Posts made by Zalianti Jahratun Nisya (2213053005)

Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

Pada vidio ini membahas perbedaan sistem pendidikan di Jepang dan Indonesia. Melihat beberapa aspek sistem pendidikan Jepang yang berbeda dengan Indonesia, antara lain:

1. Penekanan awal pada kebersihan dan pengelolaan sampah: Di Jepang, siswa bertanggung jawab menjaga kebersihan ruang kelas, sedangkan di Indonesia, tidak ada penekanan pada pengelolaan sampah dalam kurikulum.

2. Makan bersama: Di Jepang, siswa makan siang bersama dengan gurunya untuk membangun hubungan yang positif, sedangkan di Indonesia jarang ada praktik seperti itu.

3. Mata pelajaran yang lebih sedikit: Di Jepang, siswa sekolah dasar memiliki mata pelajaran yang lebih sedikit dan hanya mempelajarinya pada hari-hari tertentu, sedangkan di Indonesia, siswa memiliki banyak mata pelajaran yang diulang sepanjang minggu.

4. Pendidikan karakter: Di Jepang, tiga tahun pertama sekolah dasar tidak melibatkan ujian, dan siswa fokus pada pendidikan karakter, seperti sopan santun dan membantu orang lain.

5. Membaca: Di Jepang, siswa dianjurkan membaca 10 menit sebelum kelas, sedangkan di Indonesia minat membaca masih rendah.

6. Perlengkapan sekolah: Di Jepang, perlengkapan sekolah distandarisasi untuk menghindari siswa merasa rendah diri terhadap teman-temannya, sedangkan di Indonesia, tidak ada standarisasi tersebut.

7. Seragam sekolah: Di Jepang hanya ada satu jenis seragam sekolah, sedangkan di Indonesia terdapat banyak jenis yang berbeda.

Dalam vidio tersebut dapat disimpulkan bahwa meskipun sistem pendidikan di Jepang mempunyai kelebihan, seperti pendidikan karakter, sistem ini juga mempunyai kelemahan, seperti tingginya tekanan untuk berprestasi secara akademis. Secara keseluruhan, vidio tersebut memberikan gambaran singkat tentang perbedaan sistem pendidikan di Jepang dan Indonesia.
Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

Cerita Martencis Veronica Siregar, seorang guru muda dari program Indonesia Mengajar yang ditempatkan di Desa Tanjung Matoa, Kalimantan Utara, menggambarkan dedikasinya dalam meningkatkan pendidikan di pedesaan.

Tantangan di Desa : Desa menghadapi permasalahan seperti pernikahan dini pada anak perempuan, rendahnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan, dan rendahnya minat melanjutkan pendidikan setelah sekolah dasar.

Misinya : Martencis berkomitmen untuk membuat perbedaan dengan mendorong anak-anak untuk bersekolah, belajar, dan memiliki prospek masa depan yang lebih baik. Ia mendekorasi kelas agar menarik bagi anak-anak dan berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Metode Pengajaran : Martencis menggunakan metode pengajaran kreatif untuk melibatkan siswa, menyadari perlunya pendekatan yang lebih inovatif untuk siswa kelas rendah. Ia juga mengajak siswanya keluar untuk mengikuti pelajaran agar tidak bosan dan menekankan bahwa pembelajaran bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.

Motivasi : Martencis prihatin dengan kurangnya motivasi di kalangan anak-anak dan bertujuan mencari cara untuk menginspirasi mereka agar lebih rajin dan semangat bersekolah.

Cerita Martencis menyoroti tantangan dan upaya yang terlibat dalam meningkatkan pendidikan di daerah pedesaan dan pentingnya guru yang berdedikasi dalam mengatasi tantangan ini. Komitmennya untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan memotivasi anak-anak menunjukkan dampak dari semangat para pendidik dalam membentuk masa depan siswa muda di komunitas yang kurang terlayani.
Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

Pada video tersebut memberitakan bahwa siswa SD Negeri Glak, Kabupaten Sikka membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Sekolah yang terletak di desa terpencil ini terpaksa melakukan kegiatan belajar di teras karena minimnya ruang kelas. Sekolah tersebut hanya memiliki enam ruangan, lima di antaranya digunakan sebagai ruang kelas, dan satu lagi digunakan sebagai ruang guru. Sekolah bahkan tidak memiliki perpustakaan. Meskipun minim fasilitas, para siswa tetap semangat bersekolah dan harus berjalan kaki hingga 2 kilometer setiap hari untuk bersekolah.

Pada masa pandemi COVID-19, sekolah tidak dapat melaksanakan pembelajaran daring karena tidak adanya jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, sekolah harus melanjutkan aktivitasnya di lokasi. Pihak sekolah berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk memperbaiki keadaan. Dalam video tersebut menyoroti tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah di daerah terpencil dan perlunya pemerintah menyediakan fasilitas yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini juga menekankan pentingnya jaringan telekomunikasi dalam memungkinkan pembelajaran online selama pandemi.
Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

"JURNAL RECHTEN: RISET HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA." Pada jurnal tersebut membahas tentang "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat" dan ditulis oleh Kanesa Putri dan Muhammad Eko Maryana dari STAI Al-Masthuriyah, Sukabumi.

Dalam jurnal tersebut membahas tentang "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat" yang bertujuan untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, dan melakukan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa. Beberapa poin penting yang dapat diidentifikasi dari isi lampiran jurnal tersebut meliputi:

1. Definisi Moral dan Etika: jurnal tersebut memberikan definisi tentang moral dan etika. Moral dijelaskan sebagai prinsip yang membantu individu dalam kehidupan bermasyarakat, sementara etika dijelaskan sebagai suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh dapat dipahami oleh pikiran manusia.

2. Peran Hukum dalam Masyarakat: jurnal tersebut membahas peran norma hukum dalam mengatur tingkah laku masyarakat, dengan menciptakannya hukum diharapkan dapat menghasilkan keharmonisan hidup manusia dalam bermasyarakat, sehingga antara hak dan kewajiban menjadi seimbang.

3. Penegakan Hukum dan Etika: Penulis menyoroti pentingnya penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat, serta upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa. Hal ini dilakukan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu.

4. Metode Penelitian: jurnal tersebut menjelaskan metode penelitian yang digunakan, yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menerjemahkan data yang berkaitan dengan keadaan sosial, koneksi antar variabel yang terjadi, serta mengetahui munculnya fakta baru dan akibatnya kepada lingkungan.

5. Sumber Data: Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan secara langsung dari pihak-pihak yang bersangkutan dengan masalah yang akan diteliti, serta data sekunder yang diperoleh dengan mengadakan penelusuran terhadap beberapa bahan pustaka dan literatur yang relevan dengan masalah yang akan diteliti.

6. Pembahasan: pada jurnal tersebut membahas penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi, serta nilai-nilai dasar perilaku yang diakui sebagai norma yang harus dipatuhi, selain peraturan atau norma hukum.

Dari jurnal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan moral dan etika dalam masyarakat, serta memberikan rekomendasi terkait penegakan hukum dan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa.
Nama : Zalianti Jahratun Nisya
NPM 2213053005

jurnal berjudul “Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan” oleh Suparlan Suhartono dari Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Jurnal tersebut membahas mengenai konflik kepentingan antara individualisme dan kolektivisme dalam masyarakat serta diwarnai oleh perilaku koruptif.
Penulis meyakini bahwa konflik adalah bagian alami dari masyarakat manusia dan permasalahan utamanya adalah bagaimana memadukan kedua potensi yang ada di balik konflik tersebut. Penulis meyakini bahwa hati nurani dan perilaku moral mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Daru jurn tersebut menyimpulkan bahwa masyarakat yang penuh dengan kesadaran moral pribadi pasti akan tumbuh dan berkembang, begitu pula sebaliknya, masyarakat yang memiliki norma etika haruslah tertata. Jurnal ini mengambil pendekatan analitis dan sintetik terhadap analisis objek tindakan manusia dan sosial. Penulis juga membahas implikasi filosofis, moral, dan etika serta hubungannya dengan perilaku. Penulis berpendapat bahwa moralitas lebih bersifat abstrak dan universal, sedangkan etika lebih konkrit dan spesifik. Penulis menyimpulkan bahwa hakikat perilaku moral dan etika yang sebenarnya adalah memberi manfaat bagi masyarakat.