Kiriman dibuat oleh Kinanti Dyah_ 2213053015

Nama : Kinanti Dyah
NPM : 2213053015
Kelas : 3F

Artikel berjudul "Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa di SD Negeri Lampeuneurut" membahas nilai-nilai moral yang ditanamkan pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Artikel bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai moral yang diajarkan kepada siswa dan bagaimana cara pengajarannya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dan data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif, termasuk reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan.

Artikel menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai moral pada siswa sejak usia dini. Artikel menyatakan bahwa penurunan nilai-nilai moral di kalangan generasi muda adalah hal yang memprihatinkan dan penting untuk mengatasi masalah ini dengan menanamkan nilai-nilai moral pada anak-anak sesegera mungkin. Artikel juga menekankan bahwa pembentukan kepribadian anak bergantung pada orang-orang yang membentuk mereka dan lingkungan yang mendukung mereka.

Artikel mengidentifikasi sepuluh nilai moral yang diajarkan kepada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Nilai-nilai tersebut meliputi nilai-nilai keagamaan, sosial, gender, keadilan, demokrasi, kejujuran, kemandirian, semangat juang, tanggung jawab, dan penghargaan lingkungan. Artikel menyatakan bahwa nilai-nilai tersebut diajarkan dengan menyisipkannya ke dalam semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, melalui lingkungan sekolah, dan kerjasama dengan orang tua.

Artikel menyimpulkan bahwa nilai-nilai moral yang ditanamkan pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut baik, meskipun beberapa guru belum sepenuhnya menyadari nilai-nilai yang seharusnya ditanamkan. Artikel menyarankan bahwa guru perlu dilatih dalam pendidikan moral untuk memastikan bahwa mereka terampil dalam mengajarkan nilai-nilai moral secara efektif. Artikel juga menyarankan bahwa lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral pada siswa.

Secara keseluruhan, artikel memberikan wawasan berharga tentang pentingnya menanamkan nilai-nilai moral pada siswa sejak usia dini dan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Artikel menyoroti perlunya pelatihan guru dalam pendidikan moral dan pentingnya lingkungan sekolah serta kerjasama dengan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai moral pada siswa.
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Jadi, pendidikan moral di sekolah dasar merupakan proses terencana untuk mengubah perilaku dan sikap anak agar sesuai dengan nilai-nilai moral dan budaya lokal. Tahapan perkembangan moral pada anak-anak mengalami berbagai fase yang dimulai dari usia 6-12 bulan di mana orang tua memandu, mengendalikan, dan melindungi bayi. Selanjutnya, pada usia 12-18 bulan, anak mulai menunjukkan komitmen dan patuh terhadap situasi sekitarnya.

Pada fase-fase berikutnya, seperti usia 18-30 bulan, anak menunjukkan perilaku menolong dan mulai merasakan empati. Di usia 3-4 tahun, anak lebih terlibat secara verbal dan menunjukkan perilaku menolong lainnya. Kemudian, pada usia 4-6 tahun, anak mengalami puncak perasaan rasa bersalah dan kepedulian terhadap kesalahan.

Perkembangan moral berlanjut hingga usia dewasa, di mana penilaian moral menjadi lebih kompleks. Di sekolah dasar, penting untuk memperhatikan implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam proses belajar-mengajar. Anak membutuhkan lingkungan yang mendukung, teman sebaya, dan dorongan untuk mandiri.

Guru diharapkan tidak hanya mengajarkan identitas gender kepada anak-anak, tetapi juga orang tua memiliki peran penting dalam pembentukan perilaku sesuai dengan norma-norma yang ada.

Adapun permasalahan dalam perkembangan moral anak-anak di SD mencakup hilangnya kejujuran, kurangnya rasa tanggung jawab, rendahnya disiplin, kesulitan bekerjasama, dan perilaku mengambil hak orang lain. Solusinya melibatkan pembiasaan perilaku jujur, menanamkan rasa tanggung jawab, disiplin, kerjasama aktif, dan pemahaman mengenai hak dan kepemilikan orang lain.
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Jadi, dalam kegiatan pendidikan moral kelas XI pada video, Cikgu membahas topik mengenai tanggung jawab dalam keluarga. Cikgu menggunakan gambar-gambar untuk menjelaskan konsep tanggung jawab kepada murid-murid.

Pertama, kita melihat gambar anak yang mendengarkan nasihat ayahnya. Ini menunjukkan bahwa sebagai anak, penting untuk mendengarkan nasihat dari orang tua, karena pengalaman dan pengetahuan mereka lebih luas daripada kita.

Selanjutnya, ada gambar anak yang membantu ibunya. Ini menggambarkan bagaimana kita sebagai anak harus bertanggung jawab dengan membantu tugas-tugas rumah tangga. Misalnya, membantu ibu dalam pekerjaan rumah.

Gambar berikutnya menampilkan anak yang menemani kakaknya. Ini menekankan pentingnya menjaga keselamatan dan menghindari bahaya dengan bersikap lebih waspada saat bersama kakak atau adik.

Tanggung jawab juga berkaitan dengan keharmonisan dalam keluarga. Misalnya, saat cuti sekolah, kita dapat berkunjung ke rumah kakek dan nenek untuk menjaga hubungan keluarga.

Keselamatan keluarga juga penting. Misalnya, mengunci pintu atau membantu anggota keluarga lainnya, seperti saudara atau adik.

Meringankan tugas keluarga juga menjadi tanggung jawab, seperti membantu nenek di dapur atau membantu pekerjaan rumah saat berkunjung ke kampung.

Selain itu, menjadi tanggung jawab juga berarti membuat keluarga bangga. Misalnya, dengan berjanji untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

Dalam uji diri, murid diminta untuk menjelaskan mengapa pentingnya melaksanakan tanggung jawab terhadap keluarga dan bagaimana perasaan mereka saat melaksanakannya. Ini membantu mereka memahami pentingnya tanggung jawab dalam memperkuat ikatan dan keharmonisan keluarga.

Jadi, intinya, tanggung jawab dalam keluarga melibatkan mendengarkan nasihat orang tua, membantu tugas-tugas rumah, menjaga keselamatan, menciptakan keharmonisan, serta membuat keluarga merasa bangga dan terjaga.
Nama : Kinanti Dyah
Kelas : 3F
NPM : 2213053015

Jurnal tersebut membahas peran penting perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (P3KM). Universitas Pamulang (UNPAM) menjadi contoh perguruan tinggi yang secara konsisten melaksanakan P3KM, dengan dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M). P3KM diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Artikel juga membahas "degradasi moral," yang merujuk pada penurunan nilai-nilai etika dan perilaku. Fenomena ini terjadi di kalangan milenial, terutama karena dampak perkembangan teknologi dan globalisasi yang mengubah norma sosial. Hal ini mencakup hilangnya sopan santun, kenakalan remaja, dan jauhnya masyarakat dari nilai-nilai agama.

Untuk mengatasi degradasi moral ini, disarankan untuk mengadakan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat). PKM bertujuan memberikan pemahaman tentang degradasi moral di kalangan milenial dan bagaimana menghadapinya, termotivasi peserta didik untuk melawan degradasi moral di era digital. Solusi yang diusulkan termasuk memberikan pemahaman keagamaan, meningkatkan keimanan, dan memberikan panduan tentang perilaku yang baik dalam penggunaan media sosial. Dengan demikian, diharapkan generasi muda akan lebih siap menghadapi tantangan degradasi moral dalam era digital.