Nama : Khalda Hanun Rafiana
NPM : 2213053122
Kelas : 1A
Menganalisis soal 1
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Jawab :
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengatakan latar belakang seseorang tidak menjamin seseorang kebal terhadap hoaks. Pengamat Media Sosial, Nukman Luthfie, seseorang dengan latar belakang pendidikan tinggi bahkan bisa juga menyebarkan berita hoaks. Bahkan sering kali, orang terpelajar itu tidak bisa membedakan antara berita hoaks dengan yang valid. Orang yang sudah termakan berita hoaks yang dikemas dan disebar secara masif justru lebih dipercaya dibandingkan berita yang valid.
Hal di atas sungguh disayangkan karena masih sering teejadi di Indonesia. Dimana berita hoax sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Indonesia dan juga masifnya para masyarakat untuk mencari tahu sumber dan menelaah suatu berita menjadikan penyebaran berita hoax terus tersebar keseluruh Indonesia, apalagi dengan cepatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Bahkan di media sosial suatu berita yang valid justru dianggap suatu berita hoax karena kurangnya massa yang mendukung berita valid tersebut. Oleh karena itu, pentingnya kita sebagai masyarakat Indonesia yang berbudi luhur untuk dapat menerapkan nilai-nilai luhur, agama, dan Pancasila dalam bermedia sosial dan dalam menanggapi dan mengkaji suatu berita apakah berita tersebut sudah valid atau belum baru disebarluaskan. Jangan sampai kita yang dianggap sebagai generasi emas justru menjadi pelopor berita hoax.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Jawab :
Pengaruh perkembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial saat ini sudah sangat memprihatinkan, dimana banyak sekali orang yang tidak melakukan cross check ulang ketika mendapat suatu berita sehingga menyebabkan mudahnya orang-orang termakan berita hoax, oleh karena itu mudah sekali bagi suatu orang atau kompetitor untuk mengembangkan suatu berita hoax. Selain itu juga berkembangnya media sosial yang dianggap keren jika kita dapat menggunakannya bahkan jika bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dari media sosial tersebut menyebabkan banyak orang berlomba-lomba untuk mencobanya meskipun dalam jalannya banyak sekali melanggar nilai agama, moral dan nilai Pancasila.
Solusi bagi perkembangan iptek yang lebih baik itu ada pada diri kita sendiri dimana kita dapat memilih dan memilah perkembangan mana yang mau kita ambil apakah itu perkembangan iptek yang sifatnya positif atau negatif. Karena diri kita merupakan benteng pertahanan untuk menyaring suatu berita atau hal-hal negatif yang dihasilkan dari perkembangan iptek. Oleh karena itu, perlunya kita untuk terus menanamkan nilai-nilai agama, moral dan Pancasila agar kita terhindar dari dampak buruk iptek.
C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab :
Sikap konsumerisme yang marak dan mendarah daging di masyarakat Indonesia saat ini menjadi pasar produk teknologi yang lebih maju ipteknya. Hal ini benar sekali, karena masyarakat Indonesia saat ini sering kali merasa bangga apabila dapat mengikuti atau menggunakan produk milik negara luar. Seperti contohnya starbuks, sesungguhnya kopi starbuks sama saja dengan kopi-kopi pada umumnya hanya saja karena merek starbuks sudah mendunia dan banyak orang-orang yang memiliki finansial yang tinggi meminumnya menyebabkan banyak orang teetarik untuk mencobanya juga, namun mirisnya hal itu dilakukan hanya karena agar dipandang keren oleh orang lain di lingkungan sosialnya.
Solusi yang diambil dari permasalahan tersebut menurut program studi pgsd adalah dengan melakukan pembinaan pada anak-anak sekolah dasar untuk tidak menerapkan kehidupan konsumerisme dan menggunakan produk luar negeri. Anak-anak sekolah dasar yang nantinya akan menjadi penerus bagi bangsa Indonesia harus dapat memilih dan memilah berita hoax dan menekan sifat konsumerisme. Kita harus bisa membuat produk sendiri jangan hanya terus-terusan mengexpor barang mentah dan mengimpor barang jadinya ke Indonesia. Negara kita itu kaya dengan sumber daya alam dan Iptek itu ada untuk terus berkembang. Sekarang bagaimana kitanya saja apakah kita hanya terus-terusan menjadi masyarakat konsumerisme yang menggunakan produk milik luar negeri ataukah kita yang negara kaya ini memanfaatkan sumber daya alam dan perkembangan iptek untuk kemajuan Indonesia. Semua itu ada pada pemikiran dan bagaimana konsep iptek yang akan diterapkan.
NPM : 2213053122
Kelas : 1A
Menganalisis soal 1
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Jawab :
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengatakan latar belakang seseorang tidak menjamin seseorang kebal terhadap hoaks. Pengamat Media Sosial, Nukman Luthfie, seseorang dengan latar belakang pendidikan tinggi bahkan bisa juga menyebarkan berita hoaks. Bahkan sering kali, orang terpelajar itu tidak bisa membedakan antara berita hoaks dengan yang valid. Orang yang sudah termakan berita hoaks yang dikemas dan disebar secara masif justru lebih dipercaya dibandingkan berita yang valid.
Hal di atas sungguh disayangkan karena masih sering teejadi di Indonesia. Dimana berita hoax sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Indonesia dan juga masifnya para masyarakat untuk mencari tahu sumber dan menelaah suatu berita menjadikan penyebaran berita hoax terus tersebar keseluruh Indonesia, apalagi dengan cepatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Bahkan di media sosial suatu berita yang valid justru dianggap suatu berita hoax karena kurangnya massa yang mendukung berita valid tersebut. Oleh karena itu, pentingnya kita sebagai masyarakat Indonesia yang berbudi luhur untuk dapat menerapkan nilai-nilai luhur, agama, dan Pancasila dalam bermedia sosial dan dalam menanggapi dan mengkaji suatu berita apakah berita tersebut sudah valid atau belum baru disebarluaskan. Jangan sampai kita yang dianggap sebagai generasi emas justru menjadi pelopor berita hoax.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Jawab :
Pengaruh perkembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial saat ini sudah sangat memprihatinkan, dimana banyak sekali orang yang tidak melakukan cross check ulang ketika mendapat suatu berita sehingga menyebabkan mudahnya orang-orang termakan berita hoax, oleh karena itu mudah sekali bagi suatu orang atau kompetitor untuk mengembangkan suatu berita hoax. Selain itu juga berkembangnya media sosial yang dianggap keren jika kita dapat menggunakannya bahkan jika bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dari media sosial tersebut menyebabkan banyak orang berlomba-lomba untuk mencobanya meskipun dalam jalannya banyak sekali melanggar nilai agama, moral dan nilai Pancasila.
Solusi bagi perkembangan iptek yang lebih baik itu ada pada diri kita sendiri dimana kita dapat memilih dan memilah perkembangan mana yang mau kita ambil apakah itu perkembangan iptek yang sifatnya positif atau negatif. Karena diri kita merupakan benteng pertahanan untuk menyaring suatu berita atau hal-hal negatif yang dihasilkan dari perkembangan iptek. Oleh karena itu, perlunya kita untuk terus menanamkan nilai-nilai agama, moral dan Pancasila agar kita terhindar dari dampak buruk iptek.
C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab :
Sikap konsumerisme yang marak dan mendarah daging di masyarakat Indonesia saat ini menjadi pasar produk teknologi yang lebih maju ipteknya. Hal ini benar sekali, karena masyarakat Indonesia saat ini sering kali merasa bangga apabila dapat mengikuti atau menggunakan produk milik negara luar. Seperti contohnya starbuks, sesungguhnya kopi starbuks sama saja dengan kopi-kopi pada umumnya hanya saja karena merek starbuks sudah mendunia dan banyak orang-orang yang memiliki finansial yang tinggi meminumnya menyebabkan banyak orang teetarik untuk mencobanya juga, namun mirisnya hal itu dilakukan hanya karena agar dipandang keren oleh orang lain di lingkungan sosialnya.
Solusi yang diambil dari permasalahan tersebut menurut program studi pgsd adalah dengan melakukan pembinaan pada anak-anak sekolah dasar untuk tidak menerapkan kehidupan konsumerisme dan menggunakan produk luar negeri. Anak-anak sekolah dasar yang nantinya akan menjadi penerus bagi bangsa Indonesia harus dapat memilih dan memilah berita hoax dan menekan sifat konsumerisme. Kita harus bisa membuat produk sendiri jangan hanya terus-terusan mengexpor barang mentah dan mengimpor barang jadinya ke Indonesia. Negara kita itu kaya dengan sumber daya alam dan Iptek itu ada untuk terus berkembang. Sekarang bagaimana kitanya saja apakah kita hanya terus-terusan menjadi masyarakat konsumerisme yang menggunakan produk milik luar negeri ataukah kita yang negara kaya ini memanfaatkan sumber daya alam dan perkembangan iptek untuk kemajuan Indonesia. Semua itu ada pada pemikiran dan bagaimana konsep iptek yang akan diterapkan.