Posts made by Indra Ulfayani 2213053171

Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171

Etika dan Moral dalam Keluarga dan Pembelajaran Daring
Moral secara etimologi berasal dari bahasa latin yaitu mos, secara jamak yaitu mores yang artinya kebiasaan atau adat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia moral diterjemahkan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik buruk salah maupun benar. Sedangkan etika menurut Drs.H.Burhanudin Salam bahwa etika cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ada 3 persamaan etika dan moral 1). Mengacu perbuatan, tingkah laku dan sifat seseorang 2). Prinsip atau aturan hidup manusia 3). Bukan faktor keturunan. Etika dan moral seringkali diabaikan, misalnya tidak mencium tangan orang tua ketika hendak pergi keluar rumah, tidak membantu ibu dalam melakukan pekerjaan rumah, dan membantah orang tua.

Sekolah merupakan lingkungan kedua yang berperan dalam penanaman nilai moral. Pada lingkungan sekolah terdapat aturan tata tertib yang wajib dipatuhi oleh peserta didik oleh karena itu di sekolah peserta didik diajarkan untuk membiasakan beretika dan bermoral. Pada pandemi covid-19 pembelajaran dilakukan secara daring, namun tetap etika dan moral juga sangat penting dilakukan dalam pembelajaran pada masa itu.

Tata cara belajar online sesuai nilai dan norma yang benar 1). Sopan santun, 2). Memiliki rasa tanggung jawab atas tugasnya sebagai siswa.
Contoh etika yang baik ketika pembelajaran daring 1). Perhatikan waktu, pilihlah waktu saat pembelajaran daring 2). bahasa yang baik dan sopan 3). Awali dengan salam 4). Ucapkan kata maaf 5). Perkenalkan diri secara lengkap 6). To the Poin 7). Akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih. Etika dan moral merupakan tolak ukur kualitas seseorang.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> FORUM pertanyaan

by Indra Ulfayani 2213053171 -
Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171
Kelas : 3F

1. Hardskill:
- Hardskill adalah keterampilan yang dapat diukur dengan jelas dan dapat diajarkan dengan cara tertentu.
- Hardskill dapat diukur melalui sertifikasi, tes, atau ujian tertentu.
- Dapat diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan, atau pengalaman kerja.

2. Softskill:
- Softskill adalah keterampilan yang lebih berorientasi pada aspek interpersonal dan kemampuan berkomunikasi.
- Termasuk dalam kategori ini adalah keterampilan seperti kepemimpinan, kerja tim, komunikasi efektif, dan empati.
- Softskill lebih sulit diukur secara kuantitatif dan sering kali diperoleh melalui pengalaman pribadi, interaksi sosial, dan praktek berkelanjutan.
Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171

Pendidikan Moral di Sekolah
Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu. Guru yang baik tentu saja sangat strategis untuk terbentuknya moral siswa yang baik pula. Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.
Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171

Proses Pendidikan Nilai Moral di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja
Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pendidikan nilai moral keagamaan, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya:
-Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak
-Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat

Upaya yang harus dilakukan agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran- pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dan sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik. Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik.

Lingkungan keluarga merupakan tempat di mana anak-anak dibesarkan dan merupakan lingkungan yang pertama kali dijalani oleh seorang anak, sehingga apa yang dilihat dan dirasakan oleh anak-anak dalam keluarga akan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak. Agar anak-anak memiliki moral yang baik, langkah pertama yang harus ditanamkan kepada anak-anak adalah nilai-nilai keimanan supaya anak-anak memiliki keimanan yang kuat. Proses pembinaan nilai-nilai keimanan yang harus ditanamkan kepada anak-anak. dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Bersamaan dengan itu, anak-anak juga dibimbing mengenai nilai nilai moral seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik, dan lain-lainnya. Kepada anak anak jaga ditanamkan sifat-sifat yang baik, seperti nilai kejujuran, keadilan, hidup sederhana, dan sabar. Selain agar anak-anak memiliki nilai-nilai moral yang baik juga di dalam keluarga, khususnya para ibu dan bapak harus menjaga harmonisasi hubungan antara keduanya dan harus menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya.
Nama : Indra Ulfayani
NPM : 2213053171

Analisis video 2
Pendidikan Moral di Sekolah Dasar
Pendidikan moral adalah proses pendidikan untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan dan juga kelakuan yang dilakukan oleh peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan yang sesuai dengan nilai-nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat. Impikasi Perkembangan Sosial dan Pribadi Anak dalam KBM di Sekolah Dasar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Dasar antara lain: interaksi sosial, pengembangan pemampuan komunikasi, pengembangan identitas diri,pembentukan nilai dan moral, peningkatan diri dan penghargaan diri,pengembangan kemampuan kognitif,dan pengembangan keterampilan penyesuaian.

Permasalahan serta solusi perkembangan moral anak di sekolah dasar, antara lain :
-Rendahnya disiplin, misalnya siswa masih ada yang datang tidak tepat waktu di sekolah. Solusi yang dapat dilakukan guru yaitu memberikan tindakan tegas kepada siswa tersebut agar siswa tersebut tidak mengulanginya kembali.
-Kurang bisa bekerja sama, misalnya memberikan tugas kelompok dalam hal tersebut dapat membiasakan anak untuk terlibat dalam kegitan kelompok dan menuruh anak untuk aktif dalam kelompok tersebut.
-Mengambil hak orang lain, misalnya mencuri. Solusinya yaitu membiasakan anak untuk menerima apa yang mereka miliki dan tidka boleh mengambil hak milik orang lain.