Posts made by Nabiilah Okti Salsabila 2213053004

Nama : Nabiilah Okti Salsabila
NPM : 2213053004
Kelas : 2A
Prodi : PGSD
Posttest


A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakkan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?

Jawaban : Isi dari artikel di atas yaitu membahas tentang situasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, termasuk masalah penghilangan paksa, penindasan terhadap masyarakat adat, dan diskriminasi rasial. Selain itu juga menyoroti tentang pentingnya peran masyarakat dalam memastikan penegakan HAM dan kritis terhadap kebijakan yang tidak berdasarkan data dan ilmu.

Menurut hasil analisis saya tentang artikel di atas adalah menunjukkan tentang masih banyaknya pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia dan upaya untuk menegakkan HAM masih belum berhasil sepenuhnya. Namun, dalam artikel ini juga menunjukkan bahwa masih ada harapan dalam gerakan masyarakat yang memperjuangkan HAM serta pentingnya rekonsiliasi dengan pengungkapan kebenaran untuk menyelesaikan pelanggaran HAM di masa lalu.

Hal positif yang saya dapatkan setelah membaca artikel di atas adalah kesadaran bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menegakkan HAM di Indonesia, namun juga ada harapan dan upaya yang dilakukan oleh seluruh masyarakat. Di dalam artikel di atas juga menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memastikan penerapan hak asasi manusia dan kebijakan kritis yang tidak berdasarkan data dan ilmu pengetahuan.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapat mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa?

Jawaban : Menurut hasil analisis saya tentang praktik/nilai budaya asli masyarakat Indonesia, demokrasi Indonesia dapat dilihat sebagai sistem yang mengakui kepentingan bersama dan menghargai perbedaan. Konsep “kemasyarakatan”, “permusyawaratan” dan “persatuan” yang selama ini diyakini oleh bangsa Indonesia dapat diterapkan dalam sistem demokrasi. Dalam demokrasi, keputusan diambil melalui musyawarah dan mufakat sehingga setiap suara didengar dan dihargai. Hal ini sesuai dengan adat/budaya asli masyarakat Indonesia yang menjunjung persatuan dan keadilan.

Pendapat saya tentang prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang Maha Esa dapat dilihat sebagai upaya untuk mempromosikan nilai-nilai agama dalam sistem demokrasi. Prinsip ini menyatakan bahwa penguasa dan kebijakan yang diambil harus selalu dilandasi oleh nilai-nilai agama yang diakui oleh penduduk Indonesia. Namun, prinsip ini juga harus diimbangi dengan prinsip kebebasan beragama dan berekspresi agar kelompok agama tertentu tidak didiskriminasi.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?

Jawaban : Praktik demokrasi di Indonesia saat ini menurut saya belum sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945. Karena demokrasi di Indonesia saat ini itu semakin sulit mempertahankan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Hak Asasi Manusia. Meskipun Indonesia telah menerapkan sistem demokrasi sejak reformasi pada tahun 1998, masih terdapat masalah dengan praktik demokrasi di Indonesia.

Salah satu persoalan yang tersisa adalah praktik kebijakan moneter dan politik identitas yang dapat mengancam integritas demokrasi. Selain itu, terjadi pelanggaran HAM seperti penghilangan paksa, diskriminasi ras dan persekusi terhadap masyarakat adat.

Namun, Indonesia juga telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan praktik demokrasi, seperti meningkatkan partisipasi publik dalam proses politik, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah, serta memperkuat perlindungan hak asasi manusia.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sangat penting bagi Indonesia untuk terus memantapkan praktik demokrasi di Indonesia dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Hak Asasi Manusia. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan partisipasi warga negara dalam proses politik, memperkuat institusi demokrasi seperti parlemen dan badan pengawas, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya hak asasi manusia di semua lapisan masyarakat.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

Jawaban : Sikap saya adalah yang pertama, saya jelas sangat prihatin dengan anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat untuk kepentingan politik mereka sendiri. Sebagai generasi penerus, saya akan membantu mencegah hal ini terjadi di masa depan, karena hal ini tidak boleh terjadi, karena menunjukkan bahwa perwakilan politik yang seharusnya mewakili kepentingan masyarakat justru digunakan untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu. Hal ini tentu saja mengancam integritas demokrasi dan mengurangi kepercayaan publik terhadap institusi politik.

Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam praktik politik, serta meningkatkan partisipasi publik dalam proses politik, menjadi sangat penting. Sebagai masyarakat, kita sekarang harus lebih kritis dalam memilih wakil rakyat dan mengawasi kinerjanya, serta memperjuangkan kepentingan nyata hak rakyat dalam proses politik.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

Jawaban : Menurut pendapat saya mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat ini tentu sangat tidak bermoral dan bertentangan dengan konsep hak asasi manusia di era demokrasi saat ini. Karisma yang berakar pada tradisi atau agama tidak boleh digunakan untuk membangkitkan pengabdian dan nafsu untuk tujuan yang ambigu atau dengan mengorbankan kepentingan umum. Hal ini mengancam hak asasi manusia seperti hak kebebasan berekspresi dan kebebasan berkumpul dan berserikat.

Di era demokrasi sekarang ini, masyarakat dituntut untuk lebih kritis dan cerdas dalam memilih pemimpin dan mengevaluasi kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Pemimpin harus bertanggung jawab dan berjuang untuk kebaikan masyarakat dan bukan untuk kepentingan individu atau kelompok. Oleh karena itu, upaya harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak asasi manusia dan pentingnya membela kepentingan masyarakat dalam proses politik.
Nama : Nabiilah Okti Salsabila
NPM : 2213053004
Kelas : 2A
Prodi : PGSD
Pretest


Ketahanan nasional secara etimologi adalah ketahanan negara yang berkemampuan bahasa, kuat dan tangguh dalam arti politik, sedangkan secara terminologi adalah termasuk ke dalam ketahanan nasional Indonesia yang dikenal dengan Asta Gatra. Ketahanan nasional juga memiliki banyak dimensi dan konsep yang tumpang tindih, yaitu ketahanan ideologis, ketahanan politik, ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan budaya.

Ketahanan nasional sendiri berkaitan dengan bela negara diri. Sejatinya setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan tanah air. Berikut adalah beberapa aspek untuk mencapai ketahanan nasional:

a. Aspek ekonomi adalah untuk mencapai kesejahteraan rakyat melalui pembangunan yang seimbang dari berbagai daerah.
b. Aspek sosial budaya yaitu terciptanya kehidupan sosial budaya yang meyakini dan menjaga nilai-nilai pancasila, dan masuknya budaya asing ke Indonesia.
c. Pertahanan dan Keamanan yaitu kita harus kuat menghadapi semua ancaman dari luar. d. Komponen ilmiah yaitu untuk memperkuat sistem pendidikan dan teknis.
e. Aspek ideologi yaitu pengamalan Pancasila dan menjadikannya pedoman hidup.
f. Aspek Politik yaitu membangun kebijakan yang adil dan jalin komunikasi yang baik.