Nama : Baihaqi Ma’wal Ulum
Npm :2253053032
Analisis jurnal 1
Berdasarkan jurnal yang telah dipaparkan mengenai pendidikan moral disekolah,saya menganalisis dan menyimpulkan bahwa seperti yang Kita ketahui dalam sebuah pendidikan yang berperan dalam pengembangan moral anak bukan lah hanya tugas guru melainkan tugas semua yang berada di dalam lingkungan sekolah tersebut untuk dapat mencotohkan sikap dan perilaku baik terhadap peserta didik. Akan tetapi dalam hal pendidikan moral disekolah guru mempunyai peranan yang sangat penting. Guru merupakan ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.
Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan Sang Khalik penting dilaksanakan terlebih Indonesia adalah negara yang berketuhanan Yang Maha Esa (pasal 29 UUD 1945). Indonesia berbeda dengan negara sekuler dan negara komunis. Pendidikan agama yang di dalamnya sarat dengan nilai-nilai moral diberi tempat yang khusus dan penting. Nilai-nilai moral yang diajarkan di dalam ajaran agama menjadi sumber nilai bagi kehidupan masyarakat Indonesia sehingga di sekolah pun nilainilai moral agama tetap diberi tempat khusus sebagaimana telah dimasukkan dalam kurikulum, baik intra maupun ekstra kurikuler.
Metode yang digunakan dalam pendidikan moral disekolah Ialah metode inkulkasi nilai.Program pendidikan moral dengan cara inkulkasi nilai dimulai dengan mengidentifikasi secara jelas nilai-nilai apa yang diharapkan akan tertanam dalam diri subjek didik. Hasilnya adalah “nilai-nilai target” yang akan dicapai dalam program pendidikan moral. Misalnya, Baltimore County Public Schools mengidentifikasi “nilai-nilai inti” bagi sekolah mereka (sekolah dasar), yaitu: keramahan, kejujuran, tanggung jawab, warga negara yang bertanggung jawab, toleransi, patriotisme, belas kasih. selain itu ada juga metode keteladanan, klarifikasi nilai,dan fasilitasi nilai.
Evaluasi pendidikan moral sebenarnya yang terakhir dan sangat penting adalah perilaku. Perilaku moral sangat sulit untuk dievaluasi. Perilaku moral hanya mungkin dievaluasi secara akurat dengan melakukan observasi (pengamatan) dalam jangka waktu yang relatif lama dan secara terus-menerus. Dari pengamatan tersebut dapat ditarik kesimpulan apakah perilaku orang yang diamati telah menunjukkan watak atau kualitas akhlak yang akan dievaluasi. Misalnya, apakah orang tersebut benarbenar jujur, adil, memiliki komitmen, beretos kerja, tanggung jawab, dan sebagainya
Npm :2253053032
Analisis jurnal 1
Berdasarkan jurnal yang telah dipaparkan mengenai pendidikan moral disekolah,saya menganalisis dan menyimpulkan bahwa seperti yang Kita ketahui dalam sebuah pendidikan yang berperan dalam pengembangan moral anak bukan lah hanya tugas guru melainkan tugas semua yang berada di dalam lingkungan sekolah tersebut untuk dapat mencotohkan sikap dan perilaku baik terhadap peserta didik. Akan tetapi dalam hal pendidikan moral disekolah guru mempunyai peranan yang sangat penting. Guru merupakan ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.
Pada intinya materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan Sang Khalik penting dilaksanakan terlebih Indonesia adalah negara yang berketuhanan Yang Maha Esa (pasal 29 UUD 1945). Indonesia berbeda dengan negara sekuler dan negara komunis. Pendidikan agama yang di dalamnya sarat dengan nilai-nilai moral diberi tempat yang khusus dan penting. Nilai-nilai moral yang diajarkan di dalam ajaran agama menjadi sumber nilai bagi kehidupan masyarakat Indonesia sehingga di sekolah pun nilainilai moral agama tetap diberi tempat khusus sebagaimana telah dimasukkan dalam kurikulum, baik intra maupun ekstra kurikuler.
Metode yang digunakan dalam pendidikan moral disekolah Ialah metode inkulkasi nilai.Program pendidikan moral dengan cara inkulkasi nilai dimulai dengan mengidentifikasi secara jelas nilai-nilai apa yang diharapkan akan tertanam dalam diri subjek didik. Hasilnya adalah “nilai-nilai target” yang akan dicapai dalam program pendidikan moral. Misalnya, Baltimore County Public Schools mengidentifikasi “nilai-nilai inti” bagi sekolah mereka (sekolah dasar), yaitu: keramahan, kejujuran, tanggung jawab, warga negara yang bertanggung jawab, toleransi, patriotisme, belas kasih. selain itu ada juga metode keteladanan, klarifikasi nilai,dan fasilitasi nilai.
Evaluasi pendidikan moral sebenarnya yang terakhir dan sangat penting adalah perilaku. Perilaku moral sangat sulit untuk dievaluasi. Perilaku moral hanya mungkin dievaluasi secara akurat dengan melakukan observasi (pengamatan) dalam jangka waktu yang relatif lama dan secara terus-menerus. Dari pengamatan tersebut dapat ditarik kesimpulan apakah perilaku orang yang diamati telah menunjukkan watak atau kualitas akhlak yang akan dievaluasi. Misalnya, apakah orang tersebut benarbenar jujur, adil, memiliki komitmen, beretos kerja, tanggung jawab, dan sebagainya