Kiriman dibuat oleh Aulia Zahwa Adinda 2213053103

NAMA: AULIA ZAHWA ADINDA
NPM: 2213053103
KELAS: 2G

Judul :Efektivitas Desain Pembelajaran Terpadu Berbasis Core Content Di Sekolah Dasar
Penulis : Een Y. Haenilah



kesimpulan pada jurnal di atas, yaitu desain pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam menciptakan kualitas proses dan hasil pembelajaran di kelas. Hal ini karena akan membuat siswa mudah menerima materi yang disampaikan dan memudahkan guru dalam menyampaikan materi. Dengan cara demikian guru dapat mem bentuk ide-ide tentang apa dan bagaimana mengajar yang dapat mencapai target kurikulum. Kurikulum akan memberikan gambaran arah, proses, dan isi pembelajaran.
Salah satu desain kurikulum yang digunakan pada pemebelajaran Sekolah Dasar, yaitu tematik. Pembelajaran tematik lahir dari kurikulum terpadu. Kurikulum ini memandang bahwa pembelajaran yang terpadu akan memberikan makna yang utuh bagi siswa.
Ada tiga ciri pembelajaran tematik, yaitu sebagai berikut:
1) Menerobos batas-batas matapelajaran
2) Didasari oleh dorongan-dorongan sewajarnya pada siswa
3) Menghadapkan siswa pada situasi yang mengandung problema

Dalam pembelajaran tematik, siswa diberi kesempatan untuk berbuat, membentuk, bekerja dalam kelompok, bekerja secara individu, bergerak, menyampaikan informasi, mengemukakan ide, be kerjasama, menyatakan perasaannya, menyimpul kan, bertanggung jawab, melaporkan, menyelidiki hal-hal yang sesuai dengan dorongan sewajarnya, sehingga mereka melakukan proses pembelajaran secara riil, komprehensif dan seimbang antara tun tutan kognitif, afektif dan psikomotornya. Desain pembelajaran tematik harus lahir dari kerangka pikir guru yang bukan hanya berorientasi pada kemudahan siswa belajar, tetapi juga mudah disusunnya. Dengan demikian pembelajaran yang mudah bagi siswa akan lahir dari desain pembelajaran yang disusun sendiri oleh guru.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 2G

ANALISI JURNAL

A. Identitas Jurnal
1. Nama jurnal: Jurnal Bakti Saraswat
2. Volume: Vol. 05
3. Nomor: No. 01
4. Halaman: 8 l
5. Tahun penerbit: Maret 2016
6. Judul jurnal: KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA
7. Nama penulis: Ida Bagus Brata

B. Abstrak jurnal
1. Jumlah paragraph: 1 paragraf
2. Halaman: kesatu
3. Kesimpulan abstrak: identitas nasional dalam era globalisasi sangat relevan dibicarakan. Kenyataan ini seiring dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pasca reformasi seiring timbulnya tuntutan yang berlebihan hampir dalam segala aspek kehidupan. Tuntutan inilah yang sering memicu permasalahan krusial, sehingga dapat mengancam keutuhan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kearifan lokal yang membuat penguatan fondasi jatidiri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.

C. Pendahuluan jurnal
Identitas nasional ditentukan oleh kebudayaan dan itu terbukti kenyataannya kebudayaan mengandung keragaman kelompok sosial dan system budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa. Kenyataan ini juga diperkuat oleh aktivitas silang yang saling mendekatkan di antara berbagai kelompok etnis tersebut, berkat pengaruh persebaran budaya-budaya (agama) besar yang datang ke Indonesia.

D. Pokok pembahasan jurnal
1. KERANGKA KONSEPSUAL DAN TEORETIK
Secara konsepsual kearifan local merupakan bagian dari kebudayaan. Dansecara realitas di tengahtengah gelombang perubahan akibat kapitalisme, modernisme, dan globalisme, konflik antar budaya tradisional dan budaya modern tidak dapat dihindarkan walaupun sinergi dan adaptasi unsur tradisional dengan unsur modern merupakan fakta kultural yang tidak terbantahkan.

2. KEARIFAM LOKAL SEBAGAI PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan,
ketidakadilan, kurangnya pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi diberbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik
sosial di berbagai wilayah di Indonesia. Patut disyukuri bahwa hubungan antar suku bangsa dan golongan yang ada di wilayah NKRI ini, belum seburuk seperti di
beberapa negara lain, namun potensi terpendam untuk konflik karena masalah ketegangan antar suku bangsa dan golongan tidak bisa diabaikan demikian saja.

E.Kesimpulan
Menurut penjelasan singkat di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa bangsa Indonesia merupakan negara multietnis dan multicultural. Kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sangatlah beragam dan dapat diangkat sebagai aset bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus modal dasar untuk memperkokoh jati diri bangsa Indonesia.
Nama: Aulia Zahwa Adinda
NPM: 2213053103
Kelas: 2G

Identitas Nasional

Identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Identitas nasional menggambarkan siapa diri kita sebenarmya identitas nasional menjadi hal penting untuk terjaganya keutuhan bangsa, karena tak akan mungkin mampu menjaga tanpa mengetahui sesuatu tersebut.
Unsur-unsur identitas negara, yaitu sebagai berikut:
1. Suku bangsa
suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus bersifat askriptif ada sejak lahir dan sama golongannya dngan golongan umur dan jenis kelamin di indonesia. bangsa indonesia memiliki etnis atau suku kurang lebih 300 dialek. tetapi kebanyak bahkan setengah dari populasi Indonesia memiliki suku Jawa

2. Agama
bangsa indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki beragam agama, seperti islam (muslim), kristen, khatolik, hindu, budha, dan konghucu.

3. Kebudayaan
kebudayaan merupakan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau sebagai pedoman untuk bertindak sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.

4. Bahasa
bahasa merupakan faktor pendukung dari identitas nasional. bahasa dipandang sebagai sistem perlambangan yang secara arditer yang dibentuk atas unsur-unsur dan digunakan sebagai sarana interaksi antara manusia dengan manusia lainnya, baik secara lisan tulisan, gerakan, dan isyarat

identitas indonesia tercantum dalam intitusi indonesia,yaitu UUD 1945 dalam pasal 35 dan 36C.
jati diri dari identitas nasional, yaitu sebagai berikut:
1. Bahasa nsional atau bahasa Indonesia
2. bendera merah putih
3. lagunkebangsaan Indonesia raya
4. lambang negara (garuda Pancasila)
5. semboyan negara (bhineka tunggal ika)
6. dasar falsafah (pancasila)
7. konstitusi hukum (UUD 1945)
8. Bentuk negara kesatuan republik indonesia yang berbentuk kedaulatan
9. konsepsi wawasan nusantara
10. kebudayaan nasional

Nama: Aulia Zahwa Adinda

NPM: 2213053103

KELAS: 2G


Hakikat dan Pentingnya PKN di Perguruan Tinggi.

Kata kewarganegaraan berasal dari "Warga Negara" yang berarti adalah anggota dari suatu negara. Pendidikan kewarganegaraan berkaitan dengan warga negara dan selain itu Pendidikan kewarganegaraan merupakan usaha untuk  menyadar dan menyiapkan peserta didik agar cinta dan setia terhadap tanah air juga berani berkorban membela bangsa. Tidak hanya itu, pendidikan kewarganegaraan juga melatih peserta didik untik berpikir kritis, analitis, bersikap demokratis berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Landasan idiil dan landasan hukum pendidikan kewarganegaraan adalah sebagai berikut:
1. Landasan idealnya adalah Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila sebagai pandangan hidup dan Pancasila sebagai ideologi negara.
2. Landasan hukum PKN antara lain pembukaan undang-undang Dasar 1945, batang tubuh undang-undang Dasar 1945 khususnya:
- Pada pasal 27 ayat 3 tentang bela negara.
- Pasal 30 ayat 1 tentang pertahanan dan keamanan.
- Pasal 31 ayat 1 tentang pendidikan.
- Undang-undang nomor 20 tahun 1982 tentang pendidikan bela negara.
- Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang mata kuliah pengembangan kopi bagian.
- SK Dirjen DIKTI Nomor 43 Tahun 2006 tentang pengembangan mata kuliah kepribadian.

Berikut adalah Sumber Historis, Sosiologis dan Politik Pendidikan Kewarganegaraan.
a. Sumber historis substansi Pendidikan Kewarganegaraan sudah dimulai sebelum Indonesia merdeka.
b. Sumber sosiologis masyarakat memerlukan Pendidikan Kewarganegaraan untuk menjaga memelihara dan mempertahankan eksistensi negara bangsa.
c. Sumber politik dimuatnya dokumen-dokumen Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan sejak tahun 1957 sampai terakhir 2013 yaitu KKN.

Dinamika, Esensi, dan Urgensi Pkn.
Pendidikan Kewarganegaraan harus mendorong warga negara Indonesia agar mampu memanfaatkan pengaruh positif terhadap perkembangan Iptek untuk membangun bangsa.
Masa depan pendidikan kewarganegaraan menjadi landasan oleh eksistensi konstitusi negara dan bangsa Indonesia.