Kiriman dibuat oleh Elyna Aprilia 2253053009

Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis video 1
PENTINGNYA PENDIDIKAN MORAL UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR

Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. beberapa penyebab menurunnya moral pada anak :
• perundungan di sekolah kerap kali di lakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki seperti menyakiti korban secara fisik maupun sosial.
• kekerasan fisik dalam rumah tangga, seperti kekerasan secara fisik yang di lakukan oleh saudara kandung di rumah.
maka dari itu peran orang tua perlu karena anak meniru tingkah laku orang tuanya, sedangkan peran guru yaitu memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak serta membekali mereka dengan nilai-nilai yang dipersiapkan agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat serta keluarga. Peran yang harus dilaksanakan oleh guru yaitu dengan menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercaya dan berperilaku baik serta memberikan contoh yang baik kepada siswa agar tingkah lakunya sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungan sekolah. Misalnya hadir tepat waktu ketika mengajar. agar siswa tidak menyimpang terhadap moral anak diperlukan motivator untuk memberikan pembelajaran tentang kebaikan, peran guru seperti memberikan nasihat setiap harinya, agar siswa dapat mengingatnya
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH

jurnal ini menjelaskan tentang Pendidikan moral di sekolah penting untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas karena Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu, guru berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya Selain itu guru juga bertugas untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak yang mulia dalam diri peserta didik. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh, dengan memperhatikan komponen-komponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal, yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas. maka dari itu pendidikan moral terhadap diri sendiri penting diberikan kepada peserta didik berkaitan dengan nilai-nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab, Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, tidak merusak alam, hemat, dan mendidik untuk menggunakan kembali barang-barang bekas (daur ulang) dalam bentuk yang baru. Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan Sang pencipta seperti ketuhanan dengan dasar toleransi, tidak ada egoisme agama.
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA


jurnal tersebut menjelaskan bahwa keluarga memiliki peranan besar dalam pendidikan nilai moral, karena di lingkungan keluarga lah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan selanjutnya. agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak seperti dalam keluarga (kerjasama dan harmonis), anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral, seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik. anak-anak juga ditanamkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, hidup sederhana, sabar. beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak yaitu Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak, lingkungan masyarakat yang kurang baik, Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat, Suasana rumah tangga yang kurang baik, Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil, Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral, Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral, Kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> FORUM pertanyaan

oleh Elyna Aprilia 2253053009 -
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Hardskill dan softskill merupakan dua jenis kriteria penilaian yang berbeda, menurut pendapat saya Hardskill mencakup kemampuan yang dapat diukur secara konkret dan terukur, seperti pengetahuan teknis, keterampilan khusus, dan keahlian yang spesifik dalam bidang tertentu. Hardskill juga dapat diajarkan melalui pelatihan, pendidikan formal, atau pengalaman kerja yang khusus. sedangkan Softskill mencakup kemampuan interpersonal, komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan adaptabilitas. Softskill juga lebih sulit diukur secara konkret dan seringkali berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain dan mengatasi situasi yang kompleks. Perbedaan utama antara keduanya adalah sifat kemampuannya. Hardskill lebih terfokus pada aspek teknis dan spesifik, sementara softskill berkaitan dengan kemampuan sosial dan keterampilan non-teknis. Kedua jenis kriteria ini penting dalam berbagai konteks, baik dalam dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Elyna Aprilia
NPM : 2253053009
Kelas : 3F

Analisis video 2
“Pendidikan Moral di Sekolah Dasar”

Pendidikan moral adalah usaha terencana yang bertujuan untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan dan juga kelakuan yang dilakukan oleh peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan yang sesuai dengan nilai-nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat. Tahap-Tahap Perkembangan Moral seperti berikut :
1. Usia 6 - 12 Bulan, orangtua mengendalikan anaknya.
2. Usia 12 - 18 Bulan, membuat komitmen dan patuh sesuai keadaan.
3. Usia 18 - 30 Bulan, anak menunjukkan rasa empati.
4. Usia 30 - 36 Bulan, aktivitas fisik berkurang lebih banyak melakukan aktivitas verbal.
5. Usia 3 - 4 Tahun, anak menunjukkan perilaku menolong dengan mengharapkan pujian
6. Usia 4 - Tahun, penalaran moral semakin fleksibel.
7. Usia 7 - 8 Tahun, empati dalam perilaku semakin meningkat.
8. Usia 9 - 11 tahun, penalaran moral semakin dipandu oleh rasa keadilan.
9. Usia 12 - 15 Tahun, penalaran moral mencerminkan rasa keadilan.
10. Usia 16 - 20 Tahun, relativisme penting dalam penalaran moral.
11. Dewasa Muda (Usia 20 - 40 Tahun)
12. Dewasa Tengah (Usia 40 - 65 Tahun)
13. Dewasa Tua (Usia 65 Tahun)

implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar, dalam belajar anak terkadang memerlukan teman untuk membantu proses belajar tapi terkadang anak bisa melakukannya sendiri atau Mandiri, implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar dengan mengajarkan murid tentang identitas gender agar moral atau perilaku mereka sesuai dengan sebenarnya, permasalahan dan solusi perkembangan moral anak sekolah dasar yaitu :
1. Hilangnya kejujuran, solusinya dengan mengajak anak untuk percaya diri dan mendukung anak dalam hal jujur dan tidak memarahinya saat mereka jujur.
2. Hilangnya rasa tanggung jawab, solusinya dengan mengajarkan anak bersikap tanggung jawab seperti pekerjaan rumah.
3. Rendahnya disiplin, solusinya dengan bersikap tegas pada anak yang kurang disiplin agar anak terbiasa untuk melakukan hal disiplin.
4. Kurang bisa bekerja sama, solusinya dengan membiasakan anak untuk terlibat aktif dalam hal kerjasama.
5. Mengambil hak orang lain, solusinya dengan membiasakan anak yg untuk lebih mensyukuri terhadap sesuatu yang ia miliki dan tidak mengambil hak milik orang lain.