untuk Indonesia yang lebih baik. Saat ini, banyak diantara kalangan millennial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama.

Maka, solusi yang dapat dilakukan untuk menangani adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan millennial ialah dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik. Dan dengan adanya kegiatan PKM oleh tim pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang, program seperti ini sangat penting karena para generasi muda, termasuk pemuda dapat mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu anak-anak remaja harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akademis tapi juga mempunyai kemampuan softskill yang baik, terutama bagi anak-anak remaja yang sedang mencari jati diri di era digital ini.