གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Priscella Brenda Sylvania 2213053045

Nama : Priscella Brenda Sylvania
NPM : 2213053045

Artikel jurnal berjudul “Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh” membahas tentang peran pendidikan dalam membentuk moral dan nilai peserta didik di Aceh, Indonesia. Jurnal ini menyoroti perubahan cepat dalam kehidupan sosial dan dampaknya terhadap iklim moral kaum muda selama dekade terakhir. Pemerintah Aceh menyikapi permasalahan ini dengan tidak hanya memberikan pendidikan sesuai dengan mandat nasional namun juga melakukan pembelajaran yang spesifik terhadap budaya dan ajaran Islam Aceh. Penyelenggaraan pembelajaran agama Islam di Provinsi Aceh mengacu pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015 yang menggantikan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran. Pasal tersebut menjelaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan di seluruh satuan pendidikan berpedoman pada ajaran Islam, dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah di Aceh secara keseluruhan adalah Islam. Jurnal tersebut juga membahas tentang pentingnya pendidikan nilai dan akhlak pada satuan pendidikan di Aceh, yang diselenggarakan selain harus sesuai dengan pendidikan nasional dan mengacu pada pelaksanaannya melalui kurikulum Islam, yang berpedoman pada Qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilakukan di Aceh berlandaskan dan berorientasi pada budaya Islam berdasarkan syariat Islam di Aceh. Jurnal tersebut diakhiri dengan menekankan pentingnya pendidikan dalam membentuk moral dan nilai-nilai peserta didik serta peran pemerintah Aceh dalam menyelenggarakan pendidikan yang khusus sesuai dengan budaya dan ajaran Islam Aceh.
Nama : Priscella Brenda Sylvania
NPM : 2213053045

Kasus-kasus penganiayaan siswa oleh teman sebayanya di lingkungan sekolah sering terjadi. Pentingnya perlindungan terhadap siswa dan kewaspadaan terhadap kasus-kasus kekerasan yang terjadi di sekolah. Peran orang tua serta guru sangat dibutuhkan agar siswa lebih terkontrol dan tidak menimbulkan kekerasaan di sekolah.
Nama : Priscella Brenda Sylvania
NPM : 2213053045

Video tersebut membahas tentang trolley problem, sebuah dilema filosofis yang memaksa kita untuk mendefinisikan kembali moralitas dari perspektif yang berbeda. Video tersebut mengajak penonton untuk bermain-main dengan beberapa pertanyaan filosofis dari trolley problem. Trolley problem adalah sebuah eksperimen yang telah diadaptasi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi, seperti perang, penyiksaan, aborsi, dan euthanasia. The trolley problem membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan, apakah itu dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya dan bagaimana kita mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari. Video tersebut mengajak penonton untuk bertanya mengenai persoalan moralitas dari hal-hal seperti mengorbankan tumbuh kembang anak saat ini dengan alasan pekerjaan demi masa depannya, diskriminasi dan stigmatisasi kelompok minoritas oleh kaum mayoritas, atau perang terhadap sekelompok orang etnis tertentu dengan mengorbankan orang yang tidak bersalah hanya demi alasan kedamaian dan ketertiban dunia.
Nama : Priscella Brenda Sylvania
NPM : 2213053045

Nilai - nilai yang harus kita teladani dan kita lakukan dalam kehidupan sehari hari yaitu :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa : Negara Indonesia menjamin kebebasan setiap warga negaranya untuk beribadah menurut agamanya. Contoh penerapan prinsip ini antara lain bersyukur kepada Tuhan, mengamalkan agama, tidak memaksakan agama kepada orang lain, dan menghormati agama orang lain.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab : Prinsip ini mendorong masyarakat untuk saling mencintai dan menghormati. Contoh penerapan prinsip ini antara lain membantu korban bencana, bersikap santun dan menghargai orang lain, serta tidak melakukan diskriminasi berdasarkan suku dan agama.
3. Persatuan Indonesia : Prinsip ini mendorong masyarakat untuk mencintai negaranya dan bangga padanya. Contoh penerapan prinsip ini antara lain mengikuti upacara nasional, menggunakan produk buatan Indonesia, melestarikan budaya lokal, dan bersahabat dengan orang yang berbeda suku dan agama.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan : Prinsip ini mendorong masyarakat untuk mengambil keputusan secara bersama-sama melalui musyawarah dan mufakat. Contoh penerapan prinsip ini antara lain mengemukakan pendapat, berdiskusi dalam kelompok, menerima hasil musyawarah, dan menghargai pendapat orang lain.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia : Prinsip ini mendorong masyarakat untuk bersikap adil dan adil terhadap orang lain. Contoh penerapan prinsip ini antara lain tidak menipu orang lain, menghargai pekerjaan orang lain, tidak menyia-nyiakan sumber daya, dan memenuhi hak dan kewajiban secara setara.

Untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dapat memulainya dengan memahami makna dan makna masing-masing prinsip tersebut kemudian menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, dapat menjalankan agamanya, membantu orang lain yang membutuhkan, berpartisipasi dalam upacara nasional, mendiskusikan masalah dengan orang lain, dan bersikap adil terhadap orang lain. Penting untuk diingat bahwa nilai-nilai ini tidak hanya sekedar untuk dikenang saja namun harus dipraktikkan dalam kehidupan nyata untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik.
Nama : Priscella Brenda Sylvania
NPM : 2213053045

Artikel jurnal berjudul “Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia Di Kalangan Remaja” karya H. Wanto Rivaie membahas tentang pentingnya penanaman nilai moral pada generasi muda Indonesia.

Penulis berpendapat bahwa kurangnya bimbingan orang tua dan pendidikan moral telah menimbulkan berbagai permasalahan sosial di kalangan remaja Indonesia, seperti penggunaan narkoba dan kekerasan.

Penulis menyarankan agar orang tua, sekolah, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk memberikan landasan moral yang kuat bagi generasi muda, berdasarkan nilai-nilai agama dan budaya.
Jurnal tersebut menekankan pentingnya hubungan interpersonal dan saling menghormati dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur.

Penulis juga membahas tentang peran pendidikan dalam membentuk identitas generasi muda Indonesia, dan perlunya pendekatan pendidikan moral yang modern dan sistematis.

Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan wawasan mengenai tantangan dan peluang pendidikan moral di Indonesia, dan menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif dan berbasis nilai untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.