Posts made by Baihaqi Ma’wal Ulum 2253053032

PKn SD 4J -> TUGAS

by Baihaqi Ma’wal Ulum 2253053032 -
Baihaqi mawal ulum
2253053032

Perbedaan antara teori belajar dan teori pembelajaran dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Teori Belajar:
- Fokus pada proses internal individu dalam memperoleh pengetahuan dan mengembangkan keterampilan.
- Menekankan peran individu dalam mengasimilasi, menginterpretasikan, dan menyimpan informasi.
- Berfokus pada bagaimana individu merespons stimulus, memproses informasi, dan membentuk representasi mental tentang dunia.

Contoh: Teori Behaviorisme, di mana belajar dipandang sebagai respons terhadap stimulus eksternal. Misalnya, siswa belajar untuk mengidentifikasi warna-warna dasar dengan merespons nama warna yang diajarkan oleh guru.

2. Teori Pembelajaran:
- Menekankan interaksi antara individu dengan lingkungan, guru, dan rekan sejawat dalam proses belajar.
- Mengakui peran penting dari pengalaman, interaksi sosial, dan konteks dalam membentuk pemahaman dan keterampilan.
- Memperhatikan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pembelajaran, seperti budaya, konteks sosial, dan teknologi.

Contoh: Teori Konstruktivisme, di mana siswa aktif terlibat dalam membangun pengetahuan mereka sendiri melalui interaksi dengan lingkungan dan pengalaman. Misalnya, dalam pembelajaran matematika, siswa dapat bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah dan membangun pemahaman mereka tentang konsep matematika.

Dengan demikian, perbedaan antara teori belajar dan teori pembelajaran terletak pada fokusnya, yaitu individu dalam teori belajar dan interaksi sosial serta lingkungan dalam teori pembelajaran.

PKn SD 4J -> Tugas 2

by Baihaqi Ma’wal Ulum 2253053032 -
Nama : Baihaqi Ma’wal ulum
Npm : 2253053032
Materi hari ini tentang analisis materi PKN SD sangat penting karena memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana materi PKN disusun, disesuaikan, dan diajarkan kepada siswa SD. Analisis materi PKN SD membantu guru untuk memilih materi yang relevan, sesuai dengan perkembangan siswa, dan menggali potensi pembelajaran yang optimal.

Untuk kelas rendah, materi yang tepat mungkin lebih berfokus pada pengenalan konsep dasar nilai dan norma yang sederhana dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Contohnya, materi tentang kesopanan, kerja sama, dan rasa hormat terhadap sesama dapat diajarkan melalui cerita-cerita pendek, permainan peran, atau gambar-gambar yang mudah dipahami.

Sementara untuk kelas tinggi, materi PKN SD bisa lebih kompleks dengan memperdalam pemahaman siswa tentang sistem pemerintahan, hak asasi manusia, demokrasi, dan tanggung jawab sosial. Contohnya, siswa dapat diajak untuk melakukan simulasi pemilihan umum di kelas, mengadakan debat tentang isu-isu kontroversial dalam masyarakat, atau mengadakan kunjungan ke lembaga pemerintahan setempat.

Dengan demikian, materi PKN SD untuk kelas rendah dan tinggi harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif dan sosial siswa, serta memperhatikan kebutuhan dan konteks lokal mereka.

PKn SD 4J -> Forum Diskusi

by Baihaqi Ma’wal Ulum 2253053032 -
Nama : Baihaqi Ma’wal ulum
Npm :2253053032
Menanamkan civic participation di lingkungan SD dapat dilakukan melalui berbagai cara yang melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Salah satu cara efektif adalah dengan memperkenalkan siswa pada konsep-konsep dasar demokrasi dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di sekolah.

Contohnya, sekolah dapat membentuk forum siswa yang berfungsi sebagai wadah bagi siswa untuk menyuarakan ide dan masukan mereka tentang berbagai masalah yang ada di sekolah. Dalam forum ini, siswa dapat belajar tentang pentingnya berdiskusi, mendengarkan pendapat orang lain, dan mencapai konsensus dalam membuat keputusan.

Selain itu, sekolah juga dapat melibatkan siswa dalam proyek-proyek yang berorientasi pada kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat. Misalnya, mengadakan kegiatan membersihkan lingkungan sekitar sekolah, mengunjungi panti jompo, atau menggalang dana untuk membantu anak-anak kurang mampu. Melalui partisipasi dalam kegiatan-kegiatan semacam ini, siswa dapat belajar tentang pentingnya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan merasakan dampak positif dari perbuatan mereka.

Secara keseluruhan, dengan menciptakan lingkungan di sekolah yang mendorong partisipasi siswa dalam pengambilan keputusan dan kegiatan sosial, sekolah dapat membantu menanamkan sikap dan nilai civic participation sejak dini pada siswa.
Nama :Baihaqi Ma’wal Ulum
Npm :2253053032
Analisis jurnal 2
Berdasarkan jurnal yang telah saya analisis mengenai PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA saya menganalisis bahwa seperti yang kita ketahui Lingkungan keluarga merupakan tempat di mana anak-anak dibesarkan dan merupakan lingkungan yang pertama kali dijalanai oleh seorang anak di dalam mengarungi hidupnya, sehingga apa yang dilihat dan dirasakan oleh anak-anak dalam keluarga akan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak.Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap individu di mana ia berinteraksi. Dari interaksi dengan lingkungan pertama inilah individu memperolehunsur-unsur dan ciri-ciri dasar daripada kepribadiannya. Juga dari situlah ia memperoleh akhlak, nilai-nilai, kebiasaan dan emosinya dan dengan itu ia merobah banyak kemungkinan-kemungkinan, kesanggupan-kesanggupan dan kesedian-nya menjadi kenyataan dalam hidup dan tingkah laku yang tampak.

Jadi keluarga itu bagi seorang individu merupakan simbol atas nilai-nilai yang mulia, seperti keimanan yang teguh kepada Allah, pengorbanan, kesediaan berkorban untuk kepentingan kelompok, cinta kepada kebaikan, kesetiaan dan lain-lain lagi nilai mulia yang dengannya keluarga dapat menolong individu untuk menanamkannya pada dirinya

Banyak sekali faktor faktor yang menyebabkan kemerosotan nilai dan moral pada anak diantaranya adalah Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak,Lingkungan masyarakat yang kurang sehat,Suasana rumah tangga yang kurang baik,Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, keseniankesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral,dan masih banyak lagi.

Setelah kita mengetahui penyebab merosotnya moral seperi yang diuraikan di atas, menunjukkan betapa pentingnya pendidikan moral bagi anak-anak kita, dan betapa pula besarnya bahaya yang terjadi akibat kurangnya moral itu, serta telah kita ketahui pula faktor-faktor yang menimbulkan kemerosotan moral di tanah air kita belakangan ini. Untuk itu, perlu kiranya kita mencari jalan yang dapat mengantarkan kita kepada terjaminnya moral anak yang kita harapkan menjadi warga Negara yang cinta akan bangsa dan tanah airnya, dapat menciptakan dan memelihara ketenteraman dan kebahagiaan masyarakat dan bangsa di kemudian hari.Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan nilai moral bagi anak-anaknya, termasuk nilai dan moral dalam beragama. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa keluarga mempunyai fungsi religious, artinya keluarga berkewajiban memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lainnya kepada kehidupan beragama. Untuk melaksanakannya, orang tua sebagai tokohtokoh inti dalam keluarga itu terlebih dulu harus menciptakan iklim religius dalam keluarga itu, yang dapat dihayati seluruh anggotanya, terutama anak-anaknya