Kiriman dibuat oleh NADIA NUR SAFITRI 2213053275

Nama : Nadia Nur Safitri
Npm : 2213053275
Kelas :2G

Analisis Jurnal
Identitas Jurnal
Judul jurnal : INTEGRASI NASIONAL
SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Halaman : hlm 1-7
Nama Penulis: Agus Maladi Irianto
Kata kunci: integrasi nasional, etnosentrisme dan konflik kepentingan


A. Pendahuluan
Banyak pengalaman yang telah di alami bangsa Indonesia diantara nya bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai perubahan azas dan idiologi tersebut, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional. Perubahan dari Orde Lama (Orla) ke Orde Baru (Orba) ditandai dengan pemberontakan PKI 30 September 1965 hingga lahirlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).pemerintah Soeharto untuk mengendalikan pemerintahan berusaha untuk melakukan peleburan dan perampingan sejumlah oramas dan partai. Tanggal 9 Maret 1970 milsanya, terjadi pengelompokan partai dengan terbentuknya Kelompok Demokrasi.
Salah satu kesalahan Orba selama memegang kendali pemerintahan, adalah penerapan politik pemerintahan yang sentralistik, sebagai bentuk peredaman atasmunculnya aksi separatis dari daerah-daerah.
Ini menunjukkan tentang tindakan anarkis, pelanggaran moral,pelanggaran etika, dan meningkatnya kriminalitas secara kasat mata.

B. Identitas dan Integrasi Nasional
Identitas merupakan representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya.
Identitas bukanlah suatu yang selesai dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu diperbaharui, dan keadaan yang dinegosiasi terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya.

C. Intergrasi Nasional Versus Otonomi
Daerah
konsep tentang integrasi nasional menjadi penting untuk dijadikan strategi kebudayaan bagi bangsa Indonesia yang telah berusia lebih dari enam dasa warsa ini.
Etnosentrisme kian menguat justru ditopang dengan kebijakan negara yang mengembangkan otonomi daerah dan pemekaran daerah. Semangat otonomi daerah dan pemekaran daerah menjadi berjalan seiring dengan menguatnya etnosentrisme.

D. Penutup
integrasi
nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik,konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan.Kebijakan otonomi daerah yang kini marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional.
Nama : Nadia Nur Safitri
Npm : 2213053275

Judul Artikel Jurnal : Efektivitas Desain Pembelajaran Terpadu berbasis Core Content Di Sekolah Dasar
Penulis : Een Y. Haenilah

Kesimpulan :
Jadi, Desain pembelajaran dapat mempengaruhi keberhasilan guru dalam mencapai pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah di rencanakan. Guru harus bisa mendesain pembelajaran dengan tepat . Komponen-Komponen pembelajaran juga saling terikat seperti tujuan pembelajaran,Materi atau bahan ajar, metode, dan juga evaluasi.Desain pembelajaran terpadu berbasis core content akan memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran . Desain ini terbukti mempermudah mencapai target dalam indikator pembelajaran. Desain pembelajaran terpadu berbasis core content efektif menciptakan pembelajaran yang menunjukkan aktivitas hubungan antar guru-siswa, siswa-siswa, siswa-guru, siswa-guru-materi yang berperan sebagai core content dengan seluruh mata pelajaran, sehingga terbentuknya keterpaduan pengalaman belajar siswa yang bermuatan kognitif, afektif dan psikomotor secara holistik. Oleh karena itu sebagai pendidik harus bisa memilih desain pembelajaran yang tepat khusus nya di sekolah dasar karena pemahaman peserta didik tergantung pada guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Nama : Nadia Nur Safitri
Npm : 2213053275
Kelas : 2G


Identitas jurnal:
Judul jurnal : Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa
Volume dan Halaman : Vol. 05 dan Hal. 9-16
Tahun Terbit: 2016
Nama jurnal: Bakti Saraswati
Nama Penulis: Ida Bagus Brata

Pendahuluan
Identitas masa dan ruang memiliki arti penting dalam permasalahan kebudayaan. Bagi sebuah negara modern seperti Indonesia, tidak hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya senantiasa mengandung keragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa.

Pembahasan
•KERANGKA KONSEPSUAL DAN
TEORETIK
Secara konsepsual kearifan lokal ialah bagian dari kebudayaan.
-Menurut Haryati Subadio (1986:18-19) mengatakan kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa. Sementara itu konsep kearifan lokal (local genius) yang dikemukakan oleh Quaritch Wales (dalam Astra,2004:112) adalah “....the sum of cultural characteristic which the vast majority of people have in common as a result of their experiences in early life”.
-Menurut Poespowardojo (dalam Astra,2004:114) secara tegas menyebutkan terdapat 5 sifat-sifat kearifan lokal yaitu:
1.)Mampu bertahan terhadap budaya luar
2)Memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar.
3) Mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam kebudayaan asli.
4) Mampu mengendalikan.
5) Mampu memberikan arah pada perkembangan budaya.

•KEARIFAN LOKAL SEBAGAI PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Para ahli meramalkan bahwa dalam era global isu-isu kebudayaan, agama, etnik, gender, dan.cara hidup akan lebih penting daripada isu tentang konflik ekonomi yang terjadi pada masa industri (Toffler and Toffler, 1996).
Wacana mengenai upaya untuk merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai langkah memberdayakan kebudayaan lokal dalam rangka mengantisipasi perkembangan jaman menuju arah yang lebih baik.
Pada masyarakat Indonesia wawasan
kesatuan jiwa “Bhinneka Tunggal Ika" yang mempunyai arti kesatuan dalam keragaman, spirit gotong royong dengan istilah berbeda-beda pada setiap daerah, seperti sambatan/gugur gunung (Jawa),metetulung (Bali),pelagandong (Maluku), halawo sato (Nias),mapalus (Minahasa), dan lain-lain dapat diposisikan sebagai modal budaya yang sangat penting bagi basis kehidupan berbangsa dan bernegara.
kearifan lokal itu dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkuat identitas bangsa.

Kesimpulan
Jadi banyak nya keanekaragaman budaya yang ada suatu negara akan menjadi perekat untuk memperkuat identitas bangsa. Jangan sampai budaya kita di jajah oleh budaya lain. Oleh karena itu sebagai warga NKRI yang baik apalagi generasi muda sudah seharus nya kita dapat memperkokoh identitas bangsabangsa dan budaya bangsa Indonesia.
Nama : Nadia Nur Safitri
Npm : 2213053275
Kelas : 2G

Analisis video
"Identitas Nasional"

Identitas bangsa sangat penting dalam menjga keutuhan bangsa.
Ada 4 identitas Nasional yaitu :

1. Suku bangsa
Merupakan golongan yang ada sejak lahir atau bersifat askriptif.Banyak sekali suku atau kelompok etnis 300 dialek bangsa populasi di Indonesia . Pada saat ini di perkirakan 210 juta dari jumlah tersebut separuh nya dari pulau jawa dan sisa nya di luar pulau jawa.
2. Agama
Bangsa Indonesia telah di kenal sebagai bangsa yang agamis. Agama islam, kristen, katolik,hindu, dan budha merupakan agama yang tumbuh serta berkembang di Negara Indonesia.
3. Kebudayaan
kebudayaan yaitu pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah pangkat pangkat atau model model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau sebagai pedoman untuk bertindak sesuai lingkungan yang akan di hadapi.
4. Bahasa
Bahasa yaitu unsur pendukung identitas nasional yang lain dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia baik secara lisan,tulisan,gerakan dan juga isyarat.

Identitas Nasional tercantum dalam konstitusi Indonesia yaitu UUD 1945 pasal 35 dan 36c Identitas nasional yang ialah jati diri bangsa Indonesia yaitu:
1.Bahasa Indonesia
2.Bendera merah putih
3.Lagu Kebangsaan Indonesia raya
4.Lambang Negara Pancasila
5.Semboyan Negara “Bhinneka tunggal Ika”
6.Dasar Falsafah Pancasila
7.Konstitusi hukum negara UUD 1945
8.Bentuk negara kesatuan Republik Indonesia
9.Wawasan nusantara
10.Kebudayaan nasional

Oleh karena itu sebagi warga negara Indonesia yang baik sudah seharusnya harus memantapkan wawasan nusantara dan mengerti identitas negara kita. Kita juga yang akan bertanggung jawab untuk meneruskan warisan nenek moyang kita dan kita jaga identitas nasional kita.