Posts made by DEFI FITRIA NURAINI 2213053263

Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Analisis Video 2

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa para siswa SD Negeri Glak, kabupaten Sikka membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah pasalnya sekolah yang terletak di sebuah dusun terpencil ini terpaksa harus melakukan kegiatan belajar mengajar di teras kelas. Teras dipakai sebagai ruang kelas lantaran ketiadaan ruang kelas. Sekolah yang terletak di kaki gunung ini hanya memiliki 6 ruangan. Dimana 5 ruangan dipakai sebagai ruang kelas dan satu ruangan sebagai ruang guru, jangankan kelas perpustakaan saja tak dimiliki sekolah ini. Meski begitu para siswa tetap bersemangat untuk bersekolah setiap hari mereka harus berjalan kaki hingga 2 kilometer guna bisa belajar di sekolah.

Di masa pandemi covid-19 ketika pemerintah aktif mengkampanyekan belajar daring, sekolah ini tak mampu melaksanakannya. Di wilayah ini belum ada jaringan telekomunikasi sama sekali, karena itu pihak sekolah terpaksa tetap melakukan kegiatan di sekolah.
Pihak sekolah berharap pemerintah bisa membuka mata melihat keadaan mereka dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.

Untuk menyetarakan pendidikan di seluruh Indonesia, fasilitas yang mendukung sangat dibutuhkan, dalam hal ini pemerintah lah yang berperan untuk menyediakan fasilitas sekolah guna keberlangsungan kegiatan belajar mengajar dan pemerataan pendidikan di Indonesia.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Perbedaan antara hardskill dan softskill sangat penting dalam pengembangan karier dan keberhasilan seseorang. Tanggapan saya terkait perbedaan kriteria nilai keduanya:

A. Hardskill:
Hardskill adalah keterampilan yang dapat diukur secara objektif dan diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan, atau pengalaman konkret.
Biasanya, hardskill terkait langsung dengan tugas-tugas pekerjaan yang spesifik dan dapat diukur dengan tes atau kriteria kuantitatif.
Contoh hardskill meliputi pemrograman, keterampilan bahasa asing, keahlian dalam perangkat lunak tertentu, dan pengetahuan teknis.

B. Softskill:
Softskill adalah keterampilan non-teknis yang berfokus pada aspek interpersonal, sosial, dan kepribadian seseorang.
Tidak mudah diukur secara kuantitatif, namun memiliki dampak besar pada interaksi sosial, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi.
Contoh softskill meliputi kemampuan komunikasi efektif, kemampuan berkolaborasi, kepemimpinan, empati, dan ketahanan dalam menghadapi tekanan.

Kombinasi yang seimbang antara hardskill dan softskill seringkali menjadi kunci kesuksesan dalam karier dan kehidupan sehari-hari. Hardskill memberikan fondasi teknis yang diperlukan untuk pekerjaan, sementara softskill memungkinkan individu berinteraksi dengan baik dengan rekan kerja, mengelola konflik, dan bersikap fleksibel dalam berbagai situasi. Keduanya saling melengkapi untuk mencapai keberhasilan dalam berbagai profesi.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Analisis Video 4
ETIKA DAN MORAL DALAM KELUARGA DAN PEMBELAJARAN DARING

Dalam video ini membahas tentang pentingnya etika dan moral dalam pembelajaran daring dan dalam kehidupan keluarga. Video ini menjelaskan bahwa dalam era modernisasi dan globalisasi, generasi muda memiliki akses mudah terhadap informasi melalui media sosial, namun juga dihadapkan pada berbagai permasalahan sosial yang memprihatinkan seperti pembunuhan, pembullyan, pelecehan seksual, narkoba, dan lain sebagainya.

Dalam video ini juga menjelaskan bahwa etika dan moral merupakan pedoman bagi setiap manusia dalam membentuk perilaku yang baik. Etika membahas tentang nilai dan norma yang membentuk perilaku manusia, sedangkan moral mengacu pada aturan kesusilaan mengenai baik dan buruk.

Selain itu, video ini menekankan pentingnya pendidikan etika dan moral dalam keluarga sebagai kelompok kecil yang paling utama bagi manusia. Keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai seperti keagamaan, sopan santun, kejujuran, dan lain sebagainya. Meskipun penerapan nilai-nilai ini kadang mengalami kesulitan, nilai-nilai tersebut sangat mendukung keluarga dalam mempersiapkan dan mewujudkan sumber daya yang berkualitas. Keluarga sangat penting dalam hal ini.

Didalam pembelajaran daring, video ini menjelaskan pentingnya siswa untuk mengikuti aturan dan etika berkomunikasi dengan baik. Siswa diharapkan peka terhadap proses pembelajaran online, memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, menghormati guru, dan mengucapkan terima kasih.

Kesimpulan dari video ini yaitu menjelaskan tentang pentingnya etika dan moral dalam pembelajaran daring dan kehidupan keluarga. Etika dan moral menjadi pedoman dalam membentuk perilaku yang baik dan mendukung pembentukan sumber daya yang berkualitas.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Analisis Jurnal 2

Identitas Jurnal:
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Agama Islam - Ta'lim
Volume : 12
Nomor : 1
Halaman : 41-54
Tahun Terbit : 2014
Judul Jurnal : PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Nama Penulis : Fahrudin

Jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan nilai moral di lingkungan keluarga untuk mencegah kenakalan remaja. Dalam jurnal ini, ditekankan bahwa lingkungan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk nilai-nilai moral anak-anak. Proses pendidikan nilai moral dapat dimulai sejak anak lahir dengan mengenalkan nilai-nilai keimanan. Selain itu, anak-anak juga perlu dibimbing mengenai nilai-nilai moral seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, dan bergaul dengan baik. Orang tua juga harus menjaga harmonisasi hubungan antara mereka dan menjadi suri tauladan bagi anak-anak.

Dalam jurnal ini juga disebutkan bahwa keluarga memiliki fungsi pendidikan yang tidak dapat digantikan oleh lembaga pendidikan lainnya. Keluarga memiliki peran utama dalam membentuk nilai-nilai, kebudayaan, dan tradisi dalam masyarakat. Keluarga juga memiliki fungsi dalam melindungi, memberikan kasih sayang, dan membantu anak-anak tumbuh dan berkembang. Nilai moral sangat penting bagi anak-anak dan dapat membentuk kepribadian mereka. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kemerostan moral, seperti kurangnya nilai-nilai keimanan yang tertanam pada anak-anak.

Pendidikan moral sangat penting dalam menjaga moral anak-anak. Beberapa faktor yang mempengaruhi moral anak-anak antara lain keyakinan agama, lingkungan masyarakat yang kurang sehat, pendidikan moral yang tidak terlaksana dengan baik, suasana rumah tangga yang kurang baik, dan pengaruh negatif seperti westernisasi. Keluarga memiliki peran penting dalam pendidikan moral anak-anak, dan perlu melakukan pembinaan agama dan pendidikan moral sejak dini.

Dalam jurnal ini juga disebutkan bahwa orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anak dalam hal pergaulan hidup dan cara berbicara, bertindak, dan bersikap. Penanaman nilai-nilai moral dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti cara berbicara dan berpakaian yang baik.
Nama: Defi Fitria Nuraini
NPM : 2213053263

Analisis Jurnal 1

Identitas Jurnal:
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Volume : -
Nomor : 01
Halaman : 1-11
Tahun Terbit : 2017
Judul Jurnal : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Nama Penulis : Rukiyaki

Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan moral di sekolah dalam membentuk generasi yang berkualitas. Penulis menekankan bahwa pendidikan moral tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga peran penting guru dalam membentuk nilai-nilai moral siswa. Hal ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya pendidikan moral yang komprehensif di sekolah.

Penulis juga menggaris bawahi peran guru sebagai pendidik moral dan pentingnya guru memiliki nilai-nilai moral yang kuat. Ini menunjukkan bahwa pendidikan moral tidak hanya tentang mengajarkan nilai-nilai kepada siswa, tetapi juga tentang menjadi teladan yang baik bagi mereka.

Dalam konteks metode pendidikan moral, penulis mengemukakan bahwa metode indoktrinasi dianggap usang dan tidak sesuai dengan semangat modern. Sebaliknya, penulis merekomendasikan metode inkulasi atau penanaman nilai melalui berbagai cara, seperti membaca buku, bercerita, dan menyediakan fasilitas yang mendukung nilai-nilai moral. Ini menunjukkan pemahaman penulis tentang pentingnya pendekatan yang kreatif dan interaktif dalam pendidikan moral.

Dalam hal evaluasi pendidikan moral, penulis mengakui tantangan dalam mengukur perilaku moral. Evaluasi afektif, seperti evaluasi penalaran moral dan evaluasi karakteristik afektif, dianggap penting dalam mengevaluasi pencapaian tujuan pendidikan moral. Penulis juga menyoroti pentingnya observasi dalam jangka waktu yang lama untuk mengevaluasi perilaku moral.

Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan pemahaman yang baik tentang pentingnya pendidikan moral di sekolah dan memberikan wawasan tentang metode dan evaluasi yang dapat digunakan dalam pendidikan moral. Jurnal ini juga mengakui tantangan dalam pendidikan moral di era teknologi yang semakin maju.