གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Miftaudin Mahfudz 2253053017

Nama : Miftaudin Mahfudz
NPM : 2253053017

Analisis saya terkait video "pendidikan nilai dan moral"

- Nilai = Harga
- Moral = kebiasaan yang berulang
Pendekatan : Pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademis, pengusaha atau pemilik modal, media.

nilai dan moral itu tidaklah seakan-akan ditangkap dan diajarkan pada diri kita. cara melihat kualitas orang yaitu dengan cara melihat penerapan nilai yang ada pada dalam dirinya.

Aliran dalam pengajaran nilai :
- Aliran Relativisme : nilai ini tidak bisa diajarkan karena hakikat nilai bersifat relatif subjektif, temporer, dan situasional.
- Aliran kebebasan (value free) : nilai ini tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan dasar manusia untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri.
penanaman dan penerapan nilai itu sangat penting bagi kehidupan seseorang untuk menjalani kehidupannya.
Nama : Miftaudin Mahfudz
NPM : 2253053017

analisis saya terkait
"Peran seorang pendidik SD dalam menanamkan pendidikan nilai dan moral melalui PKN"

1. kesadaran nilai moral
kesadaran nilai moral ini berguna untuk mengarahkan anak agar mampu membuat pertimbangan secara matang atas perilakunya dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di masyarakat.

2. masalah moral
masalah moral adalah masalah yang pada saat ini sangat menyita perhatian terutama dari para pendidik alim ulama pembuka masyarakat dan orang tua tentunya tidak henti-hentinya kita mendengar keluhan orang tua yang kebingungan menghadapi anak-anaknya yang sukar patuh keras kepala dan juga nakal bahkan guru-guru pun tidak sedikit yang kebingungan menghadapi anak didik yang tidak dapat menerima pendidikan dan tidak mau belajar namun anehnya mereka tetap ingin naik kelas ingin lulus ujian dan ingin memaksakan kehendaknya kepada guru.

3. penting nya pendidikan moral
pendidikan moral ini bagi peserta didik sangat berarti bagi kemajuan sekolah bangsa maupun negara dalam membentuk kepribadian karakter peserta didik.

tujuan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan :
- membangun watak dan karakter
- menjadikan anak didik untuk menjadi warga negara Indonesia dan warga masyarakat Indonesia yang baik.
- menjadikan kesadaran Allah didik sebagai warga Indonesia dan warga negara Indonesia.
- menjadikan motivasi di setiap langkah laku bertindak dan perilaku sesuai Pancasila
- membentuk pola pikir yang sesuai dengan nilai Pancasila.
- menanamkan nilai-nilai moral Pancasila ke dalam diri peserta didik untuk menjadi warga negara Indonesia dan menjadi warga masyarakat Indonesia.
Nama : Miftaudin Mahfudz
NPM : 2253053017
Kelas : 3/I

analisis jurnal 2

dari jurnal tersebut, saya mengambil kesimpulan bahwa , Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori
perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.
Nama : Miftaudin Mahfudz
NPM : 2253053017
Kelas : 3/I

berdasarkan jurnal tersebut, saya mengambil kesimpulan yaitu :

1. Pendidikan nilai moral merupakan tuntutan dan sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam hubungannya dengan tatanan global yang diwarnai dengan berbagai permasalahan yang bersifat luas, kompleks, dan mendunia.

2. Penyelesaian permasalahan hidup yang dialami umat manusia tidak cukup dalam negeri sendiri, namun
banyak hal yang penyelesaiannya dibutuhkan dukungan dan bantuan luar negeri, misalnya terorisme global, masalah ekonomi, dan masalah krisis multidimensional.

3. Pendidikan nilai moral merupakan alternatif pemecahan masalah yang bersifat lokal, regional, nasional, dan
internasional.

4. Pendidikan nilai atau moral sebagai isu global di beberapa negara (Indonesia, Malaysia, India, dan Cina) menampakkan adanya perbedaan dan kesamaan. Perbedaan yang ada
disebabkan oleh adanya perbedaan ideologi bangsa. Walaupun demikian, negara-negara itu memberikan
penekanan pendidikan nilai moral pada nilai etik-moral; terutama dalam hal nilai-nilai yang bersifat asasi
manusia, universal, dan global.

5. Konsep pendidikan nilai moral yang dikemukakan oleh Kohlberg dan John P. Miller cenderung bersifat individualistik. Oleh karena itu, konsep itu memerlukan penyempurnaan dengan mempertimbangkan paradigma yang dikemukakan oleh Capra. Lebih lanjut, dalam implementasikannya, diperlukan strategi pendidikan nilai moral yang tepat melalui pemilihan pendekatan (approach), metode (method), dan teknik (technique) pendidikan nilai moral yang sesuai.