Posts made by Ahmad Sheca Rahmadi 2213053102

Nama: Ahmad Sheca Rahmadi
NPM: 2213053102

Di dalam video ini berceritakan tentang bagaimana kondisi suatu daerah terpencil di pulau Kalimantan yang masih Tertinggal di dalam kemajuan teknologi dan juga pendidikan. Tinggal ada salah satu pengajar muda bernama Veronica yang bersedia menjadi relawan untuk membantu kebutuhan pendidikan bagi anak-anak di desa tersebut. Minimia pengetahuan dan pendidikan di desa tersebut membuat banyak kebiasaan-kebiasaan yang salah namun menjadi budaya. Dengan adanya Veronica ini menjadi Asa bagi anak-anak di desa tersebut untuk mengenyam pendidikan yang memadai. Dengan ketersediaan sarana prasarana dan juga ruang bangunan yang hanya ada di desa tersebut membuat Veronica Harus berpikir dua kali dan juga mencari cara bagaimana mengajarkan anak-anak agar lebih efektif di dalam belajar. Bagi Veronica belajar itu sebagai cahaya atau lampu yang dapat meraih kita dari kegelapan seseorang yang tidak memiliki pendidikan ataupun ilmu maka dia akan tersesat di dalam kegelapan sehingga tidak mengetahui apa-apa.
Nama : Ahmad Sheca Rahmadi
NPM : 2213053102

Perbedaan antara kriteria nilai hardskill dan softskill penting dalam dunia pendidikan, pekerjaan, dan perkembangan pribadi. Berikut adalah tanggapan kami terhadap perbedaan kriteria kedua jenis keterampilan ini:

Karakteristik Utama:

1. Hardskill: Hardskill adalah keterampilan yang bersifat konkret, terukur, dan dapat diajarkan secara langsung. Ini melibatkan pengetahuan teknis, pengalaman, dan kemampuan yang spesifik, seperti matematika, pemrograman komputer, atau bahasa asing.

2. Softskill: Softskill, di sisi lain, adalah keterampilan yang lebih bersifat abstrak dan melibatkan aspek interpersonal dan komunikasi. Ini mencakup kemampuan seperti kepemimpinan, kerja sama, kemampuan berbicara empati, dan kreativitas.
Mengukur dan Mengajarkan
Nama : Ahmad Sheca Rahmadi
NPM : 2213053102

Kesimpulan dari jurnal tersebut adalah bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam pendidikan awal anak-anak. Keluarga adalah tempat pertama di mana anak-anak memahami konsep pendidikan sebelum mereka terlibat dalam masyarakat lebih luas. Pendidikan yang diterima dalam keluarga membentuk dasar untuk pendidikan lanjutan di sekolah. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing dan mendidik anak-anak mereka, dan masa depan anak-anak seringkali dipengaruhi oleh pendidikan dan bimbingan yang mereka terima dari orang tua.

Selain itu, jurnal ini mencatat bahwa dengan munculnya globalisasi dan peningkatan arus informasi dan teknologi, muncul berbagai masalah sosial yang melibatkan remaja, seperti kenakalan remaja, tawuran, narkoba, dan gangguan mental. Semakin maju dan kompleksnya masyarakat, semakin banyak masalah moral yang mungkin muncul. Oleh karena itu, masalah moral menjadi perhatian utama karena dapat mengganggu ketenteraman masyarakat dan stabilitas sosial.
Nama : Ahmad Sheca Rahmadi
NPM : 2213053102

Menurut Noeng Muhadjir (2003: 16-18), dalam konteks antropologi kultural dan sosiologi, ada tiga peran utama pendidikan. Pertama, untuk mengembangkan kreativitas subjek-didik. Kedua, untuk mempromosikan nilai-nilai insani dan Ilahi pada subjek didik dan satuan sosial masyarakat. Dan ketiga, untuk meningkatkan kemampuan kerja produktif subjek didik. Dengan kata lain, tujuan sekolah adalah untuk memupuk nilai-nilai akademik, nilai-nilai sosial, dan nilai-nilai religius. Ketiga kelompok nilai ini saat ini sering disebut sebagai kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Sekolah yang berkualitas adalah sekolah yang memperhatikan dan berfokus pada pendidikan moral atau nilai-nilai, selain memberikan pengajaran ilmu pengetahuan.

Amstrong (2006: 17) memandang sekolah sebagai alat untuk mengembangkan manusia (human development). Istilah "pengembangan" mengacu pada upaya untuk membantu manusia tumbuh, membebaskan mereka dari hambatan dan kesulitan, dan ini merupakan proses yang berlangsung secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan manusia dalam konteks pendidikan dapat diartikan sebagai serangkaian tindakan dan komunikasi, baik lisan maupun tertulis, yang bertujuan utama untuk mendukung, mendorong, dan memfasilitasi pertumbuhan siswa sebagai individu yang lengkap, mencakup aspek kognitif, emosional, sosial, etik, kreatif, dan spiritualnya.

Dengan dasar pertimbangan tersebut, diperlukan perencanaan yang komprehensif terkait pendidikan moral di sekolah yang melibatkan beberapa komponen, termasuk pendidik, materi, metode, dan evaluasi.
Nama : Ahmad Sheca Rahmadi
NPM : 2213053102

Dalam video tersebut, disoroti bahwa dalam era modernisasi dan globalisasi, akses informasi semakin mudah, dan kita dapat melihat kehidupan orang lain melalui media sosial. Hal ini memiliki dampak pada pemikiran dan perilaku generasi muda. Kasus-kasus buruk dalam masyarakat, seperti pembunuhan, penistaan agama, tawuran, dan bahkan kekerasan terhadap orang tua, menjadi perhatian.

Pentingnya etika dan moral dalam membentuk perilaku manusia dibahas dalam teks ini, dengan menyoroti peran keluarga sebagai basis penting. Namun, seringkali etika dan moral diabaikan dalam interaksi sehari-hari. Sekolah juga dianggap sebagai tempat penting dalam mengajarkan etika dan moral.

Video tersebut menggarisbawahi etika berkomunikasi dalam pembelajaran daring dan menyebutkan beberapa aturan seperti sopan santun, penggunaan bahasa yang baik, dan menjaga waktu. Etika dan moral dianggap sebagai tolak ukur kualitas individu dan diharapkan bahwa dengan memperhatikan nilai-nilai ini, kita dapat meningkatkan moralitas kita dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Video ini juga mengingatkan kita untuk lebih memperbaiki diri dan menjaga etika dan moral dalam berinteraksi, baik dalam keluarga maupun di lingkungan sosial.