Nama : Priscella Brenda Sylvania
NPM : 2213053045
Video tersebut menggambarkan kondisi pendidikan di sebuah dusun terpencil di Kabupaten Sikka, di mana SD Negeri Glak berada. Sekolah ini menghadapi banyak kendala karena terletak di tempat terpencil.
Sekolah ini memiliki enam ruangan, dimana lima di antaranya digunakan sebagai ruang kelas dan satu sebagai ruang guru. Tidak ada ruang perpustakaan, bahkan untuk kelas saja terjadi kekurangan ruang sehingga beberapa kelas harus belajar di luar ruangan.
Siswa harus berjalan kaki sejauh dua kilometer setiap hari untuk bisa belajar di sekolah. Selain itu, selama pandemi COVID-19, ketika pemerintah mendorong pembelajaran dari sekolah, wilayah ini belum memiliki jaringan telekomunikasi sama sekali, membuat sulitnya pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
Kondisi belajar yang tidak ideal. Ketika cuaca buruk, terutama saat hujan, siswa yang belajar di luar ruangan tidak dapat melanjutkan pembelajaran karena tidak ada tempat berteduh. Suhu panas matahari juga mempengaruhi kenyamanan belajar.
Sekolah tersebut berharap pemerintah dapat membantu mereka membangun ruang kelas tambahan untuk memastikan anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman.
Dari video tersebut, terlihat bahwa kondisi pendidikan di dusun terpencil tersebut cukup sulit karena keterbatasan fasilitas, akses, dan kondisi lingkungan belajar yang tidak mendukung. Harapan mereka adalah mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki situasi tersebut.
NPM : 2213053045
Video tersebut menggambarkan kondisi pendidikan di sebuah dusun terpencil di Kabupaten Sikka, di mana SD Negeri Glak berada. Sekolah ini menghadapi banyak kendala karena terletak di tempat terpencil.
Sekolah ini memiliki enam ruangan, dimana lima di antaranya digunakan sebagai ruang kelas dan satu sebagai ruang guru. Tidak ada ruang perpustakaan, bahkan untuk kelas saja terjadi kekurangan ruang sehingga beberapa kelas harus belajar di luar ruangan.
Siswa harus berjalan kaki sejauh dua kilometer setiap hari untuk bisa belajar di sekolah. Selain itu, selama pandemi COVID-19, ketika pemerintah mendorong pembelajaran dari sekolah, wilayah ini belum memiliki jaringan telekomunikasi sama sekali, membuat sulitnya pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
Kondisi belajar yang tidak ideal. Ketika cuaca buruk, terutama saat hujan, siswa yang belajar di luar ruangan tidak dapat melanjutkan pembelajaran karena tidak ada tempat berteduh. Suhu panas matahari juga mempengaruhi kenyamanan belajar.
Sekolah tersebut berharap pemerintah dapat membantu mereka membangun ruang kelas tambahan untuk memastikan anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman.
Dari video tersebut, terlihat bahwa kondisi pendidikan di dusun terpencil tersebut cukup sulit karena keterbatasan fasilitas, akses, dan kondisi lingkungan belajar yang tidak mendukung. Harapan mereka adalah mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki situasi tersebut.