Nama: Adies Adellia Futri
NPM : 2213053133
Kelas : 3F
Dalam jurnal yang berjudul "MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA" dapat disimpulkan bahwa Pembentukan nilai moral dan sosial budaya Indonesia di kalangan remaja, bukan semata-mata tanggung jawab orang tua saja. Melainkan pemerintah juga ikut andil dalam pembentukan karakter bagi remaja. Nursid S. (2008, 31) menyatakan tentang orang tua sebagai pendidik berhadapan dengan kelompok sosial pertama dan terutama yang dikenal oleh anak-anak untuk meletakkan dasar-dasar pendidikan pada diri si bayi. Keluarga sebagai primary group tempat pembentukan kepribadian yang sangat penting. Selain itu, Lingkungan masyarakat juga Berperan sangat penting dalam pembentukan nilai dan moral untuk membentuk jati diri generasi muda. Upaya yang dapat dilakukan untuk pembentukan nilai dan moral ini, dapat berupa didikan, melatih dan juga mengajari.
McDougall menekankan pentingnya faktor personal dalam menentukan interaksi sosial dalam membentuk perilaku individu. Menurutnya, faktor-faktor personallah yang menentukan perilaku manusia. Menurut Edward E. Sampson, terdapat perspektf yang berpusat pada persona dan perspektif yang berpusat pada situasi. Perspektif yang berpusat pada personal mempertanyakan faktor-faktor internal, apakah baik berupa instik, motif, kepribadian, sistem kognitif yang menjelaskan perilaku manusia Aspek personal meliputi 2 hal, yaitu:
1. Aspek Biologis
2. Aspek Sosiopsikologis
Jati diri menurut Prof. Nursid. S., (2005, 151) jatidiri berarti jadilah diri sendiri yang berakhlakul karimah, beretos kerja tinggi dan cerdas menghadapi kehidupan hari ini, mendatang mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat baik lokal, nasional, regional dan dunia. Upaya internalisasi nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan sejak usia dini, yang dimulai dari kelompok primer yaitu lingkungan keluarga, sampai dengan lingkungan yang lebih luas/kelompok sekunder yaitu lingkungan tetangga, teman sebaya (peer group), lembaga pendidikan formal dan pendidikan non formal.
NPM : 2213053133
Kelas : 3F
Dalam jurnal yang berjudul "MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA" dapat disimpulkan bahwa Pembentukan nilai moral dan sosial budaya Indonesia di kalangan remaja, bukan semata-mata tanggung jawab orang tua saja. Melainkan pemerintah juga ikut andil dalam pembentukan karakter bagi remaja. Nursid S. (2008, 31) menyatakan tentang orang tua sebagai pendidik berhadapan dengan kelompok sosial pertama dan terutama yang dikenal oleh anak-anak untuk meletakkan dasar-dasar pendidikan pada diri si bayi. Keluarga sebagai primary group tempat pembentukan kepribadian yang sangat penting. Selain itu, Lingkungan masyarakat juga Berperan sangat penting dalam pembentukan nilai dan moral untuk membentuk jati diri generasi muda. Upaya yang dapat dilakukan untuk pembentukan nilai dan moral ini, dapat berupa didikan, melatih dan juga mengajari.
McDougall menekankan pentingnya faktor personal dalam menentukan interaksi sosial dalam membentuk perilaku individu. Menurutnya, faktor-faktor personallah yang menentukan perilaku manusia. Menurut Edward E. Sampson, terdapat perspektf yang berpusat pada persona dan perspektif yang berpusat pada situasi. Perspektif yang berpusat pada personal mempertanyakan faktor-faktor internal, apakah baik berupa instik, motif, kepribadian, sistem kognitif yang menjelaskan perilaku manusia Aspek personal meliputi 2 hal, yaitu:
1. Aspek Biologis
2. Aspek Sosiopsikologis
Jati diri menurut Prof. Nursid. S., (2005, 151) jatidiri berarti jadilah diri sendiri yang berakhlakul karimah, beretos kerja tinggi dan cerdas menghadapi kehidupan hari ini, mendatang mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat baik lokal, nasional, regional dan dunia. Upaya internalisasi nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan sejak usia dini, yang dimulai dari kelompok primer yaitu lingkungan keluarga, sampai dengan lingkungan yang lebih luas/kelompok sekunder yaitu lingkungan tetangga, teman sebaya (peer group), lembaga pendidikan formal dan pendidikan non formal.