Kiriman dibuat oleh Presti Saraswati 2213053038

Nama: Presti Saraswati
NPM : 2213053038
Kelas : 3F

Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi
Pada era globalisasi menyebabkan kehidupan mengalami perubahan yang signifikan, karena banyak terjadi degrasi moral dan sosial budaya yang menyimpang. Hal ini terjadi karena adanya dampak budaya dari luar secara berlebihan dan tak terkendali oleh sebagian remaja. Pola perilaku budaya luar, sering dianggap symbol kemajuan. Seperti kemajuan tekonolgi,

Dampak positif globalisasi terhadap nilai dan moral: (1) Aspek Politik: pemerintah dijalankan secara terbuka dan demokratis. Ketika pemerintahan dijalankan dengan jujur, bersih, dan dinamis maka akan mendapat tanggapan positif dari rakyat, (2) Aspek Ekonomi: terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. (3) Aspek Sosial-budaya: yang dapat ditiru adalah pola pikirnya baik seperti etos kerja tinggi, disiplin, dan IPTEK dari bangsa yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa.

Saat ini pun, dalam dunia pendidikan telah kehilangan nilai-nilai moral seperti banyaknya praktik dalam dunia pendidikan yang justru membuat anak belajar tidak jujur, curang dan malas. Maka, di era globalisasi, pendidikan nilai dan moral merupakan hal yang sangat penting karena untuk kemajuan bangsa yang bekualitas dan agar nilai sosial buadaya bangsa kita tidak hilang.
Nama: Presti Saraswati
NPM : 2213053038
Kelas : 3F

PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Di Indonesia, pendidikan nilai telah diatur dalam sistem pendidikan nasional. Ada delapan belas nilai yang perlu diintegrasikan guru dalam pembelajaran. Kedelapan belas nilai tersebut adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, pekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, ingin tahu, nasionalis, patriotik, menghargai prestasi, ramah dan komunikatif, cinta damai, gemar membaca, sadar lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab.

Kurikulum Pendidikan Aceh Islami merupakan amanah dari Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan. Penyelenggaraan Pendidikan Islami di Aceh adalah sebagai upaya untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian peserta didik dalam rangka mewujudkan masyarakat Aceh (ureung Aceh) yang berperadaban dan bermartabat. Selain itu, amanah qanun tersebut adanya kurikulum Aceh (kurikulum islami) sebagai landasan dalam menerapkan pendidikan di provinsi Aceh. Dengan ciri khas tersebut penerapan pendidikan Islam dalam rangka pembentukan generasi muda Aceh yang berakhlak mulia mengikuti budaya Aceh dan syariat Islam.

Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.
NAMA : PRESTI SARASWATI
NPM : 2213053038
KELAS : 3F

“ MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA DIKALANGAN REMAJA”
Jati diri generasi muda dapat dibentuk oleh tradisi kehidupan masyarakat atau oleh usaha yang terprogram, direncanakan dengan baik dan sistematis/modern.

Membina nilai moral sosial budaya di Indonesia harus dilandasi Pancasila yang dimana sila pertama ketuhanan yang maha esa, dan kemanusiaan yang adil dan beradab, dapat diperaktekkan dalam interaksi sosial sehari-hari, baik terjadi dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Pendidikan tersebut didasari interaksi sosial yang saling menghargai, saling percaya dalam mewujudkan kehidupan berbangsa yang sejahtera. Selain itu, dengan pertemanan juga akan terjalin kasih sayang dan nilai-nilai moral akan mudah terbangun melaui bahu-membahu, saling menasihati dan saling memerlukan. Kemudian dengan prinsip keadilan akan dapat dibangun peserta didik yang memiliki nilai moral yang tinggi, tidak senang tawuran, berpikir positif, dan potensi yang dimiliki akan berkembang optimal.

Pembentukan nilai moral sosial budaya Indonesia dikalangan anak-anak dan remaja juga merupakan tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah secara bersinergis. Lingkungan pendidikan tersebut perlu meningkatkan kerjasama, sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang maju yang bernilai, bermoral, dan bersosial budaya Indonesia.
Nama : Presti Saraswati
NPM : 2213053038
Kelas :3F

ANALISIS JURNAL 1
Nilai Moral pancasila adalah suatu pedoman bagi masyarakat untuk bertindak hidup sebagaimana telah diatur dalam pancasila atau ideologi Indonesia, dengan kata lain moral pancasila adalah sikap bermasyarakat yang baik dimana harus dilakukan oleh masyarakat.

Pendidikan Moral Pancasila bertujuan untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, serta menjadi standar baik atau buruknya perbuatan manusia. Seiring dengan perkembangan zaman, generasi muda rentan terhadap nilai moral pancasila, ditambah dengan kemajuan IPTEK sehingga menimbulkan adanya korupsi. Maka dari Penerapan Nilai Moral Pancasila Sejak Dini Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi ialah membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dengan jiwa Pancasila yang baik guna menghadapi dinamika perubahan, mengembangkan pendidikan nasional yang meletakan pendidikan moral Pancasila sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik dengan dukungan keterlibatan publik yang di lakukan melalui pendidikan jalur formal, nonformal dan informal, merevitalisasi dan memperkuat potensi pendidik, tenaga pendidikan, peserta didik ,masyarakat dan lingkungan keluarga.

Dengan menanamkan nilai moral sejak dini dapat mencengah ajakan/dorongan negatif untuk melalukan korupsi sejak dini. Penanaman nilai moral pancasila kepada peserta didik dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.
Nama : Presti Saraswati
NPM : 2213053038
Kelas :3F

PENGAMALAN SILA PANCASILA DALAM KEHIDUPAN
Lambang Negara Indonesia Garuda Pancasila. Pada bagian tengah burung garuda terdapat perisai yang berisi lambang sila Pancasila. Pengamalan Pancasila adalah penerapan nilai pancasila dalam kehidupan sehari hari

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Lambang bintang, pada sila pertama mengajak kita untuk percaya tuhan dan melaksanakan perintahnya. Contoh pengamalan: bersyukur kepada tuhan, ibadah sesuai keyakinan, berdoa sesudah dan sebelum makan, menghormati agama lain.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradap
Lambang banteng. Pada sila ke dua kita diajak untuk saling mencintai sesama manusia. Contoh pengamalan: membantu korban bencana, tidak berbuat kasar kepada orang lain, bersikap sopan kepada orang tua, membantu adik belajar, menolong teman yang kesulitan.

3. Persatuan Indonesia
Lambang pohon beringin. Pada sila ketiga mengajak kita untuk cinta terhadap bangsa Indonesia/cinta tanah air. Contoh pengamalan: mengikuti upaca bendera dengan tertib, mencintai dan bangga menggunakan produk lokal, bermain dengan rukun, melestarikan budaya daerah, berteman tidak membedakan suku dan agama

4. Kerakyatan yang dipimpin oelh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Lambang kepala banteng. Sila keempat mengajak kita untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah. Contoh penerapannya: menyampaikan pendapat, berdiskusi, menerima hasil musyawarah dengan lapang dada, saling menghargai pendapat, musyawarah dalam pemilihan ketua kelas.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Lambang padi dan kapas. Sila kelima mengajak kita untuk bersikap adil terhadap sesama. Contoh penerapannya: tidak curang kepada orang lain, menghargai karya orang lain, bergotong royong membersihkan kelas, tidak boros dan suka menabung, melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang.