Kiriman dibuat oleh Indra Ulfayani 2213053171

Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171

Analisis video 1
Tanggung Jawab Diri Kepada Keluarga
Tanggung jawab seorang anak kepada keluarga :
-Mendengarkan nasihat ayah
- Membantu ibu
-Menemani kakak
-Menjaga Kemaslahatan adik

Kepentingan Tanggung Jawab kepada Keluarga, tanggung jawab terhadap keluarga adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Ini memiliki beberapa kepentingan utama, yaitu : Membangun hubungan yang kuat, keamanan dan perlindungan, perkembangan anak yang sehat, mendukung perkembangan keluarga, meningkatkan kualitas hidup, mengajarkan nilai-nilai positif dan memperkuat ikatan keluarga.

Berdasarkan referensi video tersebut, melaksanakan tanggung jawab terhadap keluarga penting karena keluarga seringkali merupakan bagian penting dari kehidupan seseorang. Tanggung jawab terhadap keluarga mencakup memberikan dukungan, perhatian, keamanan, dan pemenuhan kebutuhan dasar keluarga. Ini menciptakan hubungan yang sehat dan saling mendukung dalam keluarga, yang dapat memberikan kebahagiaan dan kestabilan dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171

Analisis jurnal 1
Penanaman Nilai-nilai Moral pada Siswa di SD Negeri Lampeuneurut
Berdasarkan hasil analisis data, dapat dikemukakan sebagai berikut.
Pertama, guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa dengan cara menyisipkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggung jawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan ke semua mata pelajaran yang diajarkan. Kedua, siswa kebanyakan tidak berbohong kepada guru karena menanamkan nilai kejujuran. Ketiga, hubungan siswa dengan teman-temannya pun baik. Keempat, untuk memperdalam ilmu agama siswa selain agama di sekolah juga belajar di tempat pengajian dan TPA.

Berdasarkan jurnal tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut sebagian besar sudah baik karena guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa walaupun ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengetahui nilai-nilai yang harus ditanamkan. Kemudian menanamkan nilai-nilai moral kesemua mata pelajaran, memberi nasehat setiap hari, guru menjadi panutan siswa, melalui lingkungan sekolah dan kerja sama dengan orang tua. Di samping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.
Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171

Analisis jurnal 2
Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
PAUD merupakan basis pembentukan karakter moral manusia, sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar selanjutnya dapat menjadi warga negara yang baik. Untuk itu diperlukan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini. Pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini agar karakter anak dapat berkembang dengan potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak. Pendidikan moral menyangkut sikap dan kepribadian, sehingga di dalam pembelajarannya tidak hanya terbatas pada pengembangan kemampuan intelektualnya saja tetapi lebih kepada pengembangan karakter, sikap, dan perilaku peserta didik.

Penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini sangat penting untuk membentuk karakter dan perilaku yang baik. Beberapa cara yang bisa dilakukan termasuk:
1. Memberikan contoh yang baik: Anak-anak sering meniru perilaku orang dewasa, jadi penting untuk menjadi contoh yang baik dalam hal nilai-nilai moral.
2. Berbicara tentang nilai-nilai: Ajak anak untuk berdiskusi tentang nilai-nilai seperti kejujuran, kebaikan, dan empati. Jelaskan mengapa nilai-nilai ini penting.

Di dalam penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat menggunakan berbagai metode yaitu metode bermain, bercerita, pemberian tugas dan bercakap- cakap, penggunaan metode tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan karakter anak yang menjadi sumber pertimbangan utama. Sebab metode akan sangat
berpengaruh terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini. Cara pelaksanaan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini, pada jalur
pendidikan non formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini bisa dilakukan melalui pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh
lingkungan, pada jalur pendidikan formal dapat dilakukan melalui kegiatan pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan lingkungan bermain, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
Nama : Indra Ulfayani
NPM : 21213053171

Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini
Instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral pada pendidikan anak usia dini. Hal ini bertujuan supaya guru dapat mendeskripsikan ketercapaian perkembangan masing-masing anak termasuk didalamnya perkembangan moral dan agama melalui penilaian tersebut guru dapat mengukur sejauh mana perkembangan masing-masing peserta didik serta dapat mengetahui dan menerapkan di aspek perkembangan yang mungkin belum dapat dicapai atau mungkin yang sudah dapat dicapai. Adapun definisi dari Instrumen penilaian yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam, alat penilaian belajar peserta didik penilaian ini memiliki manfaat bagi semua pihak yaitu bagi anak, bagi orangtua, maupun bagi guru.
-Bagi Anak, untuk memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten, dan optimal
-Bagi Orang Tua, memudahkan orang tua memberikan stimulasi yang sesuai dan berkelanjutan ketika di rumah
-Bagi Guru, mendapatkan informasi awal tentang hambatan dan gangguan dalam perkembangan anak, mengetahui kesesuaian stimulasi dalam pelayanan dengan Kebutuhan perkembangannya.

Prinsip-prinsip penilaian terbagi menjadi 8 yaitu :
Mendidik, berkesinambungan, objektif, akuntabel, transparan, sistematis, menyeluruh, dan bermakna.
Teknik penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian perkembangan anak meliputi instrumen penilaian proses, catatan Anekdot, rubrik atau instrumen penilaian hasil kemampuan anak.

Bentuk penilaian yaitu dapat dilakukan dengan :
Penilaian harian, penilaian mingguan, penilaian bulanan, penilaian semester, portofolio anak, dan dokumen lainnya
Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171

Jawaban :
Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi Kalangan Millenial
Berdasarkan jurnal tersebut, degradasi berarti kemunduran , kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Sedangkan moral adalah akhlak atau budi pekerti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jika kita interpretasikan keduanya maka degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang sesuai dalam konteks Bangsa Indonesia. Adapun kalangan millennial saat ini akrab terdengar dan dapat diartikan secara sederhana sebagai orang-orang yang memiliki interaksi kuat terhadap sosial media melalui gawai seperti PC, HP, tablet, dan benda-benda digital. Artinya kalangan millennial memiliki akses yang bebas dengan globalisasi dunia, yang tentunya pasti akan mempengaruhi moral. Banyak diantara kalangan millennial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun, kenakalan remaja, dan jauh dari nilai-nilai agama.

Adapun target dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital. Solusi yang dipilih untuk menangani adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan millennial ialah dengan memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik.