Posts made by Miftaudin Mahfudz 2253053017

Nama : Miftaudin Mahfudz
NPM : 2253053017

Dari analisis jurnal 1 saya mengambil kesimpulan bahwa:

Konflik dua paham sosial antara individualisme dan kolektivisme tidak perlu dibenturkan, tetapi justru perlu dikelola menurut nilai-nilai moral dan etika, sehingga menjadi kekuatan sosial bagi kehidupan bermasyarakat. Menurut sudut pandang manajemen pendid ikan, ada dua pilihan yaitu
apakah dengan sistem menyeragamkan atau justru membina kebebasan untuk mengembangkan berbagai kreativitas individual. Jika penyeragaman dipilih, maka potensi kreativitas individual sebagai hak individu bisa terancam tidak berkembang. Sebaliknya, jika pembebasan dipilih, maka kemapanan sosial sebagai hak masyarakat bisa goyah. kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkead ilan. Oleh sebab itu, tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri
setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat. Jika berhasil, maka konflik kepentingan antara p aham individualisme dan kolektivisme justru menjadi energi sosial untuk mendorong pertumbuhan kehidupan masyarakat berkeadilan. Di
dalam masyarakat berkeadilan, setiap individu mendapat keleluasaan berdinamika untuk mengoptimalkan potensi dirinya menjadi s eorang individu berkepribadian ideal. Sebaliknya, dengan demikian otomatis masyarakat menemukan jati dirinya yaitu sebagai suatu sistem
manajemen sosial.
Nama : Miftaudin Mahfudz
NPM : 2253053017

Hardskill adalah kemampuan yang terukur dan terkait langsung dengan tugas spesifik, seperti keahlian teknis atau pengetahuan tertentu, sementara softskill adalah keterampilan non-teknis yang melibatkan interaksi, seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi. Keduanya penting dalam dunia kerja, dengan hardskill mendefinisikan keahlian yang spesifik dan softskill memengaruhi bagaimana seseorang berinteraksi dan bekerja dalam tim.
Nama : Miftaudin Mahfudz
NPM : 2253053017

Dari analisis jurnal 2, saya mengambil kesimpulan bahwa :

Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pendidikan nilai moral keagamaan, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya: (1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, (2)
lingkungan masyarakat yang kurang baik, (3) Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, (4) Suasana rumah tangga yag kurang baik, (5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alatalat anti hamil, (6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral, (7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu
luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral, (8) Kurangnya markas-markas bimbingan da penyuluhan bagi anak-anak.
Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaranpelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak
dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik.
Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik. Dengan demikian, ketiga jenis lembaga ini tidak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung.
Nama : Miftaudin Mahfudz
NPM : 2253053017

dari analisis jurnal 1, saya mengambil kesimpulan bahwa :

Dari uraian yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral di sekolah penting
dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif.
Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi
metode, dan evaluasi yang menyeluruh.

Evaluasi pendidikan moral sebenarnya yang terakhir dan sangat penting adalah perilaku. Perilaku moral
sangat sulit untuk dievaluasi. Perilaku moral hanya mungkin dievaluasi secara akurat dengan melakukan observasi
(pengamatan) dalam jangka waktu yang relatif lama dan secara terus-menerus. Dari pengamatan tersebut dapat ditarik kesimpulan apakah perilaku orang yang
diamati telah menunjukkan watak atau kualitas akhlak yang akan dievaluasi.
Nama : Miftaudin Mahfudz
NPM : 2253053017

Dari analisis video 4 , saya mengambil kesimpulan bahwa :

di zaman modernisasi dan globalisasi saat ini kita mudah dalam mengakses informasi, bukan hanya hal itu kita juga mampu melihat kehidupan manusia lain dengan mudah melalui sosial media berbagai macam informasi yang kita temui menjadikan tolak ukur dalam pemikiran dan perilaku kita ada informasi positif dan informasi negatif. sebagai generasi muda kita dituntut untuk mengikuti zaman tapi di sisi lain kita harus mampu melihat mana yang baik dan buruk untuk kehidupan kita, mengapa?

karena kita generasi muda yang akan meneruskan bangsa ini. maraknya kasus-kasus yang kita lihat di sosial media dan media televisi ini menggambarkan perilaku manusia saat ini. dan juga menggambarkan perilaku generasi muda saat ini. permasalahan-permasalahan sosial seperti pembunuhan pembullyan pelecehan seksual narkoba penistaan agama tawuran bahkan pembunuhan terhadap orang tua. ini merupakan polemik yang. siapa yang salah dan mengapa bisa terjadi. ini berhubungan dengan etika dan moral memang ketika kita membicarakan tentang etika dan moral merupakan hal yang klasik tetapi etika dan moral merupakan pedoman bagi setiap manusia.

moral secara etimologi berasal dari bahasa latin yaitu mouse secara jamak yaitu mores yang artinya kebiasaan atau adat. dalam kamus bahasa Indonesia moral diterjemahkan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik buruk salah maupun benar. sedangkan etika menurut Drs.H. Burhanuddin salam menyatakan bahwasanya etika cabang ilmu filsafat yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. maka dari itu etika dan moral sangat berkesinambungan.

3 persamaan etika dan moral :
1. ketika dan moral mengacu pada ajaran perbuatan, tingkah laku dan sifat seseorang.
2. etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia
3. etika dan moral bukan faktor keturunan tetapi positif yang dilakukan setiap orang untuk mengembangkan potensi tersebut perlu adanya pendidikan pembiasaan dan keteladanan serta dukungan lingkungan yang dan keluarga sekolah dan masyarakat secara berkesinambungan