Posts made by Ellena Aulia Yunika Putri 2213053273

Nam : Ellena Aulia Yunika Putri
NPM : 2213053273

izin bertanya, kan didalam makalah tersebut dijelaskan bahwa tujuan diharapakan adanya kurikulum merdeka adalah untuk menciptakan suasana pendidikan yang menyenangkan . Jadi pertanyaan saya adalah Apa yang sebenarnya dimaksud dengan "suasana pendidikan yang menyenangkan" dalam konteks Kurikulum Merdeka? Apakah hanya sebatas kegiatan yang menarik atau juga mencakup aspek psikologis siswa, seperti motivasi dan kepuasan belajar? dan Bagaimana cara mengukur tingkat "kesenangan" siswa dalam proses pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka? Apakah ada instrumen atau indikator yang spesifik?
Nama : Ellena Aulia Yunika Putri
NPM : 2213053273

izin bertanya
Didalam makalah tersebut dijelaskan beberapa teknik dalam pembelajaran menyimak, salah satunya adalah teknik simak-ulang ucap. Mengulang-ulang kata atau kalimat secara terus-menerus berpotensi dapat membuat siswa merasa bosan. Jadi, Bagaimana cara menjaga motivasi siswa selama proses pembelajaran dengan teknik ini?
Apakah ada variasi atau permainan yang dapat ditambahkan untuk membuat kegiatan simak-ulang ucap lebih menarik?
Nama : Ellena Aulia Yunika Putri
NPM : 2213053273

Disini saya akan menjawab pertanyaan dari saudari Khairunnisa

Pembelajaran multiliterasi merupakan pendekatan yang efektif dalam membantu siswa memahami konten dari berbagai disiplin ilmu dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis mereka. Karena :
1. Integrasi Berbagai Bentuk Literasi. Model pembelajaran multiliterasi mengintegrasikan berbagai bentuk literasi, seperti literasi teks, audio, visual, dan digital. Hal ini memungkinkan siswa untuk tidak hanya belajar dari teks tradisional, tetapi juga dari berbagai sumber informasi yang relevan dengan konteks kehidupan mereka. Dengan demikian, siswa dapat memahami konsep-konsep yang lebih luas dan terhubung dengan disiplin ilmu lainnya
2. Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis. Pembelajaran multiliterasi mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam proses belajar melalui pertanyaan dan diskusi. Ini membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, seperti analisis, evaluasi, dan sintesis informasi dari berbagai sumber. Dalam konteks ini, siswa diajarkan untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga untuk mempertanyakan dan mengevaluasi validitas serta relevansi informasi tersebut.
3. Pembelajaran Kontekstual dan Kolaboratif. Model ini juga menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual, di mana materi yang dipelajari dihubungkan dengan isu-isu kontemporer dan pengalaman nyata siswa. Melalui kolaborasi dengan teman sekelas dan guru, siswa dapat membangun pengetahuan secara kolektif, memperdalam pemahaman mereka tentang berbagai disiplin ilmu, serta meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi.
4. Meningkatkan Kemampuan Literasi Abad ke-21. Pembelajaran multiliterasi berfokus pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis. Dengan menerapkan model ini, siswa tidak hanya belajar untuk memahami konten akademik tetapi juga dipersiapkan untuk menghadapi tantangan di dunia nyata.
Nama : Ellena Aulia Yunika Putri NPM : 2213053273
Disini saya  akan menjawab pertanyaan dari saudari Yurma Vadelta

Sebagai calon pendidik, pembelajaran multiliterasi saintifik sebagai pendekatan yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Alasannya karena
1. Memenuhi tuntutan abad 21, yang dimana pembelajaran multiliterasi saintifik mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut melalui proses investigasi dan pemecahan masalah yang autentik.
2. Meningkatkan literasi sains, Pembelajaran multiliterasi saintifik melatih siswa untuk menjadi konsumen informasi yang cerdas.
3. Mengembangkan ketrampilan abad ke 21, karena selain literasi sains, pembelajaran ini juga melatih siswa dalam berbagai keterampilan abad 21 seperti komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas.
4. Relevan dengan kehidupan sehari-hari, karena pembelajaran multiliterasi saintifik mengaitkan konsep-konsep ilmiah dengan masalah-masalah nyata yang dihadapi masyarakat, sehingga siswa dapat melihat relevansi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
5. Membentuk karakter, karena proses pembelajaran yang melibatkan investigasi, diskusi, dan presentasi dapat membantu siswa mengembangkan sikap ilmiah seperti keingintahuan, objektivitas, dan kejujuran.

Tantangan dalam Menerapkan Pembelajaran Multiliterasi Saintifik.
1. Kurangnya sumber daya yang memadai seperti alat dan bahan praktikum, serta akses internet yang baik.
2. Kurangnya pelatihan guru, karena tidak semua guru memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dalam sains atau pelatihan yang memadai dalam menerapkan pembelajaran berbasis inkuiri.
3. Kurikulum yang padat seringkali menyulitkan guru untuk mengalokasikan waktu yang cukup untuk kegiatan praktikum dan investigasi.
4. Setiap siswa memiliki kemampuan dan gaya belajar yang berbeda beda, sehingga guru perlu merancang kegiatan pembelajaran yang dapat mengakomodasi keberagaman tersebut.
5. Beberapa siswa mungkin merasa kesulitan atau kurang tertarik dengan kegiatan praktikum dan investigasi.