Nama : Khairani Fina Irfani
Npm : 2253053041
Kelas : 2A
Priodi : PGSD
Post test
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Analisis dari artikel tersebut menunjukkan bahwa meskipun terdapat beberapa perkembangan positif, situasi HAM di Indonesia masih mengkhawatirkan pada tahun 2019. Hal ini ditunjukkan oleh masih banyaknya masalah HAM yang belum terselesaikan dan bahkan semakin meningkat, seperti pelanggaran HAM berat, diskriminasi berbasis gender, dan penjatuhan hukuman kejam. Pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama juga masih terjadi, yang menunjukkan bahwa ruang kebebasan sipil di Indonesia semakin sempit.
terdapat beberapa hal positif yang dapat menjadi harapan ke depannya. Salah satunya adalah komitmen Indonesia dalam meratifikasi konvensi HAM internasional, yang menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia masih berusaha untuk memperbaiki situasi HAM di Indonesia.
Hal positif lainnya yang dapat diambil dari artikel tersebut adalah adanya kesadaran dan perhatian dari beberapa lembaga dan pakar terkait situasi HAM di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pihak yang peduli dan ingin memperbaiki situasi HAM di Indonesia. Dengan adanya kesadaran dan perhatian ini, dapat diharapkan bahwa situasi HAM di Indonesia akan terus membaik ke depannya.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Demokrasi Indonesia didasarkan pada nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia yang kaya dan beragam. Masyarakat Indonesia memiliki berbagai adat istiadat dan budaya yang telah ada sejak lama dan menjadi bagian dari identitas bangsa. Nilai-nilai adat istiadat dan budaya ini tercermin dalam berbagai prinsip demokrasi yang dianut oleh Indonesia, seperti gotong royong, musyawarah untuk mencapai mufakat, dan menghormati perbedaan.
Namun, meskipun Indonesia telah menerapkan prinsip-prinsip demokrasi yang didasarkan pada nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia, masih ada tantangan yang harus dihadapi dalam memperkuat demokrasi Indonesia. Beberapa tantangan tersebut antara lain adalah masih tingginya tingkat korupsi, ketidaksetaraan gender, dan konflik antara masyarakat yang berbeda agama, suku, atau etnis.
Secara keseluruhan, prinsip-prinsip demokrasi Indonesia yang didasarkan pada nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia dan berke-Tuhanan yang Maha Esa dapat menjadi dasar yang kuat untuk memperkuat demokrasi Indonesia. Namun, tantangan-tantangan yang masih ada harus diatasi dengan tindakan yang konkret dan berkesinambungan agar Indonesia dapat memperkuat demokrasi dan mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan dan masalah dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI 1945 serta nilai hak asasi manusia. Beberapa hal yang masih menjadi tantangan tersebut antara lain:
1. Kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang masih terjadi di beberapa daerah, seperti di Papua dan Aceh.
2. Kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam sistem pemerintahan dan kebijakan publik, yang seringkali memunculkan tindakan korupsi dan nepotisme.
3. Terbatasnya akses informasi dan kebebasan berekspresi, seperti di dalam jaringan internet yang masih sering dihadapkan pada sensor dan blokir situs.
4. Kurangnya perlindungan terhadap hak-hak minoritas, termasuk hak-hak perempuan, anak, dan kelompok yang rentan.
Namun, meskipun demikian, terdapat juga beberapa kemajuan dan perbaikan dalam praktik demokrasi Indonesia. Beberapa contohnya adalah:
1. Terjadinya pergantian kekuasaan secara damai dalam pemilihan umum yang terakhir.
2. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi, seperti dalam aksi-aksi demonstrasi dan pengawasan pemilihan umum.
3. Adanya kebijakan-kebijakan yang mendukung hak asasi manusia, seperti penghapusan hukuman mati dan upaya penyelesaian konflik.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sikap saya terhadap kondisi ini adalah bahwa hal tersebut sangat merugikan masyarakat dan bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi. Anggota parlemen yang memperjuangkan kepentingan pribadi dan politiknya sendiri pada akhirnya dapat menimbulkan kecurangan dan korupsi dalam sistem politik, yang mengancam prinsip-prinsip dasar demokrasi seperti transparansi, keadilan, dan akuntabilitas.
Oleh karena itu, saya berharap bahwa anggota parlemen akan selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat dan bertanggung jawab terhadap
tugas dan tanggung jawab mereka sebagai wakil rakyat. Selain itu, saya berharap bahwa masyarakat juga dapat lebih aktif dan cerdas dalam memilih dan memantau para pemimpin mereka, sehingga dapat menjamin praktik demokrasi yang sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia di Indonesia.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama dapat memanfaatkan pengaruh mereka untuk memobilisasi dukungan dari masyarakat. Namun, masalah timbul ketika kekuasaan tersebut disalahgunakan untuk tujuan yang tidak jelas dan merugikan hak asasi manusia.
Dalam era demokrasi dewasa saat ini, prinsip hak asasi manusia menjadi sangat penting dan tidak boleh dikorbankan untuk tujuan apapun, termasuk untuk memperkuat kekuasaan pihak tertentu. Sebagai negara demokratis, Indonesia harus menjamin kebebasan bersuara dan hak partisipasi politik warga negaranya tanpa adanya tekanan atau intimidasi dari pihak mana pun.
Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik perlu memahami tanggung jawab mereka untuk menjaga integritas demokrasi dan menghormati hak asasi manusia. Mereka juga harus berperan sebagai pemimpin yang bertanggung jawab dan transparan dalam melakukan
tugas-
tugas mereka demi kesejahteraan rakyat.
Dalam hal ini, masyarakat juga harus aktif dalam memperjuangkan hak-hak mereka dan memperhatikan tindakan para pemimpin mereka. Keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi dan penegakan hak asasi manusia sangat penting untuk memastikan bahwa kekuasaan tidak disalahgunakan dan masyarakat dapat hidup dalam lingkungan yang aman dan sejahtera.