Posts made by Risa Perwita Sari 2253053045

Analisis jurnal

Nama : Risa Perwita Sari

Npm : 2253053045

Prodi : PGSD


Penegakan hukum dan perlindungan negara

A. Identitas Jurnal

1. Nama Jurnal : Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi

2. Halaman : 21-30

3. Volume : VII

4. Nomor : No. 01

5. Tahun Terbit : Juni 2017

6. Judul Jurnal : Penegakan Hukum Dan Perlindungan Negara

7. Nama Penulis : M. Husein Maruapey

8. Kata Kunci : Keputusan, Negara, Warga Negara, Perlindungan Hukum.


B. Isi jurnal

Abstrak

Figur Pemimpin yang satu ini terkenal dengan Ceplas Ceplosnya. tegas, keras dan apa adanya dalam bertutur kata tanpa memandang dengan siapa lawan bicaranya, apalagi terjadi kekeliruan dalam pekerjaan oleh bawahannya. Dialah Gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama oleh Bareskrim Polri. Keputusan tersebut murni didasari oleh pertimbangan hukum dan bukan karena adanya tekanan masyarakat. Keputusan yang diambil memiliki risiko. Namun, pihaknya siap menghadapi risiko terburuk sekalipun. "Demonstrasi damai yang dilakukan mayoritas Muslim pada tanggal 4 November 2016 adalah demonstrasi untuk menuntut Negara dalam hal ini Kepolisian Negara Republik Indonesia agar bekerja secara profesional dan segerah mengsangkakan Ahok sebagai pihak yang tertuduh menistakan Alquran. Di ikuti oleh Alim Ulama, Kaum Pemudah, Organisasi Sosial kemasyarakatan mendesak kepada Presiden dan jajarannya untuk memproses secara transparan dan terbuka kasus penistaan Alquran yang dilakukan Ahok. Walaupun demonstrasi yang dilakukan berakhir dengan damai, namun diakui oleh Kapolri Jend Tito Karnavian,bahwa ada segelintir pihak tertentu yang berniat memanfaatkan aksi damai tersebut dengan melakukan tindakan inkonstitusion


 Pembahasan 

Selama Orde Baru, komunitas Tionghoa di Indonesia menghadapi diskriminasi dan kurang mendapat tempat di hati pemerintahan Soeharto. Dalam beberapa dekade, figur atau tokoh masyarakat dari komunitas ini terus.berjuang untuk mendapatkan hak nya sebagai warga negara dan hak-hak lain termasuk hak politik untuk dipilih dan memilih yang dilindungi oleh Undang-Undang. Perjuangan yang dilakukan oleh komunitas ini terbukti berhasil dengan keluarnya UU No 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan. Salah satu yang menjadi bukti bahwa komunitas ini merupakan bagian dari bangsa indonesia adalah kesamaan dimata hukum dan pemerintahan, sehingga untuk pertama kali DKI, Ibu Kota Jakarta dikomandai oleh etnisTionghoa yakni Ahok.   

Tinjauan pustaka

1. Perlindungan hukum 

Terdapat beberapa teori perlindungan hukum yang diutarakan oleh para ahli, seperti Setiono yang menyatakan bahwa perlindungan hukum merupakan tindakan untuk melindungi masyarakat dari kesewenang-wenangan penguasa yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku untuk mewujudkan ketenteraman dan ketertiban umum. Tetapi yang paling relevan untuk Indonesia adalah teori dari Philipus M.Hadjon. Dia menyatakan bahwa perlindungan hukum bagi rakyat berupa tindakan pemerintah yang bersifat preventif dan represif. Bersifat preventif artinya pemerintah lebih bersikap hati-hati dalam pengambilan dan pembuatan keputusan karena masih dalam bentuk tindakan pencegahan. Sedangkan bersifat represif artinya pemerintah harus lebih bersikap tegas dalam pengambilan dan pembuatan keputusanatas pelanggaran yang telah terjadi

2. Penegakan hukum

Penegakan hukum merupakan rangkaian proses penjabaran ide dan cita hukum yang memuat nilai-nilai moral seperti keadilan dan kebenaran kedalam bentuk-bentuk konkrit, dalam mewujudkannya membutuhkan suatu organisasi seperti kepolisian, kejaksaan, pengadilan dan lembaga pemasyarakatan sebagai unsur klasik penegakan hukum yang dibentuk oleh negara, dengan kata lain bahwa penegakan hukum pada hakikatnya mengandung supremasi nilai substansial yaitu keadilan. (Satjipto Rahardjo, 2009 : vii-ix).

Kesimpulan

Masalah penegakan hukum di Indonesia merupakan masalah yang sangat serius dan terus menjadi perhatian pemerintah Jokowi saat ini, berbagai kebijakan pada bidang hukum menjadi prioritas utama dalam rangka penegakan hukum.Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan melalui media cetak dan elektronik terus menyampaikan “ Tidak akan mencampuri dan mengintervensi Persoalan Hukum yang sedang ditangani oleh Lembaga Kepolisian dan Lembaga Hukum lainnya”. Dilain pihak Presiden terus membentuk lembaga –lembaga Hukum dalam rangka memangkas pungutan liar pada area-area pelayanan publik. Hal ini menunjukan Presiden serius dengan proses penegakan hukum, sebagai bagian dari good governance. 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama : Risa Perwita Sari

Npm : 2253053045

Kelas : 2D

Prodi : PGSD

Supremasi hukum

Demokrasi dan demokratisasi, dengan momentum yang memuncak seiring dengan masa reformasi memberikan pekejaan rumah yang besar kepada hukum. Demokrasi tersebut tidak dapat dihadapi dengan cara berhukum masalalu dibawah kekuasaan yang otoriter dan sentralistik. Tuntutan partisipasi dan kontrol oleh masyarakat terhadap sekalian badan teknis hukum menjadi semakin menguat, baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Semua dihadapkan pada tantangan yang sama. Semboyan bhineka tunggal ika ( berbeda-beda tetapi tetap satu jua ) juga menuntun untuk mewujudkan dengan sebaik-baiknya, dimasalalu sentralisme dan otoriter telah menenggelamkan kebhinekaan.

Hukum yang otoriter dan sentralistik dapat menenggelamkan kebhinekaan, maka pluralisme dalam hukum muncul sebagai tantangan. Tuntutan partisipasi dan kontrol masyarakat terhadap badan legislatif yudikatif dan eksekutif. Oleh karena itu semua dihadapkan dengan tantangan yang sama, semboyan bhineka tunggal ika juga menjelaskan untuk melakukan dengan sebaik baiknya.Upaya untuk menyejahterakan, memakmurkan, mengurangi kemiskinan dan pengangguran berkaitan erat dengan roda perekonomian. Hukum sangat perlu diposisikan sebagai tulang punggung perekonomian. Hukum harus bisa diandalkan untuk menjaga dan mengamankan pertahanan.


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Risa Perwita Sari
Npm : 2253053045
Kelas : 2D

Supremasi hukum
Demokrasi dan demokratisasi, dengan momentum yang memuncak seiring dengan masa reformasi memberikan pekejaan rumah yang besar kepada hukum. Demokrasi tersebut tidak dapat dihadapi dengan cara berhukum masalalu dibawah kekuasaan yang otoriter dan sentralistik. Tuntutan partisipasi dan kontrol oleh masyarakat terhadap sekalian badan teknis hukum menjadi semakin menguat, baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Semua dihadapkan pada tantangan yang sama. Semboyan bhineka tunggal ika ( berbeda-beda tetapi tetap satu jua ) juga menuntun untuk mewujudkan dengan sebaik-baiknya, dimasalalu sentralisme dan otoriter telah menenggelamkan kebhinekaan.
Hukum yang otoriter dan sentralistik dapat menenggelamkan kebhinekaan, maka pluralisme dalam hukum muncul sebagai tantangan. Tuntutan partisipasi dan kontrol masyarakat terhadap badan legislatif yudikatif dan eksekutif. Oleh karena itu semua dihadapkan dengan tantangan yang sama, semboyan bhineka tunggal ika juga menjelaskan untuk melakukan dengan sebaik baiknya.Upaya untuk menyejahterakan, memakmurkan, mengurangi kemiskinan dan pengangguran berkaitan erat dengan roda perekonomian. Hukum sangat perlu diposisikan sebagai tulang punggung perekonomian. Hukum harus bisa diandalkan untuk menjaga dan mengamankan pertahanan.