གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Desviana Safitri 2213053064

Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064

Para siswa SD Negeri Glak, Kabupaten Sikka membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Pasalnya, sekolah yang terletak di sebuah dusun terpencil itu terpaksa harus melakukan kegiatan belajar mengajar di teras kelas. Teras dipakai sebagai ruang kelas lantaran ketiadaan ruang kelas.

Sekolah yang terletak di kaki gunung api Egon tersebut hanya memiliki 6 ruangan. Dimana 5 ruangan dipakai sebagai ruang kelas, dan 1 ruangan sebagai ruang guru. Jangankan kelas perpustakaan saja tak dimiliki sekolah ini. Meski begitu, para siswa tetap bersemangat untuk bersekolah. Setiap hari mereka harus berjalan kaki hingga 2 kilometer guna bisa belajar di sekolah.

Di masa pandemi covid-19 ini, ketika pemerintah aktif mengkampanyekan belajar daring, sekolah ini tak mampu melaksanakannya. Di wilayah ini, belum ada jaringan telekomunikasi sama sekali. Karena itu, pihak sekolah terpaksa tetap melakukan kegiatan di sekolah. Pihak sekolah pun berharap, pemerintah bisa membuka mata melihat keadaan mereka dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.
Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064

Video ini menjelaskan seorang Martencis Veronica Siregar yang mengikuti Indonesia mengajar dan ditempatkan di desa pelosok terpencil yang jaraknya jauh dari pusat kabupaten yaitu Tanjung matoa. Pendidikan di desa ini masih dipandang kurang penting oleh masyarakat di sana. Banyak anak kecil yang putus sekolah dan pernikahan dini serta para orang tua kurang peduli tentang pendidikan anaknya.

Pendidikan anak usia dini atau PAUD belum masuk ke daerah ini. Martencis berharap para masyarakat di desa ini bisa menyadari pentingnya pendidikan dan pemerintah lebih memperhatikan pendidikan di desa ini. Saat mengajar, Martencis berusaha mengelola kelas dengan baik, agar anak tidak bosan belajar, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Salah satu alternatifnya adalah belajar sambil bermain diluar kelas untuk menghilangkan rasa jenuh. Martencis juga menekankan kepada peserta didik bahwa belajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Pengalaman Martencis benar-benar mengajarkan kita bahwa kita harus selalu mengusahakan sanak saudara kita untuk bersekolah, dan kita harus selalu bersyukur atas segala yang kita punya, ketika mampu bersekolah, mampu menggunakan seragam sekolah yang bagus, mampu mengikuti pelajaran dan tidak kesusahan jika akan makan setiap hari adalah anugerah yang wajib di syukuri karena saudara kita yang berada di desa terpelosok seperti itu sangat memprihatinkan karena semua serba kekurangan dan apa adanya.
Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064

Artikel "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat" membahas tentang pentingnya penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi.
Artikel ini menyoroti kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya pendidikan mengenai moral yang berdampak pada rendahnya moral bangsa. Penulis menekankan perlunya penegakan hukum melalui undang-undang yang mengatur tentang etika masyarakat serta kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu.

Selain itu, artikel juga membahas tentang pengaruh perkembangan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya terhadap perkembangan moral, etika, dan akhlak di masyarakat. Faktor-faktor seperti kurangnya kepedulian orang tua, berkembangnya teknologi, kurangnya perhatian terhadap lingkungan sekitar, dan kurangnya penanaman jiwa religius juga disoroti sebagai penyebab kurangnya etika dan moral pada generasi penerus bangsa.
Artikel ini menekankan perlunya perhatian khusus dari pemerintah dan orang tua dalam mendidik serta membentuk karakter anak-anak untuk memperbaiki keadaan moral dan etika masyarakat.
Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064

Artikel tersebut membahas konflik antara individualisme dan kolektivisme dalam kehidupan masyarakat, serta pentingnya kesadaran moral, kreativitas, dan etika sebagai solusi untuk mengatasi konflik tersebut. Pemikiran tersebut menyoroti peran pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika dalam masyarakat. Konflik antara kepentingan individualisme dan kolektivisme dianggap sebagai potensi bagi eksistensi masyarakat, dengan kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu. Metoda analisa dan sintesa digunakan dalam pemikiran ini, dengan mengurai obyek materi pemikiran untuk kemudian dirajut kembali menjadi suatu bentuk baru.

Dari perspektif filosofi moral, masyarakat dipandang sebagai suatu sistem komunikasi sosial antar individu untuk mencapai tujuan bersama, dan konflik antara kepentingan individualisme dan kolektivisme menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat. Dalam hal ini, kesadaran moral dan etika dianggap sebagai faktor penting dalam menyeimbangkan kepentingan individual dan kolektif. Selain itu, artikel juga menyoroti pandangan ahli filosofi yang menekankan pentingnya kualitas pribadi dan potensi kreatif sebagai kunci dalam mengatasi konflik antara individualisme dan kolektivisme.

Artikel tersebut juga menekankan bahwa kesadaran moral mendorong kerja sama dalam masyarakat, kreativitas meningkatkan produktivitas, dan etika mengendalikan perilaku dalam berproduksi. Konsep ini diperkuat dengan pemikiran bahwa kehidupan bermasyarakat adalah suatu sistem manajemen untuk mengorganisir kemampuan individual menjadi sebuah kekuatan sosial, agar kemudian tujuan bersama seluruh individu anggotanya dapat terwujud. Kesadaran moral yang kuat juga dianggap mendorong kreativitas untuk berproduksi sesuai dengan norma.
Nama : Desviana Safitri
NPM : 2213053064

Video tersebut merupakan sebuah analisis mengenai etika dan moral dalam pembelajaran daring. Video ini memberikan beberapa contoh etika berkomunikasi yang baik dalam proses pembelajaran daring, seperti memperhatikan waktu, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, mengucapkan salam, mengucapkan kata maaf, memperkenalkan diri secara lengkap, menyampaikan tujuan dengan jelas, dan mengucapkan terima kasih.

Video ini juga membahas tentang pentingnya etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam keluarga. Keluarga merupakan kelompok sosial yang paling utama dan memiliki aturan-aturan yang mengandung nilai-nilai seperti keagamaan, sopan santun, dan kejujuran. Namun, seringkali nilai-nilai tersebut diabaikan.

Selain itu, video ini juga menyoroti peran sekolah dalam menanamkan etika dan moral kepada siswa. Sekolah memiliki tata tertib yang mengontrol siswa dan dapat membantu dalam pengembangan etika dan moral. Namun, dengan adanya pembelajaran daring akibat pandemi COVID-19, proses pembelajaran di rumah menjadi tantangan. Namun, dengan mengikuti aturan dalam proses pembelajaran daring, kesulitan tersebut dapat diatasi.

Dengan demikian, video tersebut memberikan analisis mengenai pentingnya etika dan moral dalam pembelajaran daring serta dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam keluarga dan sekolah.