Kiriman dibuat oleh Auliya Putri

Nama: Auliya Putri
NPM: 2213053128
Kelas: 2A

POST TEST
Dinamika Sosial Politik Menjelang Pemilu Serentak 2019

Pendalaman demokrasi dipandang sebagai upaya untuk merealisasikan pemerintahan yang efektif. Melihat fakta yang ada bahwa demokrasi di Indonesia yang sudah berjalan selama 21 tahun masih didominasi prosedural dibandingkan substansif. Apalagi dinamika politik menjelang pemilu 2019 cenderung memanas terutama adanya indikasi atau tuduhan kecurangan. Para calon pemilu banyak yang dilaporkan ke BPN karena terindikasi adanya kecurangan yang dibuat. Selain adanya kecurangan, berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial, isu politisasi agama pada 2019 menjadi salah satu hal yang menonjol juga.

Munculnya sebuah isu yang sebagian umat Islam dipandang merugikan mereka pada akhirnya melahirkan gerakan jjtima ulama untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden yang didalamnya terdapat representasi ulama sebagai penantang Prabowo untuk memilih cawapres yang berasal dari kalangan ulama. Indonesia memang memiliki masyarakat yang beragama muslim terbanyak di dunia. Permasalahan tersebut merupakan hal yang logis dan selalu terjadi di setiap pemilu.

Dalam pilpres 2019 tidak semua pihak menyadari pentingnya nilai nilai budaya sendiri sebagai perisai ketahanan sosial budaya sendiri. Dimana pada pilpres 2019 masyarakat cenderung mengambil pembelaan sosial yang cukup tajam. Terlepas dari itu semua bisa dilihat dan diakui bahwa pemilu era reformasi sekarang ini telah memberikan nilai positif contohnya liberalisasi politik tidak hanya membuat politik menjadi semakin pluras tetapi juga kompetitif.
Nama: Auliya Putri
NPM: 2213053128
Kelas: 2A

PRETEST
Demokrasi itu gaduh tapi kenapa bertahan dan dianut banyak negara?

Dalam demokrasi terdapat kebebasan berpendapat karena itulah demokrasi itu berisik dan bising. Demokrasi gaduh karena mereka saling menyuarakan pendapat mereka sesuai dengan konteks atau koridor demokrasi yang prosedural. Demokrasi digunakan oleh banyak negara karena sistem demokrasi lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang, demokrasi juga sebagai alat paling efektif untuk mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi publik. Pada faktanya warga yang tinggal atau hidup di negara demokrasi mempunyai angka harapan hidup yang cukup tinggi dan negara yang menganut demokrasi termasuk negara yang kaya karena memiliki perkembangan manusia yang tinggi.

Walaupun begitu kritikus demostrasi kadang menanyakan soal apakah memberikan pilihan pada warga atas persoalan adalah pilihan yang tepat? Dan ternyata kini beberapa analisis menyebutkan bahwasanya demokrasi berada dalam fase krisis. Contohnya Amerika dan Indonesia ranking demokrasi nya turun begitu juga dengan negara negara lainya. Demokrasi bisa terjadi krisis karena masyarakat mulai tidak percaya akan pemerintah dan politikus, kemudian penurunan jumlah anggota partai politik, hingga pemerintah yang tidak transparan.