Posts made by Baihaqi Ma’wal Ulum 2253053032

Nama : Baihaqi Ma’wal Ulum
NPM : 2253053032

Instrumen penilaian Pengembangan nilai agama dan moral.

Video ini sangat membantu kita sebagai calon seorang pendidik yang harus bisa memberikan penilaian yang tepat kepada peserta didik.
memberikan instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral guru ini bertugas tidak hanya mengevaluasi atau merencanakan saja tetapi juga menilai hasil belajar setiap anak.hal ini bertujuan untuk meninjau perkembangan anak termasuk perkembangan moral dan agama.Definisi instrumen penilaian yaitu alat yang digunakan untuk melakukan penilaian atau evaluasi, instrumen penilaian dapat berupa tes maupun non tes dan observasinya dapat dilakukan dengan cara observasi sistematis dan non-sistematis.Penilaian memiliki berbagai manfaat bagi guru,peserta didik,dan orang tua yaitu:
A.manfaat bagi guru yaitu dapat mengetahui permasalahan dan kesulitan yang dihadapi anak.
B.manfaat bagi anak yaitu untuk mengetahui kemajuan belajar siswa, untuk perbaikan dan peningkatan kegiatan belajar siswa serta sekaligus memberi umpan balik bagi perbaikan pelaksanaan kegiatan belajar
C.manfaat bagi orang tua yaitu memantau kemajuan belajar, hasil belajar, dan perbaikan hasil kegiatan belajar anak secara berkesinambungan.
Prinsip prinsip penilaian yaitu mendidik, berkesinambungan, objektif, akuntabel, transparan,sistematis,menyeluruh dan bermakna
Mekanisme penilaian
1. menyusun teknik instrumen penilaian serta menetapkan indikator capain perkembangan anak
2. melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap,teknik,dan instrumen penilaian.
3. mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara akunabel dan transparan
4. melaporkan capain perkembangan anak pada orang tua
Nama : Baihaqi Ma’wal Ulum
Npm : 2253053032

Video tersebut membahas tentang etika, nilai, dan moral. Video ini smagat bagus dan cocok ditonton untuk menambah pengetahuan kita tentang nilai dan moral serta penerapannya

Etika,nilai dan moral saling berkaitan karena semuanya berusaha mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir,sikap,dan perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik yang sesuai dengan aturan yang berlaku dimasyarakat .contoh saling menyapa ketika bertemu masyarakat atau orang lain.
Etika dan moral mempunyai pengertian yang sama.
Nilai adalah sesuatu yang memberi makna hidup yang di junjung tinggi yang mewarnai dan menjiwai tindakan atau perilaku seseorang.
Moral adalah hal hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan.Moral juga bisa disebut sebagai tolak ukur benar atau tidak nya sikap dan tindakan manusia
.Moral juga merupakan kepekaan dalam pikiran,perasaan dan tindakan terhadap prinsip prinsip dan aturan.
Nama : Baihaqi Ma'wal Ulum
NPM : 2253053032

Judul jurnal ini adalah "Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia Di Kalangan Remaja"
Tanggung jawab dan akhlaq
mulia akan dapat diwujudkan
manakala, sejak dini kepada generasi
muda sudah ditanamkan nilai-nilai
keimanan dan disertai kegiatan ibadah
dan muamallah yang terus menerus
dan konsisten disertai keteladanan
orangtua dan para pemimpin/tokoh
masyarakat yang ada disekitar kita,
masyarakat dan bangsa Indonesia ini,
agar kelak tujuan pendidikan yang
telah dirumuskan dalam UU
Sisdiknas 2003 dapat tercapai dengan
baik tanpa upaya tersebut maka
pembinanaan generasi muda yang
bertanggung jawab dan akhlaq mulia
hanya sebagai buah bibir dan isapan
jempol belaka.Nilai-nilai hubungan antar
manusia warga bangsa perlu dibangun
berdasarkan saling menghargai, saling
percaya untuk menciptakan
kehidupan yang sejahterah. Nilai-nilai
hubungan antar manusia seyogyanya
seperti tersebut pada soal ini, dan
untuk menjawabnya, terkait dengan
kedudukan manusia sebagai makhluk
Sosial, dan sekaligus sebagai
makhluk individual seperti yang
dinyatakan Prof . Dr. H. Nursid S,
dalam bukunya (2008, 31-44) bahwa
manusia baru dapat dikatakan
manusia yang sebenarnya, bila ada di
dalam masyarakat. Dari sini muncul pentingnya peran penting keluarga
dalam membina manusia yang tidak
berdaya dari usia kandungan sampai
usia dewasa. Di dalam keluarga mulai
ditanamkan nilai-nilai keimanan,
nilai-nilai, dan etika pergaulan.
Sebelum Sekolah Dasar bagi yang
tergolong keluarga mampu .Kisah ini, dapat digunakan
sebagai rujukan, contoh suri tauladan
dalam kehidupan sehari-hari, yang
menunjukkan hubungan antara
sesama, antara orang-orang yang
pernah bertetangga, yang berbasis
nilai moral yang berbentuk saling
menghargai dan saling mempercayai,
saling menolong dengan tulus, untuk
menciptakan kehidupan berbangsa
Indonesia yang sejahtera.
Alangkah indahnya hubungan antara
sesama yang terkandung dalam kisah
tersebut.Di lembaga pendidikan formal
dan non formal (masyarakat),
pendidik yang bertugas membentuk
nilai moral untuk membangun jatidiri
generasi muda adalah guru dan tokoh
masyarakat (Uyoh Sadulloh dkk, 6-
12), dilakukan dengan upaya
mendidik, mengajar dan melatih.
Mendidik berisi muatan tidak hanya
pengetahuan tetapi juga nilai-nilai
moral Pancasila. Sementara dalam
kegiatan mengajar tekanannya lebih
pada aspek kognitif (transfer of
knowledge); sementara itu melatih
dititik beratkan pada aspek motorik
atau ketrampilan anak yang sesuai
dengan minat peserta didik, misalnya
menjadi ahli perbengkelan motor dan
mobil. Seyogyanya antara penguasaan
pengetahuan ,nilai moral dan
ketrampilan seseorang dalam
membentuk jati diri perlu dijaga
keseimbangan dalam masyarakat
yang terus berubah, agar manusia
akan tetap menjadi manusia dan
bukan menjadi makhluk non human
being yang tidak bermoral.

Kesimpulan pada dasarnya kita harus menekankan bahwa pembentukan nilai moral sosial budaya di kalangan remaja yang dilakukan melalui pendidikan yang holistik dan komprehensif .Dalam realitas kehidupan
saat ini terlihat ketiganya belum
melakukan sinergitas yang optimal,
sehingga di berbagai lingkungan
pendidikan seringkali terjadi
penyimpangan terhadap nilai moral dan
norma yang tidak sesuai dengan
kondisi sosial budaya masyarakat
Indonesia.
Nama : Baihaqi Ma'wal Ulum
NPM : 2253053032
Judul :PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH!

Nilai Moral pancasila adalah suatu pedoman bagi masyarakat untuk

bertindak hidup sebagaimana telah diatur dalam pancasila atau ideologi

Indonesia, dengan kata lain moral pancasila adalah sikap bermasyarakat yang
baik dimana harus dilakukan oleh masyarakat. Pendidikan Moral Pancasila
merupakan pendidikan yang berupaya untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai
yang terkandung dalam Pancasila. Pengajarannya menitik beratkan pada
penghayatan dan pengalaman butir-butir Pancasila.SD Negeri Osiloa Kupang Tengah merupakan salah satu sekolah yang siswa kelas VA berjumlah 23 orang siswa,
anggota kelompok memasuki kelas VA untuk memberikan materi tentang menanamkan sikap dan nilai kejujuran,
nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab serta nilai keadilan . Tujuan dari Penerapan Nilai Moral Pancasila Sejak Dini
Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah ialah membangun dan membekali
peserta didik sebagai generasi emas dengan jiwa Pancasila yang baik guna menghadapi dinamika perubahan,
menembangkan pendidikan nasional yang meletakan pendidikan moral Pancasila sebagai jiwa utama dalam
penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik dengan dukungan keterlibatan publik yang di lakukan melalui
pendidikan jalur formal, nonformal dan informal, merevitalisasi dan memperkuat potensi pendidik, tenaga
pendidikan, peserta didik ,masyarakat dan lingkungan keluarga. Nilai moral dan hukum mempunyai keterkaitan yang
sangat erat sekali. Nilai dianggap penting oleh manusia itu harus jelas, harus semakin diyakini oleh individu dan harus
diaplikasikan dalam perbuatan. Moralitas identik dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk(etika) yang mana cara
pengukurannya adalah melalui nilai- nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut. Pada dasarnya nilai, moral,
dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk
melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat. kedua, menarik perhatian pada
permasalahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia. Ketiga, dapat menjadi penarik perhatian
manusia kepada gejala “Pembiasaan emosional” Selain itu fungsi dari nilai, moral dan hukum yaitu dalam rangka
untuk pengendalian dan pengaturan. Pentingnya system hukum ialah sebagai perlindungan bagi kepentingankepentindgan yang telah dilindungi agama, kaidah kesusilaan dan kaidah kesopanan karena belum cukup kuat untuk
melindungi dan menjamin mengingat terdapat kepentingan-kepentingan yang tidak teratur.

Kesimpulan : Dari sosialisasi penerapan nilai moral pancasila dalam mewujudkan generasi anti korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang
Tengah, dapat disimpulkan bahwa dengan menanamkan nilai moral sejak dini dapat mencengah ajakan/dorongan negatif
untuk melalukan korupsi sejak dini. Penanaman nilai moral pancasila kepada peserta didik dapat membangun dan
membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.