Nama : Ellena Aulia Yunika Putri
NPM : 2213053273
Disini saya akan menjawab pertanyaan dari saudari Khairunnisa
Pembelajaran multiliterasi merupakan pendekatan yang efektif dalam membantu siswa memahami konten dari berbagai disiplin ilmu dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis mereka. Karena :
1. Integrasi Berbagai Bentuk Literasi. Model pembelajaran multiliterasi mengintegrasikan berbagai bentuk literasi, seperti literasi teks, audio, visual, dan digital. Hal ini memungkinkan siswa untuk tidak hanya belajar dari teks tradisional, tetapi juga dari berbagai sumber informasi yang relevan dengan konteks kehidupan mereka. Dengan demikian, siswa dapat memahami konsep-konsep yang lebih luas dan terhubung dengan disiplin ilmu lainnya
2. Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis. Pembelajaran multiliterasi mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam proses belajar melalui pertanyaan dan diskusi. Ini membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, seperti analisis, evaluasi, dan sintesis informasi dari berbagai sumber. Dalam konteks ini, siswa diajarkan untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga untuk mempertanyakan dan mengevaluasi validitas serta relevansi informasi tersebut.
3. Pembelajaran Kontekstual dan Kolaboratif. Model ini juga menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual, di mana materi yang dipelajari dihubungkan dengan isu-isu kontemporer dan pengalaman nyata siswa. Melalui kolaborasi dengan teman sekelas dan guru, siswa dapat membangun pengetahuan secara kolektif, memperdalam pemahaman mereka tentang berbagai disiplin ilmu, serta meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi.
4. Meningkatkan Kemampuan Literasi Abad ke-21. Pembelajaran multiliterasi berfokus pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis. Dengan menerapkan model ini, siswa tidak hanya belajar untuk memahami konten akademik tetapi juga dipersiapkan untuk menghadapi tantangan di dunia nyata.