Kiriman dibuat oleh Elyna Aprilia 2253053009

Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis video 1
"Pendidikan Moral TanggungJawab Diri Dalam Keluarga"

video tersebut mengajarkan tentang tanggung jawab seorang anak dalam keluarga seperti mendengar nasihat ayah karena ayah tahu mana hal baik dan buruk dalam kehidupan, menjadi anak yang bertanggung jawab dengan membantu ibu, menemani kakak untuk menghindari hal yang berbahaya.

Kepentingan tanggung jawab dalam keluarga yaitu keluarga menjadi lebih erat dan harmonis dengan mengunjungi kakek dan nenek, keselamatan keluarga terjamin dengan mengunci pintu pagar, meringankan tugas keluar dengan saling membantu, membanggakan keluarga dengan belajar bersungguh-sungguh sebagai pelajar.
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis jurnal 1
PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT

jurnal tersebut menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia sedang mengalami kemerosotan moral, maka dari itu perlu penanganan yang lebih intensif yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya moral anak seperti Penyalahgunaan sebagian ajaran moral, Penyalahgunaan Konsep-Konsep Moral, Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan), perkembangan teknologi, Lemahnya Mental Generasi Bangsa, dan Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti.

nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut yang sebagian besar sudah baik karena guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa, seperti menanamkan nilai-nilai moral kesemua mata pelajaran, memberi nasehat setiap hari, guru menjadi panutan siswa, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua, 10 nilai moral yang di tanamkan di SD Negeri Lampeuneurut yaitu nilai religius (kebiasaan berdoa sebelum memulai pelajaran), nilai sosialitas (baris-berbaris dengan tertib sebelum masuk ke dalam kelas) , nilai gender (tidak membedakan perlakuan antara siswa laki-laki dan perempuan), nilai keadilan (tidak membedakan siswa yang pintar dan kurang pintar), nilai demokrasi, nilai kejujuran (tidak berbohong ketika PR tidak dikerjakan begitupun tidak mencuri uang teman walau kesusahan), nilai kemandirian (mengerjakan latihan individu tanpa menyontek), nilai daya juang (berani maju ke depan menuju papan tulis untuk menyelesaikan soal dan berani mengemukakan pendapatnya) , nilai tanggung jawab (pembagian tugas tugas piket secara bergiliran) , nilai penghargaan terhadap lingkungan (menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman dalam belajar)
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis jurnal 2
Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini

Jurnal tersebut menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan warga negara yang berkepribadian tinggi dan berakhlak mulia, sehingga dapat menciptakan SDM yang berkualitas tinggi. terlebih mengingat kekhawatiran saat ini tentang moral dan akhlak. Perlunya penanaman nilai-nilai moral, baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat secara keseluruhan. Pada masa usia dini dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai moral, untuk perkembangan serta kecerdasan moral anak. Pendidikan moral diartikan sebagai suatu konsep kebaikan yang diberikan atau diajarkan kepada peserta didik untuk membentuk budi pekerti luhur, berakhlak mulia dan berperilaku terpuji seperti terdapat dalam Pancasila dan UUD 1945, Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan, tanggung jawab dan lain-lain. Adapun nilai-nilai moral yang bersifat relativistic dikategorikan sebagai moral kesopanan, seperti berbicara secara sopan, hormat kepada orang yang lebih tua, tidak bertamu pada jam istirahat dan sebagainya. Di dalam nilai moral juga terdapat batasan-batasan berlakunya nilai tersebut. Batasan-batasan tersebut di antaranya :
• nilai universal, berlaku bagi seluruh umat manusia bilamana dan dimanapun seperti hak asasi manusia.
• Nilai partikular yakni hanya berlaku bagi sekelompok manusia tertentu atau dalam kesempatan tertentu, misalnya nilai sebuah tutur kata.
• Nilai abadi, yakni berlaku kapanpun dan dimanapun seperti kebebasan beragama.

Di dalam penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat menggunakan berbagai metode yaitu metode bermain (bersosialisasi dengan orang lain) , bercerita (pesan-pesan atau informasi moral) , pemberian tugas (agar dapat bertanggung jawab dan bekerja sama) dan bercakap-cakap (meningkatkan keterampilan komunikasi dengan orang lain) , penggunaan metode tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan karakter anak yang menjadi sumber pertimbangan utama. Sebab metode akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini. Cara pelaksanaan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini, pada jalur pendidikan non formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini bisa dilakukan melalui pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, pada jalur pendidikan formal dapat dilakukan melalui kegiatan pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan lingkungan bermain, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F


Analisis video 1
ETIKA, NILAI DAN MORAL

Etika, nilai dan moral saling berkaitan sebab semuanya berusaha mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir, sikap, dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik sesuai aturan yang berlaku di masyarakat seperti Mengucap salam ketika kita bertemu atau memasuki rumah, Izin dan mencium tangan kedua orang tua ketika ingin pergi, buang sampah pada tempatnya.

Etika dan moral memiliki pengertian yang hampir sama dan berkaitan, karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia, yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan nilai adalah sesuatu yang memberi makna hidup yang dijunjung tinggi, yang mewarnai dan menjiwai tindakan atau perilaku seseorang. Nilai bisa disebut juga penghargaan, penghormatan atau kualitas terhadap sesuatu yang dapat bermanfaat, menyenangkan, memuaskan, menarik, atau sebagai sistem keyakinan. nilai terbagi menjadi 2 :
• Nilai bersifat relatif, nilai bergantung oleh tempat dan waktu
• Nilai bersifat subjektif, nilai berbeda-beda bagi setiap orang

Moral adalah hal-hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan. Moral juga sebagai sarana untuk mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan manusia. moral adalah kepekaan dalam pikiran, perasaan dan tindakan terhadap prinsip-prinsip dan aturan-aturan, Contoh etika nilai dan moral dalam kehidupan di masyarakat yaitu menghormati orang lain yang lebih tua.
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F


Analisis video 2
INSTRUMEN PENILAIAN PENGEMBANGAN NILAI DAN MORAL PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

instrumen nilai adalah alat untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam akat penilaian belajar peserta didik, instrumen penilaian mempunyai manfaat seperti :
• Bagi Anak untuk memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten, perkembangan anak menjadi lebih optimal, anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat, anak mendapatkan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan nya.
• Bagi Orang Tua untuk memperoleh informasi pertumbuhan, perkembangan, dan minat anak pada satuan PAUD, memudahkan orang tua memberikan stimulasi yang sesuai dan berkelanjutan ketika dirumah, membuat keputusan bersama antara orang tua dengan pihak satuan PAUD dan memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan anak.
• Bagi Guru untuk mengetahui perkembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan, mendapatkan informasi awal tentang hambatan dan gangguan dalam perkembangan anak, mengetahui kesesuaian stimulasi dalam pelayanan dengan Kebutuhan perkembangannya, berikan dukungan yang tepat kepada anak, dan memiliki data dan informasi tentang perkembangan anak untuk pembuatan rencana pembelajaran.

prinsip-prinsip penilaian terbagi menjadi 8 yaitu :
• Mendidik, proses hasil penilaian menjadi dasar untuk mengembangkan dan membina anak agar tumbuh dan berkembang secara maksimal.
• Berkesinambungan, penilaian dilakukan secara terencana, bertahap, dan terus menerus untuk mendapatkan gambaran tentang pertumbuhan dan Kembangan anak.
• Objektif, penilaian dilakukan secara adil.
• Akuntabel, penilaian dilakukan sesuai prosedur dan kriteria yang jelas.
• Transparan, penilaian dilaksanakan sesuai prosedur dan hasil penilaian dapat di akses oleh semua orang.
• Sistematis, penilaian yang dilakukan secara teratur dan terprogram.
• Menyeluruh, penilaian mencakup semua aspek.
• Bermakna, hasil penilaian akan memberikan informasi yang bermanfaat bagi anak, orang tua dan guru.
Teknik penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian perkembangan anak meliputi instrumen penilaian proses, catatan Anekdot, rubrik atau instrumen penilaian hasil kemampuan anak. beberapa mekanisme penilaian :
• Menyusun teknik instrumen penilaian serta menetapkan indikator capaian perkembangan anak.
• Melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, dan instrumen penilaian.
• Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar secara akuntabel dan transparan.
• Melaporkan capaian perkembangan anak pada orang tua.

Teknik penilaian terbagi menjadi BB (belum berkembang) Anak-anak masih perlu dibantu, MB (mulai berkembang) Anak melakukan kegiatan tetapi masih perlu diingatkan, BSH (berkembang sesuai haralan) anak melakukan kegiatan secara mandiri dan dapat membantu temannya. bentuk penilaian yaitu Penilaian harian, Penilaian mingguan, Penilaian bulanan, Penilaian semester, Portofolio anak, Dokumen lainnya diperlukan oleh setiap satuan PAUD.